Sambutan Presiden Republik Indonesia pada Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan, di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 12 Januari 2026
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 557 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Saudara Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT Pertamina Saudara Simon Aloysius Mantiri beserta jajaran direksi Pertamina, Komisaris Utama PT Pertamina Mochamad Iriawan dengan semua jajaran komisaris yang hadir, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Saudari Isma Yatun yang saya hormati.
Para Ketua Komisi DPR RI: Ketua Komisi VI Saudari Anggia Erma Rini beserta jajaran Komisi VI yang hadir, Ketua Komisi XII Saudara Bambang Patijaya beserta jajaran Komisi XII yang hadir;
Para Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Saudara Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Saudara Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Saudara Aris Marsudiyanto, Sekretaris Kabinet RI Letnan Kolonel Infantri Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Saudara Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Investasi Saudara Todotua Pasaribu. Coba dicatat, tidak hadir.

Yang saya hormati Gubernur Kalimantan Timur Saudara Rudy Mas’ud beserta Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Provinsi Kalimantan Timur. Saya lihat hadir Panglima, Pangdam (Panglima Komando Daerah Militer), Kapolda juga hadir dengan anggota, Kepala Kejaksaan, dan anggota Forkopimda yang lain. Wali Kota Balikpapan, tadi Saudara Rudy adalah Gubernur, Saudara Rahmad Wali Kota. Ini saudara ini? Kakak adik? Kakak adik, ya. Tidak apa-apa asal dipilih benar, ya. Wakil Gubernur hadir? Wakil Gubernur? Ini soalnya orang Gerindra di sini ini. Jangan Golkar saja. Friendfriend, kita friend.

Hadir juga saya dicatat di sini Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Aji Muhammad Arifin. Hadir? Yang Mulia. Sultan, kok, ditaruh di belakang? Di depan. Yang saya hormati dan banggakan para tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh hadirin undangan, rekan-rekan pers dan media yang turut hadir.

Saudara-saudara sekalian,
Tentunya kita selalu memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Mahabesar, Mahakuasa, yang memiliki sekalian alam, hanya kepadaNya lah kita berdoa dan hanya kepadaNya lah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, kebaikan, kedamaian yang masih diberikan kepada kita, atas segala kesehatan diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di sore hari ini untuk melaksanakan suatu acara yang bersejarah, yaitu Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Tadi kita sudah disebut bahwa acara seperti ini pernah dilakukan tahun ‘94, berarti 32 tahun yang lalu. Ya, lumayan, ya, cukup bersejarah. Tentunya saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan hari ini dengan peresmian ini, dan saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran personalia yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini. Para insinyur, para pekerja, aparat keamanan, pemerintah daerah, manajemen, dan masyarakat Balikpapan serta Kalimantan Timur. Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa.

Kita mengerti bahwa peradaban modern itu tergantung hal-hal yang esensial bagi berdirinya sebuah negara merdeka. Tentunya pertama, negara merdeka harus bisa menghasilkan pangannya sendiri. Ini sangat mendasar. Tidak masuk akal suatu negara ingin merdeka kalau tergantung makan dari luar negara tersebut, dan ini harus kita yakini.

Yang kedua, selain pangan, energi juga harus bisa kita hasilkan sendiri. Dan, alhamdulillah sebenarnya bangsa Indonesia dibeli karunia yang luar biasa dari Yang Maha Kuasa, kita punya sumber-sumber energi yang sangat besar. Cadangan batu bara kita salah satu yang terbesar di dunia. Kita juga punya kemampuan menghasilkan energi dari tanaman, dari kelapa sawit kita bisa hasilkan solar, diesel, biodiesel. Dari, dari batu bara kita bisa hasilkan gas, kita juga bisa hasilkan bensin, kita bisa hasilkan produk-produk energi lainnya. Kita bisa produksi DMA (dimetilasetamida) yang merupakan bisa menggantikan impor LPG kita dari luar. Kita juga punya geotermal terbesar di dunia yang belum kita manfaatkan secara maksimal. Juga kemampuan kita di energi dari air dan juga, Saudara-saudara, ke depan kita juga akan mengembangkan tenaga surya dengan panel-panel kita akan elektrifikasi sehingga kita sungguh-sungguh dapat menghasilkan energi kita sendiri. Tidak perlu kita impor energi dari luar. Ini sasaran kita. Kita harapkan dalam lima tahun kita bisa mencapai ini, tapi tidak ada masalah kalau tidak lima tahun, tahun keenam, kalau tidak tahun keenam, tahun ketujuh, yang penting kita harus menuju ke situ. Tapi, siapa tahu dengan kerja keras kita bisa menghasilkan lebih cepat.

Sebagai contoh, waktu saya mengambil alih kepimpinan nasional setelah saya menerima mandat dari rakyat, saya dilantik tanggal 20 Oktober, saya beri target kepada tim saya untuk swasembada beras dalam waktu empat tahun. Ternyata kita berhasil dalam satu tahun. Ini sesuatu yang tidak diduga-duga oleh siapapun. Ini hasil kerja keras daripada tim kita. Dari sinergi kabinet yang saya pimpin. K/L-K/L (kementerian/lembaga) bekerja sama, semuanya. Kita memangkas regulasi yang tidak masuk akal.

Dulu pupuk sulit, langka, para petani menjerit. Pabrik pupuk milik negara. Pupuk kita subsidi, tetapi sampai ke petani sangat sulit. Waktu itu ada 145 peraturan, 145 peraturan. Ada 11 K/L yang harus menyetujui, harus juga tanda tangan gubernur dan bupati. Jadi dari pabrik sampai ke petani mungkin dibutuhkan 13 tanda tangan. Bayangkan. Kita hilangkan itu semua, 145 peraturan kita hapus, dan sekarang tidak perlu 13 tanda tangan. Cukup satu tanda tangan, satu instruksi. Kemudian pupuk itu langsung ke petani dan petani tidak perlu pakai macam-macam. Cukup kartu penduduk, cukup disetujui oleh kepala desa, benar dia petani di sini. Dan, akhirnya kita berhasil. Pertama kali dalam sejarah bangsa kita, kita berhasil menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Sesungguhnya Menteri Pertanian melaporkan bisa menurunkan 25 persen. Tapi saya kasih tahu biarlah pabrik dapat keuntungan lima persen sehingga kita turunkan cukup 20 persen. Tetapi petani sudah sangat terima kasih. Dan, walaupun kita turunkan harga, ternyata volume pupuk naik 700 ribu ton. Jadi, petani sekarang harga terjangkau, barang ada. Ini contoh.

Sekarang juga perberasan. Perberasan, petani-petani beras sekarang penghasilannya naik. Nilai tukar petani naik, dari 106 jadi 125, tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan kita juga tertinggi, produksi kita, beras kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Saya kira harus diakui prestasi dan pekerjaan daripada tim ekonomi kita, tim pertanian kita. Membanggakan, ya. Dan ini bukan kita, apa, menepuk dada, tapi ini harus kita lakukan. Kita harus jadi bangsa yang percaya diri. Kita harus jadi bangsa yang bangga dengan prestasi kita. Kita tidak boleh jadi bangsa yang rendah diri. Bangsa yang selalu merasa kalah, merasa selalu tidak mampu bersaing sama bangsa lain. Kita tidak boleh. Di setiap bidang kehidupan, kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri.

Karena itu saya berbahagia, bangga. Hari ini satu langkah lagi di bidang energi kita menuju kemampuan kita untuk mandiri, kemampuan kita untuk berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak boleh tergantung energi kita dari luar. Tidak boleh. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Kita miliki semua, diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa. Tinggal kita mampu atau tidak sebagai bangsa.

Masalah kita harus akui, jangan kita tutup-tutupi. Pertamina yang sebenarnya adalah national champion kita. Pertamina mungkin satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune (Global) 500, ya. Satu-satunya perusahaan Indonesia yang nilainya adalah 100 miliar dolar dan harusnya menghasilkan yang lebih baik lagi untuk negara dan bangsa. Dan, kita harus mengakui bahwa beberapa tahun belakangan rakyat pun merasa bahwa terjadi manajemen, terjadi permainan-permainan tidak sehat di Pertamina dan di pengaturan ESDM kita. Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar. Dengan impor dari luar dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak, segelintir orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat.

Karena itu, waktu saya menjadi presiden, saya bertekad untuk membersihkan Pertamina. Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda dan saya beri tugas. Jangan korupsi, jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis, Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar. Godaan akan banyak, tapi Saudara harus teguh dengan semua jajarannya dan saya kasih wewenang seluas-luasnya, siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Enggak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat, cari.

Saudara-saudara,
Ini tekad kita semua. Terus saya pesankan, mari kita hasilkan untuk rakyat kita pemerintahan yang bersih, manajemen yang amanah, mengelola sumber kekayaan bangsa dengan sebaik-baiknya, Saudara-saudara sekalian. Malu kita dengan bangsa lain dan malu terutama dengan rakyat kita. Praktik-praktik markup penipuan. Markup itu adalah penipuan dan pencurian, mencuri di siang bolong. Dan, sekarang teknologi, sekarang ada, sehingga cepat ketahuan kalau markup. Kalau ada pejabat yang ingin melaksanakan praktik-praktik lama, saya kira sangat keliru. Kita prihatin, saya tidak tahu berapa direksi Pertamina yang sudah masuk penjara, saya tidak tahu. Karena negara dan bangsa membutuhkan dan menuntut manajemen yang terbaik. Kelola dengan baik.

Saya sangat terkesan tadi, Direktur Utama mengatakan menggunakan istilah Pertamina Wira Perwira. Ini luar biasa, ini saya kira napasnya seperti itu. Napasnya harus seperti itu. Bangsa-bangsa yang bangkit, bangsa-bangsa yang kuat.

Kita harus contoh. Jepang, Korea. Bangsa yang tidak punya sumber daya seperti kita, tapi kuat. Nasionalismenya kuat. Kalau tidak salah semua perusahaan di Korea, di Jepang, ada saatnya mereka semua berdiri, lagu kebangsaan dikumandangkan. Semangat nasionalis, semangat patriotik cinta tanah air ini yang harus mendorong semua jajaran Pertamina, terutama yang paling atas. Karena, kita mengerti sifat manusia, yang menentukan adalah para pemimpin. Jadi pemimpin itu harus ing ngarso sung tulodo, memberi contoh. Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat.

Pengalaman saya di tentara, pemimpin itu maling cepat anak buah tahu, cepat sekali. Mungkin orang luar tidak tahu, mungkin BPK bisa dikibuli, KPK bisa dikibuli, tapi anak buah akan tahu. Di tentara itu kalau komandan-komandannya maling, pemimpinnya maling, itu dikasih julukan kapal keruk dan seumur hidup dia akan membawa nama itu, kapal keruk. Pemimpin harus memberi contoh. Saya terima kasih semangat tadi. Wira, benar. Pejuang, kesatria, pendekar.

Saudara-saudara,
Perang kemerdekaan ada beberapa fase. Perang kemerdekaan pertama tentunya ratusan tahun yang dulu. Perang kemerdekaan yang kita berhasil rebut kedaulatan tahun ‘45. Habis itu, perang kemerdekaan atau perang untuk mempertahankan kemerdekaan. Kemudian, perang untuk mengisi, mengisi kemerdekaan. Dan, untuk mengisi kemerdekaan, kita harus mengelola sumber daya dan sumber-sumber kekayaan kita. Jadi, setiap unsur yang diberi tugas dan tanggung jawab mengelola kekayaan negara harus menjalankan misi itu dengan penuh rasa tanggung jawab, dengan penuh cinta tanah air, dengan penuh patriotisme, dengan penuh suri tauladan. Kesatria, pembela tanah air.

Terlalu banyak pengalaman kita, direksi-direksi BUMN saya katakan saja tidak baik. Saya beri tugas kepada Kepala Danantara dan beberapa menteri-menteri yang bertanggung jawab untuk membersihkan semua BUMN. BUMN sangat banyak. Banyak yang rugi, sudah rugi, minta tantiem lagi. Enggak tahu malu. Ndableg, menurut saya. Kalau enggak mau, kalau enggak sanggup mengabdi dengan penghasilan yang tersedia, berhenti saja. Segera minta berhenti. Banyak yang siap menggantikan Saudara-saudara. Saya percaya, banyak yang siap menggantikan.

Saya kira, yang paling penting itu, kita menuju swasembada energi, kita mampu. Selama ini menurut saya, tidak ada will. Selama ini banyak di posisi manajemen, di posisi kritis, membohongi atasan, menipu atasan, menipu presiden untuk mencari keuntungan pribadi. Sekarang harus hentikan seperti itu. Kita harus benar-benar menjaga kekayaan negara, karena kita butuh itu untuk memperkuat bangsa kita, menghilangkan kemiskinan, menghilangkan kelaparan, mengejar industri, mengejar teknologi untuk kita hadapi tahun-tahun yang akan datang.

Saudara-saudara,
Persaingan global sekarang sangat ketat. Kalau kita tidak kuat tapi kita kaya, bisa-bisa kekayaan kita direbut. Karena itu, kita harus bekerja keras. Program hilirisasi kita membutuhkan uang. Tapi, saya optimis dengan pengelolaan yang baik, kita akan mampu mencapai tujuan hilirisasi itu.

Tahun ini dalam waktu dekat, saya diberi laporan, kita akan mulai 34 proyek waste to energy, yaitu sampah kita ubah, kita bersihkan menjadi listrik. Ini sangat penting karena kita butuh sekarang membersihkan sampah kita dari kota-kota kita. Sampah itu sudah menumpuk luar biasa. Ini sudah akan menjadi bencana. Belasan tahun tidak bisa kita wujudkan proyek sampah yang baik. Kita sekarang akan mulai 34 proyek, tendernya dibuka mungkin hari-hari ini, tapi ini butuh waktu dua tahun sampai berfungsi.

Kita juga dalam waktu beberapa minggu ini kita akan mulai, kita harapkan minimal enam proyek hilirisasi, mungkin bisa sampai 11. Nilainya adalah kurang lebih 6 miliar dolar dan kita juga akan menerima investasi besar-besaran dari luar. Saya perkirakan cukup besar investasi yang akan masuk. Kita untuk itu harus benar-benar siapkan awak, siapkan manajemen, siapkan manager-manager muda yang bisa menjaga, mengelola proyek-proyek ini. Total kita butuh sampai industrialisasi yang benar mungkin, rencananya mungkin 10 tahun sampai 15-20 tahun, tapi kita ingin mempercepat. Saya sangat optimis ini bisa berjalan. Saya orang yang tidak suka banyak janji, sehingga mungkin saya dituduh kurang komunikatif. Tapi,sekarang saya sudah buktikan.

Yang dulu dikatakan MBG, Makan Bergizi [Gratis] tidak mungkin berhasil. Ada tokoh-tokoh mengatakan tidak mungkin berhasil, pasti gagal. Tapi ternyata hari ini kita sudah mencapai 58 juta penerima manfaat, 58 juta. Kalau Singapura itu jumlah penduduknya enam juta, berarti kita memberi makan berapa, ya? Sembilan, ya? Sembilan Singapura, Sembilan Singapura kita kasih makan tiap hari. Lumayan, ya? Not bad, ya? Negara yang selalu dianggap tidak bisa apa-apa, kita bisa kasih makan 58 juta orang tiap hari, termasuk ibu hamil diantar makan ke rumah, termasuk lansia diantar makan ke rumah. Not bad, Saudara-saudara sekalian. Dan, insyaallah dan saya percaya yakin akhir tahun 2026, Desember 2026, kita akan mencapai 82 juta penerima manfaat.

Negara-negara lain seperti Brasil, dia mencapai 41 juta dalam 11 tahun. Kita 58 juta dalam satu tahun yang dianggap tidak mungkin dari segi manajemen. Ini sekarang kita sedang dibicarakan di mana-mana. Kita menjadi studi kasus bagaimana bisa kita hasilkan seperti ini.

Sama juga, tadi swasembada pangan [dan] Makan Bergizi, Koperasi Merah Putih banyak yang mengatakan untuk apa Koperasi Merah Putih? Kita akan buktikan akhir Desember 2026 nanti akan ada minimal 40 ribu koperasi sudah beroperasi, sudah berjalan. Ekonomi nanti bergerak dari bawah. Pertumbuhannya nanti akan membanggakan kita semua.

Saudara-saudara sekalian,
Saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Selamat. Terima kasih,m Pertamina. Terima kasih, ESDM. Lanjutkan pekerjaan ini. Saya titip benar-benar, ya. Hasilkan Pertamina yang hebat, Pertamina yang efisien, Pertamina yang jadi national champion kebanggaan seluruh bangsa. Pertamina harus kembali menjadi agent of development, agent of modernization.

Dulu, Pertamina di awal-awalnya dipimpin oleh Pak Ibnu Sutowo menjadi agent of change, agent of development, agent of modernization. Pertamina dulu punya bagian advanced technology, dimulai dari Pertamina. Advanced technology ini dipimpin oleh seorang insinyur pulang dari Jerman namanya B.J. Habibie. Bagian ini di Pertamina akhirnya menjadi BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi). Akhirnya menjadi Nurtanio, IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara), PTDI (PT Dirgantara Indonesia), menjadi PT PAL (Penataran Angkatan Laut), dan sebagainya, dan sebagainya.

Pertamina, agent of change, agent of development, agent of modernization. Pertamina dulu, Pertamina dulu, Pak Ibnu Sutowo yang menggagas food estate mulai dikerjakan di Sumatra Selatan. Tapi, ya, tentunya yang disampaikan Menteri ESDM, ada pihak-pihak yang selalu, menurut saya, tidak patriotik di dalam tubuh kita. Tapi mungkin saya tidak mengerti, apa sudah dibeli oleh bangsa lain. Akhirnya, akhirnya berusaha menggagalkan kemampuan kita sendiri, menggagalkan prestasi kita sendiri. Kita dibuat tergantung impor beras, impor garam, impor… Negara tiga perempatnya laut, impor ikan. Luar biasa. Ya, kan?

Saya diberitahu juga oleh para pakar cadangan minyak kita sangat besar, cadangan gas kita sangat besar. Tinggal kita mengelola dan mengejarnya. Saya minta, ya, ESDM segera perluas eksplorasi, segera mempermudah mereka yang mau eksplorasi, ya. Jangan dikutip-kutip di depan.

Jaga terus kepercayaan rakyat. Teruskan prestasi ini. Semoga kita semua diberi kebaikan oleh Yang Maha Kuasa. Terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Salve,
Om santi santi om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu rahayu.

Terima kasih.
Selesai.

Transkrip Pidato Terbaru