Sampaikan 4 Tantangan Bangsa, Presiden Jokowi: Rakyat Inginnya Semua Instan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 April 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 53.632 Kali
Presiden Jokowi membuka Kongres IV PKPI, di Medan, Sumut, Sabtu (18/4) malam

Presiden Jokowi membuka Kongres IV PKPI, di Medan, Sumut, Sabtu (18/4) malam

Dalam rangkaian kunjungannya ke Sumatera Utara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres IV Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI),  di Hotel Santika Dyandra, Medan, Sabtu (18/4) malam pukul 20.00 WIB.

Dalam sambutannya saat membuka kongres, Presiden Jokowi mengemukakan 4 (empat) tantangan yang kini dihadapi bangsa Indonesia. Yang pertama adalah pengangguran. “Saya kira bisa dilihat di layar, pengangguran kita di tahun 2014 masih kira-kira 7,2 juta,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Jokowi,  adalah tingkat kemiskinan yang juga masih sangat tinggi, diperkirakan di tahun 2014 masih 10,9%, 11%.

Kemudian yang ke tiga, Presiden Jokowi mengatakan, tantangan kita adalah kesenjangan sosial baik yang kaya atau yang miskin, maupun kesenjangan antar wilayah baik di Barat maupun yang di indonesia kawasan Timur.  “Ada sebuah kesenjangan, ketimpangan sosial ekonomi yang begitu sangat besar,” paparnya.

Kemudian yang ke empat masalah korupsi. Presiden Jokowi mengemukakan, indeks korupsi kita di ASEAN angkanya masih 34, nomor 6 di ASEAN. Kalah dengan Singapura jauh, kalah dengan Malaysia, kalah dengan Filipina, kalah dengan Sri Langka, kalah dengan yang lainnya. “Inilah yang juga harus kita hadapi,” tuturnya.

Selain keempat tantangan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan kondisi ekonomi global yang sangat tidak mendukung, baik pertumbuhan ekonomi global maupun keuangan global, dimana kalau kita lihat akhir-akhir ini kita tertekan oleh dolar, rupiah tertekan oleh dolar.

Itulah masalah-masalah yang harus dihadapi Bangsa Indonesia, saat dimana kata Presiden Jokowi, rakyat semua inginnya semua instan. Banyak yang belum sadar bahwa dirinya dan Pak JK (Wakil Presiden, red)  ini baru bekerja 5-6 bulan.

“Karena harapan yang begitu tinggi, banyak lontaran-lontaran keluhan yang disampaikan padahal kita masih dalam proses penyiapan-penyiapan menuju pada pelaksanaan,” lanjut Jokowi.

Proses Administrasi

Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa APBN-P itu baru digedok pertengahan Januari. Setelah itu baru proses administrasi, proses konsolidasi organisasi yang saat ini, pertengahan April ini baru bisa kita gunakan. Karena digedok pertengahan Januari, ada proses administrasi, ada proses lelang sehingga praktis butuh waktu 2-2,5 bulan, saatnya ini.

Oleh sebab itu, lanjut Kepala Negara, pemerintah baru bisa membagikan Kartu Indonesia Sehat. “Nanti akhir bulan ini akan dibagikan 21 juta Kartu Indonesia Pintar dan 88 juta Kartu Indonesia Sehat. Karena apa? Kartunya sudah siap dari lelang, duitnya juga sudah siap sehingga langsung dibagi,” terangnya.

Presiden menegaskan, tahun ini pemerintah memasang target yang tidak enteng, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,7-5,8%, lebih tinggi dari tahun kemarin 5,1%. Padahal negara-negara lain justru menurunkan target pertumbuhan ekonominya.

Apakah bisa?  “Itu tantangan yang harus kita hadapi. Saya yakin dengan gotong royong kita semuanya dan kerja keras semuanya, rakyat, pemerintah, partai, eksekutif, yudikatif, semuanya  bergerak, saya meyakini itu bukan hanya tantangan yang terucap, tetapi perlu kerja sama dan gotong royong,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, kalau kita lihat kemarin inflasi di bulan Januari-Februari, lalu malah deflasi malah minus. Pada bulan Maret ada deflasi sedikit, ini sebuah perhitungan yang sewajarnya. Presiden berharap pada akhir tahun ini inflasinya hanya kurang lebih 4. Ia meyakini, kalau itu bisa kita jaga 4% kemudian nanti pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5, rakyat akan merasakan sedikit inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Pembukaan Kongres IV PKPI itu juga dihadiri oleh mantan Presiden Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum DPP PDIP), mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

(Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru