Satukan Indonesia, Presiden Jokowi Minta Level Pelabuhan Di Barat Dan Timur Harus Sama

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 23 Mei 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 31.159 Kali

MNPTerkait dengan pembangunan pelabuhan di sejumlah daerah di tanah air, yang merupakan rangkaian upaya pemerintah mewujudkan jalur tol laut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa pembangunan pelabuhan itu harus dalam level yang sama, baik di Indonesia Barat maupun Indonesia Timur.

“Kalau pembangunan itu tidak dalam posisi yang sama yang satu level gitu ya, dan satu tingkat kapal tidak bisa bersandar, misalnya yang bagus hanya di Tanjung Priok, Tanjung Perak ya kapal kita yang gede hanya bisa bersandar di dua pelabuhan itu, ngga ada artinya,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan yang mencegatnya di Bandar Udara Hasanudin, Makassar, sesaat akan bertolak kembali ke Jakarta, Jumat (22/5) malam.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden Jokowi, dari  barat ke tengah ke timur pelabuhannya harus sama, luasnya juga mirip, fasilitasnya juga sama persis, sehingga itu nanti akan dioperasikan dalam 1 (satu) sistem bisa masuk dari mana-mana saja.

“Negara lain juga begitu, ada sistem transportasi, sistem logistik, itu dikendalikan dalam 1 (satu) tempat sehingga nanti biaya transportasi, biaya logistik semuanya akan jatuh,” terang Jokowi.

Presiden meyakini, jika itu bisa diwujudkan maka bisa dilihat 3-4 tahun lagi pasti akan seperti itu sehingga harga-harga  di masyarakat akan menjadi murah semua, karena biaya transportasi kita mahal sekali sekitar 2,5- 3 x lipat dibanding negara tetangga kita.

Menurut Presiden Jokowi, pengaturan pelabuhan-pelabuhan itu akan menggunakan sistem nasional dalam 1 (satu) sistem.

“Kalau sudah online apalagi 1 tempat,  1 ruangan, jadi misalnya ada 1 kapal A berlayar dari Kuala Tanjung isinya berapa, berapa kontainer ya misalnya 1 kontainer 20-30 freight turun di Jakarta berapa sudah  dicegat di sini untuk diisi kontainer yang lain. Begitu seterusnya sampai  di Sorong sehingga ngga nunggu-nunggu kapal bersandar sampai sekian hari. Itu nanti kaya omprengan, makanya semua harus tersistem,” jelas Jokowi.

Ini menyatukan Indonesia timur dan Pusat? “Iya benar kualitas dan standarnya harus sama semuanya karena dalam satu sistem. Kalau perlu merknya sama ,” ujar Jokowi.

Presiden mentargetkan paling lambat Juli ini akan dimulai di Sorong, Papua. Di sini nanti akan ada kapal untuk transfer ke pulau provinsi yang lain.

Mengenai berapa pelabuhan besar yang akan dibangun, menurut Presiden Jokowi, yang besar ya di Sorong, Makassar, Tanjung Perak, Tanjung Priok, Kuala Tanjung, dan provinsi yang lain. “Semua sama, standar sama semuanya,” pungkas Jokowi. (Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru