Sambutan Presiden Joko Widodo pada Silaturahmi dengan Teladan Nasional, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, dan Gita Bahana Nusantara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 20 Agustus 2018, di Istana Negara, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 20 Agustus 2018
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 2.300 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Haji Muhammad Jusuf Kalla beserta seluruh menteri yang hadir, Panglima TNI, Kapolri,
Bapak-Ibu semuanya terutama para Teladan Nasional yang hadir siang hari ini, kemudian para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, para anggota Gita Bahana Nusantara,
Dan Bapak-Ibu sekalian hadirin yang berbahagia.

Alhamdulillah kemarin perayaan 73 tahun kemerdekaan Indonesia sudah berjalan dengan baik dan lancar. Saya sangat bangga. Dan pada kesempatan yang baik ini, saya ingin bisa mengucapkan  terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semuanya yang ada di sini. Karena saya tahu  Saudara-saudara telah bekerja keras sepenuh hati memeriahkan perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-73.

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian,
Kita sadar bahwa sebagai sebuah negara yang besar 260 juta penduduk kita, sekali lagi sebagai sebagai sebuah negara yang besar pasti tantangan-tantangan yang ada terhadap negara kita ini juga besar pula dalam kita meraih cita-cita kemerdekaan, yaitu masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Bukan sesuatu yang mudah juga, penuh tantangan. Bukan sesuatu yang mudah dalam kita menggapai cita-cita itu untuk berdiri sama dengan negara-negara maju. Tetapi saya memiliki optimisme dengan para teladan yang hadir di sini, dengan para anggota Paskibraka yang hadir di sini, saya optimis negara ini memiliki sebuah masa depan yang baik.

Dengan catatan-catatan, kita mau kerja keras, kita harus mau kerja keras. Saya selalu sampaikan kepada yang muda-muda, jangan bermalas-malasan, jangan senang yang instan. Tidak ada sesuatu yang instan itu, semuanya pasti melalui sebuah proses, baik proses pendek, proses panjang, pasti semuanya. Negara lainnya semua juga mengalami, tidak negara yang tahu-tahu meloncat menjadi negara maju. Pasti ada tahapan-tahapannya. Dari negara miskin menjadi negara berkembang, negara berkembang  menjadi negara yang maju, pasti ada tahapan-tahapannya.

Oleh sebab itu, pada kesempatan yang baik ini saya titip kepada kita semuanya dan kita harus sadar bahwa perubahan-perubahan dunia sekarang ini begitu sangat cepatnya. Saya rasa semuanya sekarang mengikuti yang namanya artificial intelligence, yang namanya advanced robotic, yang namanya cryptocurrency, bitcoin. Semuanya pasti mengikuti kemajuan-kemajuan yang begitu cepat, ada tesla, ada hyperloop, ada spaceX. Kalau kita tidak bisa mengikuti perubahan-perubahan yang ada, larinya perubahan-perubahan yang begitu sangat cepatnya, apalagi kita tidak mau bekerja keras ya bisa betul-betul kita ditinggal oleh negara-negara lain. Karena kompetisi semakin sangat berat, persaingan juga semakin tidak ringan. Tetapi dengan semangat pantang menyerah, dengan semangat maju tak gentar, saya rasa kita memiliki sebuah peluang besar untuk menjadi sebuah negara yang maju. Revolusi Industri 4.0 juga sudah datang. Dan banyak yang mengatakan perubahan Revolusi Industri 4.0 ini 3.000 kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama. Artinya, perubahannya akan sangat cepat sekali.

Oleh sebab itu, saya titip baik para guru teladan, petani teladan, KUA teladan, karang taruna teladan, transmigran teladan, dokter teladan, penyuluh teladan, kelompok tani hutan, pencinta alam teladan, saya rasa kalau keteladanan-keteladanan yang Bapak-Ibu miliki  itu bisa ditularkan ke kanan kiri, saya yakin negara ini akan cepat, lebih cepat majunya. Jangan sampai kita ini tidak optimis. Jangan sampai kita ini pesimis menghadapi masa depan. Karena kita memiliki potensi-potensi, memiliki kekuatan-kekuatan yang negara lain tidak punya. Tapi kalau tidak ada kerja keras dari kita semuanya ya sekali lagi mohon maaf, kita harus sampaikan apa adanya ya akan ditinggal betul kita.

Urusan investasi, urusan ekspor kita ini sudah ditinggal oleh negara-negara tetangga kita. Singapura sudah ninggal kita, Malaysia sudah ninggal kita, Filipina sudah ninggal kita, Thailand sudah ninggal kita, Vietnam baru saja meninggalkan kita. Hati-hati, kalau kita tidak mau bekerja keras ya bisa nanti negara-negara misalnya kayak Laos meninggalkan kita, Kamboja bisa meninggalkan kita nanti. Ini yang perlu saya ingatkan kepada Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian agar kita menyadari betul bahwa kompetisi dan persaingan itu ada di depan mata kita.

(Dialog Presiden RI dengan Teladan Nasional, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, dan Gita Bahana Nusantara)

Saya rasa itu Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi, terima kasih atas keteladanan dan contoh yang diberikan oleh Bapak, Ibu, dan Saudara-sudara sekalian agar negara ini bisa kita bawa ke arah yang lebih baik.

Saya tutup,
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

 

Transkrip Pidato Terbaru