Sebelum ke Wamena, Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Desember 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 23.552 Kali
Presiden Jokowi meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp, di Jayapura, Minggu (28/12) pagi

Presiden Jokowi meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp, di Jayapura, Minggu (28/12) pagi

Pada hari kedua kunjungannya ke Pulau Papua, Minggu (8/12), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Widodo akan mengunjungi Kabupaten Wamena. Perjalanan ke Wamena dilakuka Presiden dan rombongan dengan menggunakan pesawat Hercules C-130 milik TNI AU.

Sebelum ke Wamena, Presiden Jokowi menyempatkan diri meninjau Proyek Pembangunan Jembatan Holtekamp, di Jayapura.

Pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Jayapura dengan Koya ini memakan biaya Rp1,5 triliun dari APBN, APBD I dan II. Anggaran APBN untuk pembangunan jembatan ini selama tiga tahun mencapai Rp 800 miliar.

Saat ini tahap pertama pembangunan jembatan yang berlatar belakang indahnya Teluk Yosefa itu telah diselesaikan, dan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2015.

Jembatan ini kelak bakal menghubungkan pulau Toubati Enggros dengan kawasan Holtekamp? di Jayapura, Papua. Jembatan ini kelak memiliki panjang 733 meter dan lebar 21 meter atau sanggup menampung empat lajur kendaraan.

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negar Iriana melihat langsung pembangunan jembatan sepanjang 733 meter itu dari salah satu puncak skyland.

Presiden ingin ingin kehadiran jembatan ini tidak hanya sebagai distribusi logistik. Tapi juga juga memberikan kemudahan penduduk bergerak dari Koya ke kota Jayapura, karena melalui jembatan mempersingkat jarak tempuh 18 kilo.

Jokowi juga ingin jembatan ini kelak bisa semakin mempercantik wajah Papua melalui dengan desain futuristik. “Saya kira bukan hanya distribusi logistik, tapi mempercantik kota,” ujarnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan tersebut antara lain Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto, dan Gubernur Papua Lukas Enembe. (*/ES)

Berita Terbaru