Sampaikan Apresiasi, Presiden Jokowi Sebut Pendonor Darah Sebagai Pejuang Kemanusiaan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 18 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 29.991 Kali
Presiden Jokowi menganugerahkan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada pendonor darah, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (17/12) pagi

Presiden Jokowi menganugerahkan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada pendonor darah, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat (17/12) pagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada para pendonor yang telah secara sukarela, telah 100 kali menyumbangkan darahnya. Presiden menilai tindakan kemanusiaan yang mereka lakukan itu tidak ternilai harganya sehingga pantaslah bapak-ibu dan saudara-saudara disebut sebagai pejuang kemanusiaan.

“Kehadiran saudara disini menegaskan kembali bahwa kita semua, kepada kita smua arti pentingnya persaudaraan, makna solidaritas dan kepedulian terhadap sesama serta meneguhkan kembali arti kesetiakawanan sosial,” kata Presiden Jokowi pada acara Penganugerahan Satyalancana Kebaktian Sosial bagi Donor Darah Sukarela 100 Kali, di Istana Kepresidenan, Bogor, Jabar, Jumat (18/12) pagi.

Presiden Jokowi mengajak seluruh warga bangsa untuk mengikuti teladan para pendonor  darah sukarela tadi, karena dengan  tetesan darah yang kita miliki, kita dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Pemerintah, lanjut Presiden, menyadari bahwa untuk bisa memberikan pelayanan penyediaan darah yang aman dan berkualitas membutuhkan dukungan yang lebih besar lagi  dari masyarakat.

Untuk itu, Presiden Jokowi berharap gerakan nasional donor darah yang telah dicetuskan pada acara hari peringataan hari  kesetiakawanan nasional tahun 2007 di Kota Medan harus terus-menerus digulirkan, dikampanyekan kepada masyarakat luas, sehingga mendorong munculnya aksi-aksi kemanusiaan yang bergerak mulai dari desa-desa sampai ke  kota-kota.

Reaktualisasi Solidaritas

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menekankan arti penting reaktualisasi nilai-nilai solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, yang selama ini selalu muncul sangat kuat pada momen-momen bencana seperti, mulai dari tsunami, gunung meletus, banjir, dll.

Menurut Presiden, itu adalah sebuah hal yang sangat  positif, yang perlu diteruskan, diperluas agar tidak hanya muncul dalam bencana tapi keseharian. Salah satunya melalui program donor darah.

“Dengan program donor darah, masyarakat diajak untuk berempati, rasa tenggang rasa sesama,  Yang mana ini merupakan bagian dari nilai-nilai kesetiakawanan nasional,” tutur Presiden.

Kepala Negara juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada keterlibatan Palang Merah Indonesia dalam berbagai kegiatan aksi kemanusiaan, mulai dari kegiatan pencarian dan penyampaian berita keluarga, pelayanan sosial kesehatan masyarakat, transfusi darah, hingga pembinaan remaja dan relawan.

“Saya meminta PMI secara khusus untuk memperkuat edukasi tentang kepalangmerahan, pendidikan tentang nilai-nilai kemanusiaan pada generasi muda utamanya kalangan remaja,” pesan Kepala Negara.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Agraria/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. (DID/JAY/ES)

 

Berita Terbaru