Sambutan Presiden Republik Indonesia Pada Peresmian Internasional Port Cooperation Corporate University, Di Kampus IPC Corporate University, Bogor, Jabar, 5 Mei 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Mei 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 27.887 Kali

Logo PidatoBismillahirrahmanirrahim,
Asaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat seluruh pimpinan lembaga negara, Bapak Ketua DPR, Bapak Ketua MPR, Bapak Ketua DPD yang hadir pada pagi hari ini,

Yang terhormat para menteri Kabinet Kerja dan Wakil Gubernur Jabar serta seluruh Kepala Daerah yang hadir,

Seluruh jajaran manajemen IPC Corporate University,

Para undangan, hadirin yang berbahagia.

Saat saya bertemu dengan kepala negara atau kepala pemerintahan, kalau saya bercerita mengenai negara kita bahwa 2/3 Indonesia adalah air, adalah laut, dan kita mempunyai 17 ribu pulau, mereka selalu menyampaikan tidak terbayangkan bagaimana mengelola negara sebesar indonesia 17 ribu pulau plus penduduknya yang 250 juta.Oleh sebab itu, kalau melihat 2/3 Indonesia adalah air tidak salah kalau ke depan kita ingin konsentrasi dan fokus di maritim. Dan tahun ini, beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kemaritiman sudah kita lakukan.

Memang urusan maritim, urusan tol laut seperti pak Lino sampaikan, tidak hanya berbicara masalah membangun pelabuhan, tidak hanya berbicara membeli kapal atau membuat kapal tetapi juga bagaimana juga sistem itu dibangun, tetapi bagaimana SDM (Sumber Daya Manusia) itu disiapkan. Inilah segala visi besar yang ingin kita kerjakan dalam jangka yang sangat panjang bagi negara kita.

Saya banyak berdiskusi dengan Pak Lino, dengan Bu Menteri BUMN juga. Waktu saya masih jadi Gubernur juga saya sering sekali ke Tanjung Priuk karena Tanjung Priuk merupakan wilayah DKI. Cerita visi ke depan kita tidak akan jauh dari yang saya sampaikan, bagaimana pelabuhan,kapal, sistem, SDM itu semua disiapkan. Saya kira langkah starategis seperti itu tidak hanya butuh, sekali lagi tidak hanya butuh infrastruktur keras namun kita juga perlu melakukan langkah-langkah strategis dan visioner untuk menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan infrastruktur lunak yang dibutuhkan untuk mengelola laut, mengelola pelabuhan dan mengelola logistik kita.

Hadirin sekalian,

Pembangunan pelabuhan, pembangunan laut sangat penting untuk mendukung konektivitas nasional, sistem logistik nasional, dan tentu saja konektivitas global. Kita perlu meningkatkan jumlah armada perairan nasional, kita perlu membangun south sea shipping di pulau-pulau kita dan dalam pembangunan disektor maritim.Kita membutuhkan manajemen pengetahuan di bidang kemaritiman.

Pengalaman sebagai bangsa maritim memberikan pada kita akumulasi pengetahuan di bidang ini yang bisa digunakan dan dimanfaatkan. Universitas tidak hanya pusat pendidikan, pelatihan, dan pengabdian masyarakat namun juga menjadi pusat unggulan pengetahuan di bidang kemaritiman.

Tadi sudah disinggung oleh pak Lino bahwa nantinya disini akan dibangun sebuah gedung yang mengontrol sistem pelabuhan kita. Saya hanya membayangkan bahwa kapal yang bergerak dari misalnya dari Aceh atau dari Sumut mau menuju Tanjung Priuk sudah diketahui dari sini, tidak harus gedung dan bangunan sistem dari pelabuhan. Saya kira disini juga bisa dilakukan itu, tahu kapan sampainya di Tanjung Priuk. Jam berapa, menit berapa, detik berapa sampai di Pelabuhan Tanjung Priuk. Membawa kontainer 20 feet berapa jumlahnya, membawa kontainer 40 feet berapa jumlahnya. Semuanya detil, yang satu turun apa yang mau dinaikan.

Kalo sistem itu dibangun, kemudian transportasi cost kita jatuh  bisa separuh atau bisa sepertiga dari yang sekarang. Semua barang-barang di negara kita ini semuanya akan turun semuanya. Karena memang transportasi di Indonesia sangat-sangat mahal sekali. Karena apa? Kita menggunakan darat, transportasi darat mahal sekali. Mestinya dari dulu kita harus bertumpu pada laut. Inilah perpindahan yang ingin, pergeseran inilah yang ingin kita lakukan. Tetapi ini memerlukan waktu.

Untuk itu kita memerlukan perguruan tinggi yang bukan hanya membangun keterampilan fungsional dan teknis melalui program inti dan spesialisasi dalam pelabuhan dan logistik namun juga menciptakan pemimpin-pemimpin melalui program-program kepemimpinan yang berkelas dunia. Sehingga kita bisa mempersiapkan profesional-profesional sekaligus kader-kader pemimpin di dalam industri kemaritiman.

Hadirin sekalian,

Sebagai bangsa maritim, kita juga harus menjadi penjuru dalam kepemimpinan dan pengembangan pengetahuan di bidang maritim. Indonesia harus bisa menciptakan kepemimpinan yang memiliki daya saing yang tinggi dalam dunia bisnis kemaritiman dan pelabuhan yang semakin kompetitif. Kita juga harus bisa menjadi pusat unggulan terbaik di bidang maritim.

Akhirnya dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan IPC Corporate University pada pagi hari ini.

Terima kasih,

Wassalamualaikum.

Transkrip Pidato Terbaru