Sebut Produk Konstitusional, Presiden Jokowi Mengaku Tidak Khawatir Adanya Penjegalan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 November 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 25.367 Kali
Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan keterangan pers, di teras Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) pagi. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi didampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan keterangan pers, di teras Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) pagi. (Foto: JAY/Humas)

Meskipun melihat ada kemungkinan aktor-aktor politik bermain di balik aksi unjuk rasa pada 4 November lalu, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengisyaratkan adanya kemungkinan makar pada rencana aksi unjuk rasa pada 2 Desember mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sama sekali tidak khawatir.

“Ndaklah, kita kan produk demokrasi yang konstitusional. Saya biasa-biasa saja,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan soal kemungkinan adanya penjegalan terhadap posisinya, usai melakukan sarapan pagi bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/11) pagi.

Menurut Presiden, pertemuannya dengan tokoh-tokoh politik, juga konsolidasi dengan TNI – Polri, tidak terkait dengan kekhawatiran sebagaimana yang ditanyakan wartawan. Namun, menurutnya, memang itu yang harus dilakukan dalam mengelola, memanege situasi agar masyarakat melihat, sehingga ada ketenangan di situ.

Presiden juga menegaskan, dirinya suda bertemu dengan pimpinan partai-partai pendukung pemerintah, baik dalam pertemuan yang dilakukan secara tertutup, maupun pertemuan yang dilakukan secara terbuka.

Sampai saat ini, Presiden mengaku belum ada rencana untuk mengevaluasi partai-partai pendukung pemerintah. “Ngga ada, kita kan sudah bertemu semuanya, ada yang bertemu tertutup ada yang bertemu terbuka. Ngga ada,” tegasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi mengatakan, sebetulnya kalau makan siang, makan pagi sudah sering. Dengan Bung Surya Paloh juga ngga kehitung, hanya kan ngga diliput. “Itu saja, dengan yang lain juga sama. Bukan sering, sering sekali, tapi tidak pernah diliput,” ujarnya.

Mengenai pertemuan dengan Megawati dan Surya Paloh yang dilakukan terbuka, menurut Presiden, karena sama-sama  ingin berbicara masalah tadi, masalah-masalah penguatan kembali spirit kebangsaan, masalah pemantapan kembali ideologi Pancasila, dan masalah yang berkaitan dengan radikalisme. (DND/JAY/ES)

 

Berita Terbaru