Sebut Politik Aman, Presiden Jokowi: Ini Saatnya Investasi, Jangan Keduluan Dari Luar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Februari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 23.352 Kali
Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menghadiri Sosialisai Tahap Akhir Amnesti Pajak, di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/2) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri menghadiri Sosialisasi Tahap Akhir Amnesti Pajak, di JI-EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/2) siang. (Foto: Rahmat/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar segera menginvestasikan uang yang dimilikinya. Ia menyebutkan, saat ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi. Karena itu, Presiden mengingatkan jangan menyalahkan pemerintah jika kesempatan yang baik ini diambil investor dari luar negeri.

“Saya pastikan, bapak, ibu dan saudara semuanya, tahu betul peluang yang ada di negara kita itu apa, tahu. Di bidang komoditas apa akan masuk, saudara-saudara juga tahu. Tidak usah saya beritahukan. Sehingga peluang-peluang itu segera ambil, jangan keduluan yang dari luar,” kata Presiden Jokowi saat berbicara pada Sosialisasi Tahap Akhir Amnesti Pajak di Hall B3 dan C3 Jakarta Internasional Expo (JI-EXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/2) siang.

Presiden merasa perlu mengingatkan hal itu kepada mereka yang pegang uang, karena kita akan terus perbaiki ease of doing business. “Saya akan tekan terus, akan saya injak terus, agar semakin tahun semakin baik, semakin tahun semakin baik. Karena dengan inilah negara ini bisa diperbaiki,” ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh kalangan pengusaha dan dari asosiasi pengusaha itu, Presiden Jokowi memberi contoh waktu bongkar muat barang di pelabuhan atau dwelling time yang dulunya di atas 6, di atas 7 hari, sekarang bisa ditekan menjadi di bawah 3 hari. Dirinya pun berjanji akan mengejar terus biaya yang masih tinggi supaya apa? Daya saing kita, competitiveness menjadi semakin baik.

“Sekali lagi, peluang-peluang yang ada, manfaatkan. Kesempatan-kesempatan yang ada, manfaatkan, manfaatkan. Jangan sampai, sekali lagi, jangan sampai diambil kesempatan itu oleh negara lain, karena felling saya mengatakan, hampir semua negara sekarang ini melihat kita,” tutur Presiden Jokowi.

Dijelaskan Presiden, banyak yang menanyakan pada dirinya, saat bulan November, Desember, Januari mengenai situasi politik. Ia memberi contoh waktu ke Australia bertemu pengusaha, dirinya juga ditanya mengenai situasi politik.

“Saya sampaikan tidak ada masalah. Situasi politik kita aman, terkendali. Demo 7 juta juga bisa dikendalikan oleh Polri dan TNI, kok. Katanya yang November-Desember kemarin kan yang demo kan 7 juta. Nyatanya bisa dikendalikan kok, enggak ada masalah. Saya sampaikan kepada investor-investor, demonya juga damai, baik,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden bahkan menilai, dengan aksi demonstrasi yang damai itulah, kita tunjukkan bahwa kita sudah dewasa dalam politik, kita sudah matang dalam politik. Dan dengan itu pula kita akan menjadi negara yang tahan uji.

“Negara yang akan naik level, naik kelas itu pasti ada ujian. Jangan malah pada ketakutan yang di dalam negeri dan tidak berani investasi, keliru besar. Enggak ada masalah,” tegas Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, problem kita sekarang ini berada pada sisi yang namanya kesenjangan sosial ekonomi. Ia menyebutkan, gini ratio kita memang perlu diperbaiki, dan ini menjadi tugas pemerintah.

Karena itu, Presiden Jokowi mengajak kalangan dunia usaha silahkan terus ekspansi berusaha. Tugasnya mempersempit kesenjangan itu, tegas Presiden, tugasnya, kebijakannya, ada di pemerintah. Meski jika dibandingkan dengan negara lain, juga tidak jelek-jelek amat gini ratio kita.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua OJK Muliaman D. Hadad, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Jaksa Agung Prasetyo SH. (FID/RAH/ES)

 

Berita Terbaru