Sambutan Presiden Joko Widodo Pasa Saat Kick Off Proyek 2 X 1000MW PLTU Batang, Jawa Tengah, 28 Agustus 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 31 Agustus 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 14.187 Kali

Logo PidatoBismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Tengah beserta Ibu.

Yang saya hormati Bupati Batang beserta seluruh bupati dan wakil bupati baik di Maluku Tenggara, di Timur Tengah NTT, di Nunukan Kalimantan Utara dan juga Gubernur Kepulauan Riau serta utusan Duta Besar Jepang, Dirut PLN, seluruh konsorsium, investor yang saya hormati, hadirin dan undangan yang berbahagia.

Kita tadi melihat betapa sangat berbahagianya dan senangnya rakyat di perbatasan-perbatasan, di pulau-pulau terdepan, yang terpencil yang telah kita selesaikan ada 50 lokasi. Meskipun itu adalah listrik dalam jumlah yang kecil, ada yang 100 kilowatt, 200 kilowatt, 500 kilowatt, bukan megawatt ya tapi kilowatt, jadi kecil-kecil sekali.

Totalnya ada 67 megawatt tetapi dari listrik itulah anak-anak kita belajar setiap hari, anak-anak kita bisa tiap malam menghidupkan listrik dan belajar. Juga nelayan-nelayan kita, tadi kita dengarkan bisa membeli freezer dan menghidupkan untuk menagwetkan ikannya. Belum usaha-usaha kecil di kampung-kampung, garmen kecil-kecil, ibu yang menjahit kecil-kecil, di kamping-kampung, di desa-desa, di perbatasan yang semuanya itu membutuhkan listrik.

Ini yang sering kita lupa, orang berpikirnya investor, pemodal besar. Ya kalau kita ingin membangun dua kali seribu megawatt seperti yang ada di Batang ini memang memerlukan modal yang besar. Karena APBN tidak cukup, tidak mencukupi untuk menyelesaikan sehingga menggandeng investor. Inilah yang pertama proyektiviti antara pemerintah yaitu PLN dan swasta. Dan kita harapkan nantinya dari dua kali seribu megawatt ini juga sama, akan dialirkan ke seluruh pelosok di Jawa dan di Bali.

Apa yang kita lihat sama seperti tadi yang saya sampaikan, anak-anak bisa belajar sehingga pintar, nelayan bisa membeli freezer dan bisa mendapatkan aliran listrik. Toko-toko kecil di desa malam hari bisa hidup dan bisa berjualan, juga usaha di kampung-kampung semuanya bisa jalan. Usaha-usaha mikro, usaha-usaha kecil semuanya dan juga industri besar yang membutuhkan listrik juga siap berjalan, hotel-hotel dibangun juga mendapatkan aliran listrik. Karena apa, setiap saya ke kabupaten, setiap saya ke porvinsi, di daerah manapun terutama di luar Jawa selalu keluhannya hanya satu. “Pak listriknya “byarpet“, Pak listriknya mati enam kali, Pak listriknya hanya hidup pada siang hari, Pak listriknya hidup hanya pada malam hari, Pak listriknya mati lima kali, keluhan itu.

Oleh sebab itu proyek ini, proyek di Batang ini yang sudah 4 tahun ditunda. Saya kemarin memberikan target kepada menteri harus bisa setelah dilantik, harus bisa diselesaikan enam bulan. Saya dorong terus, saya kejar terus, enam bulan harus selesai, ternyata tidak selsai. Tetapi hari ini setelah mundur empat bulan, Alhamdulillah hisa kita selesaikan. Kalau masih ada 1,9% yang masih bermasalah itukan 1,9%, tidak ada 2%. Tadi Pak Gunernur bisik-bisik saya, nanti saya rampungkan Pak Presiden. Sebulan beri saya waktu, sudah. Belum diperintah beliau sudah menyanggupi ya sudah. Rampung masalahnya.

Ya memang harus seperti itu. Semuanya bekerja, saya dorong menteri, menteri mendorong ke Gubernur, Gubernur juga pasti mendorong ke Pak Bupati, Bupati mendorong Pak Camat, Pak Camat juga berhubungan dengan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama. Memang bekerja harus seperti itu. Setiap proses, progres, kemajuannya dilihat. Setiap hari, setiap minggu, setiap bulan ada ceklist mana yang selesai, mana yang belum, yang masih dalam progres semuanya memang harus dikerjakan seperti itu, kejar-kejaran.

Saya enggak tahu sudah berapa kali telepon ke Pak Bupati, telepon ke Pak Gubernur, kalau ke Dirut PLN setiap hari, terus saja. Inilah kerja-kerja yang kita tidak mau lagi ada proyek yang berhenti, proyek yang mangkrak, proyek yang tidak bisa diselesaikan gara-gara apa, izin misalnya. Izin-izin, gara-gara pembebasan lahan sudah.

Saya sudah menyampaikan ini adalah bukti bahwa pemerintah bisa meyelesaikan persoalan, bukti bahwa pemerintah bisa menyelesaikan problem-problem yang ada. Jangan ada yang ragu lagi nanti investasi, investor ragu. Kita ingin tunjukkan kita bisa menyelesaikan masalah, kita menyelesaikan problem. Alhamdulillah dan pada siang hari ini akan dilakukan construction kick off dan kita berharap ini akan menjadi model, dan menjadikan kita semuanya optimis bahwa problem-priblem yang ada yang berkaitan dengan investasi bisa kita selesaikan.

Terima kasih pada semua pihak yang telah membantu. Sehingga kita harapkan setelah construction kick off ini, saya berharap agar PLN, Adaro, JPower, semuanya segera bekerja dan tidak boleh setelah kita ramai-ramai menyelesaikan kemudian tidak ada pekerja di lapangan. Saya mungkin akan dadak ngecek ke sini lagi, entah sebulan lagi, entah dua bulan lagi, entah tiga bulan lagi akan saya cek. Kalau pekerjaan ini selesai dan dulu ada kesanggupan pada saya akan diselesaikan tidak 60 bulan tapi 40 bulan. Moga-moga janji itu bisa diselesaikan sehingga ini selesainya 2018. Itu yang bisa saya sampaikan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru