Sambutan Presiden RI Pada Acara Panen Raya Padi, di Desa Jetis, Kab. Ponorogo, Jawa Tengah, 6 Maret 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Maret 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 21.205 Kali

admin-ajax.phpAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin,
Wassalatu wassalamuala asrafil anbiya i wamursalin, sayyidina wa habibina wa syafiina muhammadin wa ala alihi wa ashabihi azmain amma ba’du,

Pak Menteri, Pak Gubernur, Pak Bupati, seluruh warga Ponorogo, seluruh petani yang pada siang hari ini hadir.

Yang pertama, ingin saya sampaikan pemerintah tahun ini akan membagikan traktor kurang lebih 41 ribu, itu untuk Indonesia. Yang di sini kurang lebih 3 ribu. Kemudian juga akan diberikan juga alat tanam sama alat untuk panen karena itu bisa mengefisiensi, bisa mengurangi susut kurang lebih 8%, 8-10% yen ngangge (kalau menggunakan) mesin untuk panen dan juga mesin untuk tanam.

Dan juga tahun ini di beberapa provinsi juga sudah dimulai perbaikan semua irigasi yang rusak. Karena hampir separuh dari irigasi yang ada di negara kita ini rusak kabeh, rusak semuanya. Oleh sebab itu diperbaiki. Saya tanya ke Pak Menteri dulu, untuk memperbaikinya berapa bulan atau berapa tahun Pak? Tahun ini 1,5 juta hektar akan diperbaiki irigasi itu. Duite mpun wonten, gari pun dimulai mben. Sudah selesai 30%, laporan dari Pak Menteri, sudah selesai 30%. Ini tinggal dilanjutkan menjadi 70%.

Oleh sebab itu saya minta kepada seluruh petani, semangat berproduksi semuanya. Kemudian juga semangat memelihara. Nanti sudah panen kita harapkan produksi meningkat. Karena apa? Karena saya sudah sampaikan jangan sampai ada lagi impor beras. Setuju mboten? Tapi produksi panjenengan mboten minggah, yen produksi ne ora iso munggah ojo disalahke jen kono impor lho. Jadi tergantung panjenengan semuanya.

Kalau komitmen saya, janji saya tidak ada impor tetapi yen produksi ne midun, pripun cobi? Semua penduduk kan butuh makan. Oleh sebab itu, sekali lagi saya harapkan, semangat nanam, memelihara, dan panen dengan mesin panen yang ada itu sehingga hasilnya produksinya bisa meningkat.

Awak i dewe, kita semuanya tidak usah impor beras lagi. Wong sawahe ombo ne ra umum, kok impor, opo ora isin? Isin mboten? Lha wong negoro lio sawahe ora ombo ora okeh malah ngirim berasnya ke Indonesia. Mugo-mugo, mugi-mugi setelah tanamnya tadi pakai mesin tanam, nanti juga dipelihara dengan baik, dipanen dengan mesin panen kita harapkan produksi meningkat, tahun depan meningkat lagi.

Nanti harga gabah akan kita putuskan juga sebentar lagi, mungkin kalau nggak pertengahan ya akhir bulan. Yang jelas pasti dinaikkan. Berapa? Rahasia. Lagi dihitung. Tadi saya tanya ke Pak Gubernur, “pinten Pak?” Sudah ada informasi ke saya. Tanya ke Bupati Ponorogo, “pinten pak?” Saya tanya ke petani kira-kira berapa? Jadi waktu menaikkan itu betul-betul harga yang pas. Dan nanti juga dicari waktunya yang baik.

Saya kita itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Terima kasih.

Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru