Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Silaturahmi Dengan Tokoh Lintas Agama, Di Istana Negara, 23 Juli 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Juli 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 14.703 Kali

Logo PidatoBismilahiraahmanirrahim
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semuanya
Om swastiastu.

Pak Wapres beserta Bapak, Ibu semuanya, utamanya seluruh tokoh agama, ulama yang pada sore hari ini hadir.

Beberapa kali saya kira, saya sering menyampaikan, dan saya kira juga  pimpinan pemuka agama juga sudah sering menyampaikan, dan kita juga berkali-kali dimanapun baik di kampung-kampung maupun forum-forum besar, mesjid-mesjid besar sering menyampaikan bahwa negara kita ini beragam, plural. Dalam kebhinekaan itu sampai saat ini alhamdulilah kita bisa bersatu, bisa rukun, bisa saling toleransi, bisa saling menghormati, bisa saling menghargai. Tetapi saya kira dalam negara sebesar Indonesia ini yang terbentang dari Sabang sampai Merauke 17 ribu pulau, yang beraneka ragam suku, beraneka ragam bahasa daerah, dan juga beragam agama, adanya gesekan-gesekan kecil saya kira memang kita semuanya sepakat untuk segera dipadamkan, segera dihilangkan agar tidak yang kecil itu membesar dan menjadi besar.

Selama ini saya kira kita sudah banyak diingatkan akan ancaman SARA (suku ras dan agama) dan kita juga sudah sering mengingatkan bahwa bangsa Indonesia masih harus berjuang keras meskipun masih ada kecil-kecil riak-riak. Tetapi kita masih berjuang keras agar yang namanya toleransi itu bisa kita tegakkan, dan kita akan terus memperjuangkan agar persaudaraan dan kerukunan lintas agama di tanah air ini betul-betul bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ini saya kira peran Bapak, Ibu, sebagai ulama dan tokoh agama, saya kira sangat menentukan sekali memberikan nasehat-nasehat, memberikan wejangan-wejangan kepada yang di bawah agar akar rumput ini bisa menjadi dingin dan sejuk justru tidak memanas-manaskan suasana.

Seperti di depan tadi saya sampaikan, sudah 70 tahun kita berhasil menjaga keselarasaan hidup bersama, keberagaman, tentu saja dengan berbagai hambatan dan tantangan-tantangan di lapangan yang ada. Kita harap ke depan kita terus lebih maju, bijak, agar masyarakat kita tidak terprovokasi oleh hal yang sebetulnya kecil yang bisa segera kita padamkan. Saya kira peran seluruh pemuka agama, ulama sangat penting dalam hal ini.

Oleh sebab itu, pada sore hari ini kita bertemu, dan saya percaya bahwa para tokoh lintas agama sependapat dengan saya bahwa bangsa ini akan maju kalau berhasil melampaui sekat-sekat identitas SARA, dan kita akan maju kalau kita bisa bersatu padu.

Saya juga ingin mengingatkan kita semuanya bahwa apa yang terjadi di Tolikara itu seharusnya memang tidak terjadi kalau komunikasi kita baik, kalau saling silaturahmi kita ini baik sehingga sebelum kejadian semuanya bisa  berbicara dan berkomunikasi terlebih dahulu. Tetapi tidak ada kata yang terlambat, saya kira ke depan itulah yang ingin  kita lakukan terus agar gesekan-gesekan yang ada ini bisa kita selesaikan dengan baik.

Saya kira ini yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Pada saat kejadian juga sudah saya sampikan kepada aparat agar tegas menyelesaikan masalah ini dalam penegakan hukum terhadap masalah ini sehingga siapapun sama di mata hukum, agama apapun, dan saya juga melihat Kapolri sudah turun langsung ke lapangan, kemarin Panglima juga sama sudah langsung membersihkan puing dengan masyarakat beberapa hari yang lalu.

Insya allah pada hari ini juga sudah dimulai dibangun kios dan musholanya sehingga jejak peristiwa yang kemarin itu di kota Tolikara semoga sudah tidak ada masalah dan kita harap itu menjadi pelajaran kita  semuanya, sekali lagi bahwa karena kita ini beragam.

Saya kira ini yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Saya persilakan apabila ada hal yang ingin disampaikan, kami berikan waktu untuk menyampaikan tetapi sekali lagi dalam kerangka menuju sebuah kerukunan, menuju sebuah persatuan, sebuah toleransi di antara kita semuanya menuju sebuah Indonesia ke depannya lebih maju dan lebih baik.

Terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru