Sambutan Presiden Joko Widodo pada Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018 dan Sosialisasi Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM 0,5%, 12 Juli 2018, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 12 Juli 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 4.801 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja,
Gubernur Banten,
Yang saya hormati Ketua Dekopin beserta seluruh jajaran pengurus,
Para Bupati, Wali Kota,
Yang saya hormati para perwakilan Gerakan Koperasi Indonesia, seluruh insan koperasi, pegiat-pegiat koperasi, para pelaku koperasi dari seluruh Tanah Air,
Hadirin dan tamu undangan yang berbahagia.

Pertama-tama saya ingin mengingatkan dan menyadarkan kepada kita semuanya, bahwa kita sekarang ini hidup, yang pertama di era teknologi, yang kedua di era globalisasi, dan yang ketiga di era milenial. Kita harus sadar semuanya bahwa perubahan sekarang ini terjadi begitu sangat cepatnya. Revolusi Industri 4.0 menurut McKinsey Global Institute, perubahan yang terjadi 3.000 kali dibandingkan perubahan pada revolusi industri yang pertama. Artinya apa, perubahan ini akan sangat cepat sekali.

Oleh sebab itu, kita harus sadar semuanya, kita harus mengerti semuanya, apa itu artificial intelligence, apa itu internet of things, apa itu big data, apa itu advanced robotic. Kita harus mengerti semuanya, kalau tidak kita ditinggal. Perkembangan-perkembangan hyperloop, Tesla, cryptocurrency, ini harus mengerti semuanya. Insan koperasi juga sama, ini harus mengerti semuanya. Karena perubahan ini akan sangat cepat sekali. Sering regulasinya belum ada perubahannya sudah datang, peraturannya belum ada perubahannya sudah datang. Inilah perubahan-perubahan yang harus kita sadari bersama agar kita tidak ditinggal oleh zaman.

Kemudian koperasi. Tadi saya sangat senang sekali bahwa perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik. Kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48 dari sebelumnya 3,99. Ada peningkatan yang cukup baik, tetapi belum melompat, belum meloncat. Yang kita ingin adalah sebuah lompatan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki ini.

Saya mendengar ada koperasi di Indonesia yang sudah masuk bursa 3 bulan yang lalu, dari Kospin Jasa. Betul? Kita harus mulai berpikir ke arah-arah itu, koperasi harus mulai masuk ke arah-arah itu.

Kita sekarang hidup di era teknologi. Kita semua masih ingat sewaktu belum ada handphone, belum ada HP, mau menelpon hanya bisa dari rumah atau dari kantor. Dulu sebelum ada handphone, kita harus ingat itu, karena telepon semuanya pakai kabel. Kemudian muncul GSM dan berbagai macam handphone yang merek-mereknya kita ingat saya kira, ada Nokia, Motorola, Ericsson. Kemudian lahir era smartphone yang sekarang sudah menjadi telepon genggam android dengan berbagai variasi. Kita masuk lagi begitu sangat cepatnya dari tahun ke tahun ke era Google, Facebook, YouTube, Instagram. Di dalam kita ada sekarang Gojek, ada Grab, ada Tokopedia, ada Traveloka, ada Bukalapak, ada Blibli. Semuanya ini harus kita ikuti, ada apa ini.

Saya sekarang mau beli satai enggak usah ke warung satai, saya minta Gofood 30 menit sampai. Mau beli gado-gado enggak usah ke warung gado-gado. Saya minta dengan Gofood atau yang lain 30 menit sampai di rumah. Perkembangan seperti ini harus kita lihat. Semua harus melihat perkembangan-perkembangan seperti ini.

Bagaimana koperasi masuk ke teknologi-teknologi digital. Saya kira di awalnya enggak usah yang canggih-canggih, mulai dulu dengan semua anggota koperasi harus pintar pakai WhatsApp (WA). Semua anggota koperasi fasih bagaimana memanfaatkan fitur-fitur yang ada di dalam aplikasi WhatsApp (WA). Kemudian pastikan koperasi juga pasang laman, pasang laman di Instagram, pasang laman di Twitter, di Facebook. Dan sekali kita sudah masuk ke media sosial, koperasi sudah masuk ke media sosial, kita harus mengerti juga mana posting-posting yang menarik, mana posting-posting yang menyentuh, mana posting-posting yang memukau dan menarik perhatian. Kalau kita mulai masuk ke sana kita akan mengerti, karena kalau enggak ya percuma. Enggak bakal ada yang like atau enggak ada yang bakal mem-follow kita.

Hal-hal seperti ini harus mulai dimasuki dan pelan-pelan nanti berkembang dengan aplikasi-aplikasi yang lebih canggih. Seperti mulai jualan di platform e-commerce, yang tadi sudah saya sampaikan, misalnya di Tokopedia, di Bukalapak, di Lazada misalnya, atau mau buat online store sendiri. Karena anak-anak muda sekarang semuanya ada di situ, di Instagram, di Twitter, di YouTube, di Gojek, di retail-retail online.

Bapak-Ibu sekalian yang saya hormati,
Sekali kita sudah masuk di yang namanya Instagram, Twitter, YouTube, akan terasa sekali bahwa yang namanya internet itu betul-betul global. Tadi di depan saya sampaikan globalisasi, kita sudah masuk ke benar-benar global. Dan internet itu betul-betul borderless, tidak kenal batasan antarnegara. Sekali kita masuk ke sana, artinya kita sudah langsung global. Dan itu juga kenapa kita sekarang benar-benar sudah hidup dalam sebuah era globalisasi. Dengan internet, sudah tidak ada lagi yang namanya jarak, mau 1.000 meter mau 1.000 kilometer, rasanya komunikasi dan interaksi itu sudah sama-sama mudahnya, sama-sama gampangnya.

Dan dengan jarak yang sudah semakin tidak relevan, Indonesia, negara kita ini akan terus semakin terintegrasi dengan dunia, dengan negara-negara lain. Dengan demikian persaingan pun juga sudah menjadi global, sekurang-kurangnya regional. Mau tidak mau, suka tidak suka, dunia telah menjadi terbuka seperti itu karena adanya teknologi, karena adanya internet.

Dalam kondisi seperti ini menjadi sangat penting kita juga belajar dari yang terbaik-terbaik yang ada di dunia. Mari kita lihat bersama contoh-contoh terbaik yang namanya koperasi dari seluruh dunia. Saya ingin ada 1, 2, 3, 4, 5 koperasi kita ini yang masuk ke 100 besar koperasi global atau 300 besar koperasi global. Saya tadi sudah sampaikan, Kospin Jasa sudah melantai di bursa. Saya tahu Koperasi Sidogiri juga omsetnya/perputaran uangnya sudah lebih dari 16 triliun. Seperti ini yang harus diikuti oleh koperasi-koperasi yang lain, apa kuncinya. Ditanyakan ke sana, kuncinya apa bisa berkembang begitu sangat cepatnya.

Mari kita lihat contoh-contoh terbaik koperasi yang ada di dunia. Kita lihat Fonterra dari Selandia Baru, dari New Zealand. Fonterra adalah sebuah koperasi yang bergerak di bidang susu dan produk susu yang dimiliki bersama oleh 10.500 petani di Selandia Baru, menghasilkan omset 17,2 miliar New Zealand Dollar Baru atau sekitar 165 triliun rupiah. Ini koperasi, 165 triliun rupiah per tahun omsetnya. Coba datangi saja Fonterra, datangi. Memulainya dari apa, kemudian kenapa berkembang menjadi 165 triliun per tahun itu, kuncinya di mana. Belajar di sana seminggu, 2 minggu, 3 minggu, bisa. Orang kita ini pintar-pintar kalau disuruh meng-copy/menjiplak/meniru. Enggak apa-apa, modifikasi menjadi lebih dari Fonterra. Enggak usah berpikir, sudah ditiru, sudah. Tiru, modifikasi sedikit, melompat kita. Kenapa tidak seperti itu?

Dengan omset segitu, Fonterra telah menjadi perusahaan terbesar. Fonterra ini menjadi perusahaan terbesar di Selandia Baru, di New Zealand. Bayangkan coba, perusahaan terbesar itu adalah koperasi. Kita ingin di Indonesia juga sama, ada perusahaan Indonesia yang terbesar adalah koperasi. Sudah, ajak bareng-bareng Pak Menteri Pak Nurdin, Pak Ketua Dekopin, ajak bareng-bareng ke sana, tapi jangan banyak belanjanya. Ke sana itu ya betul-betul belajar, bagaimana mereka me-manage koperasinya sehingga menjadi perusahaan terbesar di New Zealand. Dan Fonterra ini telah berhasil merebut 30 persen, Fonterra berhasil merebut 30 persen dari seluruh ekspor susu dan produk susu di dunia. Dan ini adalah, sekali lagi, sebuah koperasi, koperasi, koperasi. Mereka bisa kenapa kita tidak?

Kemudian ada lagi sebuah koperasi di Amerika. Datangi, ini sejarahnya menarik, namanya Ocean Spray. Koperasi yang sangat sukses mengembangkan buah cranberry. Dari awalnya cuma mengumpulkan hasil petani cranberry, kemudian menjual buah segarnya cranberry. Kemudian Ocean Spray mengembangkan produk minuman, membuat jus dari cranberry, sampai kemudian juga membuat kismis cranberry, buah cranberry yang dikeringkan dan banyak dipakai untuk kue-kue, saus untuk es krim, dan yang lain-lainnya.

Produk-produk buah seperti ini kita memiliki banyak sekali. Dan tadinya sebuah produk yang hanya dikonsumsi di Amerika, kemudian cranberry sudah diekspor ke seluruh dunia. Ini mirip dengan Fonterra tadi, omsetnya juga sudah mencapai miliaran dolar atau puluhan triliun. Dan contoh-contoh seperti ini banyak sekali di seluruh dunia. Yang kelihatan dari contoh-contoh seperti itu, yang namanya koperasi ini memang harus menjadi sebuah wadah, tapi dengan sebuah skala ekonomi yang besar. Memiliki efisiensi diproduksi dan distribusinya. Dan bahkan koperasi harus menjadi wadah untuk inovasi dan penggerak inovasi. Inovasi bagaimana cara berproduksi yang baik, inovasi bagaimana membuat variasi-variasi produk yang baik, inovasi bagaimana membuat kemasan-kemasan yang baik, inovasi bagaimana memasarkan, me-marketing-i produk-produk yang ada.

Koperasi juga selayaknya menjadi tempat para anggota untuk belajar bersama mengenai marketing, mengenai kemasan, mengenai variasi produk. Tempatnya memang harus di koperasi. Inilah sistem ekonomi gotong royong yang ingin kita kembangkan terus, dan mengumpulkan, menebarkan pengetahuan informasi-informasi yang terkini dan juga mengembangkan keterampilan-keterampilan baru di antara anggota-anggota koperasi.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Dan juga tadi sudah disampaikan oleh Menko Ekonomi lewat PP, kita telah menurunkan PPh Final. Kenapa ini kita kerjakan menurunkan PPh final dari 1 persen menjadi 0,5 persen karena saya setiap bertemu UKM, ketemu UMKM, ada keluhan-keluhan agar pajak itu bisa diturunkan. Tetapi kalau sudah diturunkan dari 1 persen menjadi 0,5 persen, saya mengajak marilah kita bersama-sama membayar pajak. Sudah diturunkan, enggak bayar lagi. Gunanya apa diturunkan?

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selamat atas Hari Koperasi Nasional. Dirgahayu Hari Koperasi Nasional.

Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru