Sambutan Presiden RI Pada Pembukaan Kongres IV Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia, Di Medan, Sumatera Utara, 18 April 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 April 2015
Kategori: Transkrip Pidato
Dibaca: 29.697 Kali

LogiBismillahirohmairohim
Assalumalaikum Wr. Wb.
Selamat malam, salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Presiden kelima Republik Indonesia Ibu Megawati Soekarno Putri, yang juga sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Yang saya hormati Wakil Presiden keenam Republik Indonesia Bapak Try Sutrisno.

Yang saya hormati Ketua DPD Republik Indonesia, seluruh menteri Kabinet Kerja yang hadir, seluruh ketua partai politik yang pada malam hari ini hadir, Gubernur Sumatera Utara, Walikota Medan, serta yang paling khusus Ketua Umum PKP Indonesia Bapak Jenderal Sutiyoso, beserta seluruh peserta Kongres IV PKP Indonesia yang pada malam hari ini hadir.

Saya ingin menyampaikan yang pertama mengenai tantangan-tantangan yang kita hadapi saat ini. Tantangan-tantangan negara kita, yang pertama adalah pengangguran. Saya kira bisa dilihat di layar, pengangguran kita di tahun 2014 masih kira-kira 7,2 juta.

Kedua adalah tingkat kemiskinan yang juga masih sangat tinggi, diperkirakan di tahun 2014 masih 10,9%, 11%. Gambar ini saya ambil di Jakarta.

Kemudian yang ketiga tantangan kita adalah kesenjangan sosial baik yang kaya atau yang miskin, maupun kesenjangan antar wilayah baik di Barat maupun yang di indonesia kawasan Timur. Ada sebuah kesenjangan, ketimpangan sosial ekonomi yang begitu sangat besar.

Kemudian yang keempat masalah korupsi. Kalau kita lihat di layar indeks korupsi kita di ASEAN angkanya masih 34, nomor 6 di ASEAN. Kalah dengan Singapura jauh, kalah dengan Malaysia, kalah dengan Filipina, kalah dengan Sri Langka, kalah dengan yang lainnya. Inilah yang juga harus kita hadapi.

Kemudian posisi yang sekarang kondisi ekonomi global yang sangat tidak mendukung, baik pertumbuhan ekonomi global maupun keuangan global. Kalau kita lihat akhir-akhir ini kita tertekan oleh dollar, rupiah tertekan oleh dollar.

Ini masalah-masalah yang harus kita sampaikan bahwa rakyat semua inginnya semua instan. Banyak yang belum sadar bahwa saya dan Pak JK  ini baru bekerja 5-6 bulan. Karena harapan yang begitu tinggi, banyak lontaran-lontaran keluhan yang disampaikan padahal kita masih dalam proses penyiapan-penyiapan menuju pada pelaksanaan.

Saya kira, Bapak Ibu ingat, APBN-P itu baru digedok pertengahan Januari. Setelah itu baru proses administrasi, proses konsolidasi organisasi yang saat ini, pertengahan April ini baru bisa kita gunakan. Jadi kalau ada yang bertanya, saya sering ke kampung, sering ke desa, banyak yang menyampaikan, “Pak,mana janjinya dulu? Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar kok tidak keluar-keluar? Nggak nongol-nongol?”

Bapak Ibu, saya bilang saja. Karena digedok pertengahan Januari, ada proses administrasi, ada proses lelang sehingga praktis butuh waktu 2-2,5 bulan, saatnya ini. Oleh sebab itu, tadi kita sudah bagikan Kartu Indonesia Sehat. Nanti akhir bulan ini akan dibagikan 21 juta Kartu Indonesia Pintar dan 88 juta Kartu Indonesia Sehat. Karena apa? Kartunya sudah siap dari lelang, duitnya juga sudah siap sehingga langsung dibagi.

Target kita tahun ini memang bukan target yang enteng, saya harus menyampaikan apa adanya. Target pertumbuhan ekonomi kita tahun ini 5,7-5,8, tahun kemarin 5,1. Padahal semua negara menurunkan target pertimbuhan ekonomi tapi justru menaikkan pertumbuhan ekonomi kita. Apakah bisa? Itu tantangan yang harus kita hadapi. Saya yakin dengan gotong royong kita semuanya dan kerja keras semuanya, rakyat, pemerintah, partai, eksekutif, yudikatif, semuanya  bergerak, saya meyakini itu bukan hanya tantangan yang terucap, tetapi perlu kerja sama dan gotong royong.

Kalau kita lihat kemarin inflasi di bulan Januari-Februari, lalu malah deflasi malah minus. Pada bulan Maret ada deflasi sedikit, ini sebuah perhitungan yang sewajarnya. Karena kita harapkan pada akhir tahun ini inflasinya hanya kurang lebih 4%,kalau itu bisa kita jaga 4% kemudian nanti pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5, rakyat akan merasakan sedikit inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kemudian ada juga yang menanyakan kepada saya. Pak,tadi juga sudah disampaikan oleh Pak Sutiyoso. Uang pengalihan DPR itu larinya kemana? Karena uangnya besar sekali. Dari pemeriksaan, pengalihan subsidi BBM kurang lebih Rp 330 triliun. Uang yang sangat besar sekali dalam setahun. Pada tahun-tahun yang lalu, setahun subsidi pemerintah anggaran BBM ada Rp 300 triliun, satu tahun. Bayangkan kalau lima tahun! Bayangkan kalau sepuluh tahun! Kalau sepuluh tahun sudah lebih dari Rp 3000 triliun, kalau dua puluh tahun berarti Rp 6000 triliun yang kita bakar tiap hari, Rp 300 triliun tiap tahun dialihkan kemana?

Coba kalau itu dipakai selama 10 tahun kemarin, subsidi BBM dipakai untuk bikin rel kereta api di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, jalan darat sudah sampai. Karena bikin kereta api dari barat sampai ke timur hanya butuh Rp 360 triliun. Kalau dibuat jalan tol, hampir semua pulau langsung bisa rampung karena jalan tol 1 km itu Rp 60 miliar. Kalau Rp 3000 triliun itu bayangkan saja, bisa mencapai berapa puluh ribu kilo.

Inilah kesalahan-kesalahan yang ingin kita ubah tapi membutuhkan perubahan pola pikir kita, memang di awalnya berat. Apalahi kalau barang-barang ini sudah jadi, rel kereta apinya jadi, tolnya jadi, pelabuhannya jadi, airport-nya jadi, pengalihan subsidi juga pertanian selesai, nanti akan kita rasakan betapa perubahan itu akan kelihatan.

Kita akan membuat keputusan yang sulit, memang pahit, ini pahit di depan tapi memang tidak boleh lama-lama. Kalau lama-lama, rakyat juga jadi berpikir duitnya kemana? Tapi nanti kalau barangnya nanti jadi, saya yakini kepercayaan kepada pemerintah akan jauh lebih dari hari ini. Saya yakini itu.

Nanti akan dialihkan ke sini, irigasi, untuk bibit, untuk pupuk, sehingga yang namanya kedaulatan pangan kita, saya beri target pada Menteri Pertanian dulu 3 tahun untuk beras. Sekarang tidak jadi 3 tahun, tapi 2 tahun.

Di daerah situ juga, nanti Bapak Ibu bisa lihat karena ini menyangkut jangka panjang nanti 3-4 tahun akan kelihatan, Papua nanti kita akan fokuskan ke sana. Kalau lintas itu jadi nanti kota dengan kota, pulau dengan pulau, provinsi dengan provinsi, semuanya bisa lancar, harga-harga pasti akan turun dan harga-harga pasti akan jatuh. Karena biaya untuk laut di Indonesia, kalau dibanding dengan negara-negara tetangga kita, 2,5-3 kali lipat. Sangat mahal sekali

Kemudian yang paling segera dan mendesak, yang perlu kita lakukan adalah kekuarangan sumber daya manusia. Karena apa? Tadi juga Pak Sutiyoso, Ketua PKP Indonesia sudah menyampaikan sebentar lagi, akhir tahun ini awal 2016 sudah dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community) yang nanti lalu-lalu barang, lalu-lalu orang nanti sudah tidak bisa dicegah lagi. Paspor sudah tidak berguna, apalagi KTP. Sudah bisa kemana-mana dengan bebasnya.

Inilah kesiapan yang harus betul- betiu kita siapkan untuk mengembangkan, meningkatkan sumber daya manusia kita. Jangan sampai nanti kita hanya menonton, melihat, dan Indonesia dijadikan pasar. Tidak, kita tidak mau begitu. Kita malah justru ingin menguasai pasar-pasar yang ada di negara lain.

Oleh sebab itu, mulai tahun 2016, kita akan bikin secara masif SMK Kejuruan, SMK memang yang ingin kita tingkatkan, ingin kita perbanyak lewat Inpres. Kalau dulu ada SD Inpres, mulai 2016 akan ada SMK Inpres. Karena memang kalau kita lihat data, anak-anak kita yang sekolah itu mentoknya yang paling banyak hanyalah di SMP. Itu yang harus kita buka.

Karena apa? Yang SMA, SMK itu jumlahnya masih sangat kurang, hanya seperlima dari yang kita butuhkan. Oleh karena itu perlu percepatan dan yang paling cepat adalah dengan Inpres SMK.

Saya kira itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, dan akhirnya nanti ini adalah sebuah proses jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Kita betul-betul bisa berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan terbagi dalam perbedaan sesuai dengan karakter bangsa kita, bangsa Indonesia.

Dan dengan mengucap bimillahirohmairohim, Kongres IV PKP Indonesia dengan ini resmi dibuka.

Wassalamu alaikum Wr. Wb.

(Humas Setkab)

Transkrip Pidato Terbaru