Sambutan Presiden Joko Widodo pada Presidential Lecture Kepada CPNS, 27 Maret 2018, di Istora Senayan, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 27 Maret 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 631 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja;
Yang saya hormati Yang Mulia para Duta Besar negara-negara sahabat;
Yang saya hormati para Gubernur yang hadir, para Kepala LPNK (Lembaga Pemerintah Non Kementerian), seluruh Eselon I Kementerian;
Dan para CPNS yang hadir di Istora Senayan ini dan yang ada di 34 provinsi yang juga pagi hari ini hadir;
Tamu undangan, hadirin yang berbahagia.

Tadi disampaikan oleh Menteri PAN-RB, bahwa pendaftar yang ikut seleksi CPNS kali ini sebanyak 2.400.000 pendaftar, yang diterima hanya 33.000, hanya 1,4 persen. 1,4 persen. Artinya apa? Saudara-saudara adalah pilihan-pilihan yang terbaik. Saudara-saudara adalah generasi muda terbaik Indonesia yang bisa diterima menjadi CPNS. Tapi juga jangan gembira dulu, saya tahu kebanyakan Saudara-saudara masih banyak yang jomlo, benar ndak? Saya lihat daftarnya, statusnya jomlo, jomlo, jomlo, jomlo.

Tapi dengan status CPNS sekarang, nah ini sudah dapat status CPNS, saya yakin Saudara-saudara gampang cari pacar. Iyalah, sudah jadi CPNS ya berani pdkt, pdkt, pdkt, benar ndak? Saya lihat senang semuanya.

Saya menaruh yang harapan yang besar terhadap Saudara-saudara, birokrat-birokrat muda. Saya meyakini Saudara-saudara akan menjadi motor kemajuan Indonesia di masa yang akan datang. Kita harus meyakini semua dan saya juga meyakini, insyaallah Indonesia akan segera menjadi negara maju. Jika memiliki birokrat-birokrat yang tangguh dan mau bekerja keras, jika birokrat-birokrat kita selalu berani melakukan inovasi, jika birokrat-birokrat kita selalu mengedepankan kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara di atas kepentingan-kepentingan yang lain. Syarat-syaratnya itu.

Untuk itu, saya harap Saudara-saudara selalu beradaptasi dengan dunia yang sangat dinamis. Dunia sekarang ini sangat dinamis sekali, perubahannya sangat cepat sekali. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat cepat. Perubahan-perubahannya saya kira Saudara-saudara sudah tahu, Elon Musk yang menciptakan hyperloop, tesla, space-X. Ini perubahan-perubahan yang memang harus kita  hadapi dan harus kita ketahui. Baru satu teknologi kita pelajari, dalam waktu singkat muncul teknologi baru dengan kecepatan yang sangat cepat sekali.

Coba amati, tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri, Revolusi industri 4.0 yang antara lain mengembangkan otomasi, artificial intelligence, advanced robotic, yang membawa perubahan besar dalam tatanan dunia. Ini harus kita sadari dan ini harus kita pahami bersama-sama. Karena perubahan teknologi tersebut akan memunculkan tantangan-tantangan baru. Lanskap sosial budaya akan berubah dengan interaksi digital yang semakin dominan. Lanskap ekonomi juga akan berubah dengan berkembangnya digital ekonomi dan fintech. Dan lanskap politik pun juga akan mulai berubah dengan berkembangnya social media dan semakin aktifnya netizen.

Harus kita ingat bahwa pemerintah dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, lebih tanggap, dan lebih efisien. Birokrat juga sama, birokrasi juga dituntut untuk bekerja lebih cepat, lebih responsif, dan lebih efisien. Saya berikan contoh, saat saya menjadi gubernur saya mengecek urusan perizinan, yang namanya izin untuk mendapatkan yang namanya SIUP. SIUP itu hanya satu lembar, isinya nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal usaha, dan jenis usaha. Saya mendapatkan kabar bahwa untuk mendapatkan izin SIUP ini perlu waktu dua minggu. Padahal hanya menulis tadi, nama perusahaan, nama pemilik, alamat, modal kerja, jenis usaha. Berapa tadi? Hanya lima tulisan.

Saya suruh nyoba, saya datang ke kantor perizinan, saya minta coba, sudah punya syarat,  saya minta SIUP. Sudah, tek, tek, tek, tek, saya hitung dua menit selesai. Harusnya dua menit selesai karena memang selesai ini tadi. Saya tanya ke petugas di depan, di frontdesk-nya, “kenapa harus menunggu dua minggu?” “Pak, di sini cepat, Pak kita mengerjakannya Pak, tapi ini perlu tanda tangan di lantai tiga”. “Tanda tangan pun enggak ada satu menit, kan enggak ada kan? Harusnya tiga menit selesai, kenapa sampai dua minggu?” Ternyata yang lama itu yang tanda tangan di lantai tiga tadi. Ini kepalanya ini, kepala kantornya yang tanda tangan. Saya jengkel sekali, karena keluhan- keluhan itu saya dengar langsung dari dunia usaha, dari masyarakat.  Saya naik ke lantai tiga, plak plak plak…. saya cari kepala kantornya, untungnya enggak ada. Saya sudah jengkel saya, untungnya enggak ada, kalau ada tak gaplok langsung saat itu, untungnya enggak ada.

Hal-hal seperti inilah yang Saudara-saudara harus ketahui, bahwa masyarakat itu pengin dilayani cepat, pengin birokrat-birokrat kita ini kerja cepat. Kalau bisa diselesaikan tiga menit ya selesaikan tiga menit, kenapa harus tunggu minggu. Mengurus izin masih sekarang ini ada yang berbulan-bulan. Zamannya sudah zaman seperti ini, mengurus izin masih berbulan-bulan. Saya minggu saja enggak mau, apalagi bulan. Saya sampaikan, saya dengan minggu saja tidak mau, apalagi bulan, harusnya hari itu selesai.

Inilah tugas Saudara-saudara dan tantangan Saudara-saudara ke depan. Arus baru birokrasi kita ini harus kita siapkan, sehingga betul-betul kita semuanya bisa menghadapi tantangan-tantangan global, tantangan-tantangan zaman yang tadi saya sampaikan perubahannya begitu sangat cepat sekali. Oleh karena itu, sebagai birokrat, Saudara-saudara harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus mengikuti adanya gagasan-gagasan inovatif yang ada. Harus mengikuti dinamika sosial, dinamika politik, dan dinamika ekonomi. Dan juga jangan lupa, harus selalu mendengar keinginan-keinginan masyarakat itu apa. Kalau masyarakat pengin dilayani cepat, jangan sampai Saudara-saudara melayani dengan lambat, dimaki-maki kita nanti.

Pesan saya, Saudara harus terus penuh dengan rasa keingin-tahuan, rasa ingin tahu, ini penting sekali. Kalau bahasa anak muda sekarang, harus kepo. Sekali lagi, harus kepo. Ingin tahu, ingin mengerti, jangan rutinitas, jangan monoton. Saudara-saudara harus kepo terhadap perkembangan iptek, harus kepo terhadap inovasi, harus kepo terhadap dinamika zaman, harus kepo terhadap aspirasi dan keinginan masyarakat. Jangan hanya kepo terhadap mantan pacar saja.

Sebagai warga negara yang terpilih, Saudara-saudara ini terpilih dari 2,4 juta dipilih hanya 33.000, Saudara-saudara ini adalah terpilih, warga negara terpilih dan Saudara-saudara punya tanggung jawab yang besar, tanggung jawab sosial, tanggung jawab dalam menghormati hukum dan ketertiban sosial, tanggung jawab dalam menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Dan Saudara-saudara menjadi sosok-sosok istimewa bagi bangsa kita ini karena terpilih tadi.

Oleh sebab itu, saya titip agar Saudara-saudara menjadi simpul pemersatu bangsa ini, menjadi pembela Pancasila yang aktif mengamankan dan mengamalkannya. Menjadi birokrat-birokrat yang penuh integritas dan bebas dari korupsi, yang melayani masyarakat. Serta birokrat yang membawa lompatan-lompatan kemajuan bagi kejayaan bangsa kita, Indonesia.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selamat bekerja, selamat mengabdi untuk kejayaan dan kemajuan Indonesia.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru