Sambutan Presiden Joko Widodo pada Silaturahmi dengan Santri, Siswa,  dan Mahasiswa, 7 Juni 2018, di Pondok Pesantren Darul Ma’arif, Indramayu, Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Juni 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 2.905 Kali

Logo-Pidato2Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin, wassalatu was salamu ‘ala ashrifil anbiya i wal-mursalin,
Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

Yang saya hormati yang mulia para ulama-ulama yang hadir pada pagi hari ini, wabil khusus Bapak Kyai Haji Dedi Wahidi, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ma’arif beserta seluruh jajaran pengurus, seluruh jajaran pengasuh pondok, serta para mahasiswa, para santri yang pagi hari ini hadir,
Yang saya hormati Bapak Agum Gumelar Wantimpres, Bapak Teten Masduki Koordinator Staf Khusus, serta Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat,
Bapak-Ibu sekalian hadirin yang berbahagia.

Saya sudah ke Pondok Pesantren Darul Ma’arif ini adalah kali yang kedua. Dan untuk yang kedua kalinya saya harus menyampaikan apa adanya, inilah pondok pesantren yang tata ruangnya,  yang tanamannnya, yang ada waduk/danaunya, yang tercantik, terindah, terbersih dari pesantren-pesantren yang saya lihat. Saya pernah masuk ke banyak sekali pondok pesantren tapi sekali lagi, Pondok Pesantren Darul Ma’arif adalah pondok pesantren yang terbersih, tercantik, dan ter ter yang lainnya. Ini adalah pondok pesantren yang dikelola dengan manajemen yang sangat modern, dengan manajemen yang sangat baik. Saya tidak kaget kalau banyak masyarakat ingin menyekolahkan putra-putrinya ke Pondok Pesantren Darul Ma’arif ini.

Yang kedua, menjawab tadi apa yang disampaikan oleh Pak Kyai tadi mengenai rusun untuk para santri putra dan putri, tadi diminta oleh beliau dua rusun tiga lantai. Saya sampaikan saya sanggupi untuk segera dibangun. Insyaallah nanti setelah lebaran akan datang tim kemudian mengecek lokasi dan segera bisa kita kerjakan dan bisa segera dipakai oleh santri dan santriwati.

Yang kedua, saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa negara kita ini adalah negara besar. Indonesia adalah negara besar. Kita sekarang telah memiliki 263 juta penduduk kita, sangat besar sekali. Bandingkan dengan Singapura, Singapura penduduknya kurang lebih 5 juta, Malaysia penduduknya 24 juta. Indonesia penduduknya sekarang ini 263 juta.

263 juta itu hidup di 17.000 pulau yang kita miliki, di 514 kabupaten/kota yang kita miliki, di 34 provinsi yang kita miliki. Indonesia memiliki 714 suku, memiliki 1.100 lebih bahasa daerah. Memang negara kita Indonesia ini diberi anugerah oleh Allah SWT, berbeda beda, beragam, majemuk. Berbeda suku, berbeda agama, berbeda adat, berbeda tradisi. Inilah negara kita Indonesia, ini perlu saya mengingatkan kepada kita semuanya.

Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengajak kepada kita semuanya, sadar akan betapa perbedaan-perbedaan yang ada itu memang sudah menjadi anugerah yang diberikan Allah kepada kita. Bandingkan coba di Singapura, Singapura itu hanya ada 4 suku, Indonesia 714. Di Afghanistan ada 7 suku, hanya 7 suku, negara kita 714 suku. Inilah besarnya negara kita, dan ini harus kita sadari.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita harus terus merawat, harus terus menjaga perbedaan-perbedaan itu sebagai sebuah kekuatan. Saya mengajak marilah kita menjaga ukhuwah islamiyah kita, marilah kita menjaga ukhuwah wathaniyah kita, marilah kita menjaga ukhuwah insaniyah kita. Karena memang negara kita Indonesia ini adalah berbeda-beda.

Terakhir saya mengajak sekali lagi kepada kita semuanya untuk meningkatkan persaudaraan kita, meningkatkan persatuan kita. Ini juga sekaligus menunjukkan kepada dunia, bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang rahmatan lil allamin. Hanya dengan bersatu kita akan dapat mengatasi berbagai persoalan, baik kemiskinan, ketimpangan, dan akhirnya kita akan mampu membawa Indonesia ke negara yang adil, makmur, dan sejahtera.

Demikian yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Terima kasih,
Saya tutup,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Transkrip Pidato Terbaru