Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke-12, di Manado, Sulawesi Utara, 28 Mei 10`5

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Mei 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 22.938 Kali

Logo PidatoAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi salam sejahtera bagi kitasemuanya, shalom.

Yang saya hormati seluruh Kabinet Kerja, pembina dan anggota anggota DPR RI, DPD RI. Seluruh gubernur yang hadir khususnya tuan rumah.

Yang saya hormati gubernur sulawesi Utara beserta ibu, seluruh bupati, walikota, Ketua Tim Penggerak PKK beserta seluruh jajaran pengurua, seluruh warga masyarakat Sulawesi Utara yang saya hormati.

Empat hari lagi, empat hari lagi pada 1 Juni kita akan  memperingati Hari Pancasila. Hari ini saya ingin mengingatkan kita semua apa yang dikatakan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa, penggali Pancasila bahwa dari kelima sila dari Pancasila, serta dapat inti sarinya adalah pada gotong royong.

Gotong royong merupakan intisari dari Pancasila, dan saya berkeyakinan bahwa tanggung jawab untuk membangun bangsa ke depan harus dilakukan dengan cara musyawarah dalam memutuskan dan gotong royong bekerja.

Kekuatan rakyat Indonesia ini adalah gotong royong, adalah modal sosial. Dimana rakyat Indonesia secara bahu-membahu menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangannya ke depan.gotong royong bukan hanya jiwa bangsa namun juga sekaligus modal sosial dalam menghadapi masa depan.

Hadirin yang berbahagia,

Gotong royong harus kita maknai bukan hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata, atau bahkan jargon. Oleh karena itu gotong royong harus kita aktualisasikan, kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bekerja sehari-hari. Gotong royong harus kita wujudkan dalam sebuah tindakan yang nyata.

Memang tidak mudah untuk menjalankan semangat gotong royong di tengah-tengah kecenderungan berkehidupan sekarang, yang sekarang yang makin individualistis, dan cenderung kompetitif, dan masih banyak dari kita yang menyukai kerja sendiri-sendiri dibandingkan bekerja bersama-sama. Ego daerah, ego sektoral lebih menonjol dibandingkan sinergi  dan kerjasama. Inilah yang perlu saya ingatkan pada hari ini.

Hadirin yang saya hormati,

Bulan Bhakti Gotong Royong merupakan momentum kita bersama untuk mengingatkan kita semuanya tentang arti penting  gotong royong, terutama generasi penerus yang akan memikul sejarah ke depan. Kita perlu menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak kita, kepada generasi muda kita, sebab merekalah pemuka masa depan bangsa ini.

Semangat gotong royong memang harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak kita. Generasi muda senantiasa bermusyawarah dalam memutuskan dan gotong royong dalam bekerja. Itulah sebabnya semangat gotong royong harus diajarkan melalui kegiatan praktik-praktik yang nyata dan bukan sekedar wacana.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Hari ini kita juga memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-43, dan tujuan diperingatinya Hari Kesatuan Gerak PKK ke-43 adalah untuk mengingatkan kita semua peran keluarga lebih khusus peran ibu, peran perempuan dalam membangun keluarga yang sehat dan sejahtera. Keluarga yang kuat membuat membuat kita bisa membangun masyarakat, membangun bangsa untuk maju dan sejahtera.

Sekali lagi saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para ibu dan kaum perempuan, para penggiat PKK di seluruh pelosok tanah air yang tanpa lelah dan dengan penuh semangat telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat. Ini yang banyak kita belum tahu apa sebetulnya peran PKK itu.

Jadi kalau disampaikan seperti itu masyarakat siapa yang bisa menyampaikan. Yang punya organisasi ke bawah itu siapa? PKK. Jangan sepelekan PKK. Ya karena ada yang menyepelekan enggak mau saya disepelekan. Setiap hari yang ke RT, RW, yang ke bawah itu PKK. Siapa yang bisa memberitahu kepada masyarakat mengenai gizi, mengenai angka kematian ibu dan anak, mencegahnya seperti apa, PKK, jangan keliru.

Oleh sebab itu secara khusus saya ingin menyampaikan sekali lagi penghargaan, apresiasi kepada tim penggerak PKK, baik tingkat pusat, baik tingkat daerah atas capaian-capaian yang selama ini telah dikerjakan. Ke depan saya ingin melihat PKK tumbuh sebagai sebuah gerakan dan lebih berperan lagi jadi ujung tombak dalam melaksanakan program-program prioritas pemerintah. Di bidang kesehatan, di bidang pendidikan dan program-program kesejahteraan rakyat lainnya sampai ke tingkat akar rumput, sampai ke tingkat bawah.

Akhirnya terima kasih kepada pemerintah daerah Sulawesi Utara, Bapak Gubernur serta seluruh warga masyarakat Sulawesi Utara atas diselenggarakannya acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Goyong Masyarakat ke-12 dan hari Kesatuan Gerak PKK ke-43.

Akhirnya dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim dengan ini saya nyatakan puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-43 secara resmi dimulai.

Terima kasih,

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Shalom

(Humas Setkab)

 

Transkrip Pidato Terbaru