Sambutan Presiden Joko Widodo pada Video Conference dengan Warga Indonesia Yang Berada di Sydney, Australia, 6 November 2016, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 November 2016
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 3.702 Kali

Logo-Pidato2Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Pak Dubes, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya yang pada siang hari ini berkumpul di Sydney,
Pertama-tama, saya ingin menyampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa bertatap muka langsung dengan Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya karena situasi di negara kita yang tidak memungkinkan saya meninggalkan tanah air, meskipun saat ini semuanya sudah dalam posisi yang baik, normal kembali 100 persen. Dan kemarin siang saya juga telah menelepon Perdana Menteri Turnbull dan menyampaikan untuk kunjungan kenegaraan saya ke Australia ditunda beberapa saat, yang nanti akan kita reschedule lagi. Dan beliau sangat memahami situasi ini.

Yang kedua, yang ingin saya sampaikan bahwa saat ini kita terus mengejar ketertinggalan kita pembangunan kita. Terutama memang masalah besar yang kita hadapi adalah yang berkaitan dengan ketimpangan, yang berkaitan dengan kemiskinan, dan yang berkaitan dengan pengangguran. Oleh sebab itu, untuk mengejar ini kita terus melakukan percepatan-percepatan pembangunan infrastruktur, percepatan-percepatan kebijakan-kebijakan deregulasi. Yang kita harapkan kita bisa bersaing, bisa berkompetisi dengan negara-negara lain. Dan yang ketiga, pembangunan sumber daya manusia yang memang ini akan kita lakukan terus dalam sebuah manajemen yang masif, besar-besaran. Sehingga, level tingkatan pembangunan sumber daya manusia ini betul-betul bisa kita tingkatkan.

Yang ketiga yang ingin kami sampaikan adalah yang berkaitan dengan situasi dan kondisi keamanan di tanah air. Saya sampaikan bahwa kondisinya aman, stabilitas politik juga tidak ada masalah, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tetapi masih memerlukan konsolidasi-konsolidasi politik, konsolidasi-konsolidasi kenegaraan. Oleh sebab itu, kemarin dari pagi sampai tengah malam kita terus mengundang tokoh-tokoh– tokoh-tokoh politik, tokoh-tokoh agama—yang kita untuk kita undang untuk memberikan masukan-masukan dalam rangka memberikan rasa sejuk, mendinginkan suasana. Dan hal-hal seperti itulah yang terus akan kita lakukan dalam minggu-minggu ini. Ekonomi juga berjalan seperti biasanya.

Memang seperti yang sudah sering saya sampaikan bahwa konstitusi kita memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, memberikan ruang untuk berdemonstrasi. Tetapi penyampaian itu harus dilakukan dengan cara-cara yang tertib dan damai. Inilah saya kira pendewasaan-pendewasaan kita dalam berdemokrasi sehingga kita harapkan ke depan penyampaian-penyampaian aspirasi itu bisa dilakukan dengan baik, dengan tertib, dengan damai.

Tetapi, kalau sudah masuk pada pelanggaran hukum, rusuh, saya pastikan aparat keamanan, Kepolisian, akan melakukan penegakan hukum dengan tegas. Kita ingin Indonesia kita terus kita jaga agar aman dan damai sehingga pembangunan terus bisa kita laksanakan.

Jadi sekali lagi, negara saat ini berada pada kondisi yang aman, kondisi yang baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Nanti setelah ketemu schedule-nya saya akan tetap, moga-moga masih dalam bulan ini tetap ke Australia, tetap ke Sydney dan bisa bertemu dengan Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya.

Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Transkrip Pidato Terbaru