Sekjen MPR RI Sebut Sosialisasikan 4 Pilar Kepada Generasi Milenial Jadi Tantangan Besar

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 November 2019
Kategori: Berita
Dibaca: 123 Kali

Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono berfoto bersama peserta Forum Tematik Bakohumas MPR RI, di Gedung Nusantara MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11) pagi. (Foto: Heni/Humas)

Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) merasakan adanya tantangan besar terkait dengan bonus demografi yang memberikan kesempatan luar biasa kepada generasi millenial dalam pembangunan bangsa.

“Kita tentu tidak ingin ke depan peluang-peluang menjadi hilang, tantangan yang ada semakin berat karena kita tidak melakukan learning process pembangunan jati diri bangsa kepada generasi yang akan meneruskan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI Ma’ruf Cahyono dalam Forum Tematik Bakohumas, di ruang delegasi lantai 2, Plaza Nusantara V, MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11) pagi.

Untuk itu, jelas Ma’ruf, MPR RI yang melaksanakan sosialisasi terhadap 4 (empat) pilar bangsa, harus mengevaluasi metodenya, disesuaikan dengan segmentasi masyarakat sesuai kebutuhan, setidaknya di aspek-aspek yang bersifat kognitif.

“Kalau aspek-aspek yang secara sederhana saja sebenarnya bisa kita lakukan bagaimana sampai memaknai bait-bait Indonesia Raya, sila-sila Pancasila itu dalam tataran yang lebih dalam, kalau kata Professor tataran yang lebih filosofis. Bagaimana itu bisa didalami, apa sih yang dimaksud Ketuhanan Yang Maha Esa, sejenak direnungkan, dihayati, apa sih aspek-aspek religi bangsa dan seterusnya, konteks-konteks kemanusiaan, rasa persatuan, demokrasi, keadilan sosial, nah yang menjadi identitas bangsa itu seperti apa dalam tataran yang implementatif,” terang Ma’ruf.

Oleh karena itu, Sekjen MPR RI itu berharap adanya masukan dari para peserta Forum Tematik Bakohumas mengenai terobosan yang perlu dilakukan dalam melaksanakan sosialisasi 4 Pilar kepada generasi milenial.

Sinergitas

Sebelumnya Ketua Umum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) Widodo Muktiyo dalam laporannya mengemukakan, dari survei penetrasi internet dan perilaku pengguna internet di Indonesia yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018 terungkap, bahwa dari 171,17 juta pengguna internet di Indonesia tecatat sebanyak 91 persen mereka yang berada di rentang usia 15-19 tahun sudah sebanyak 91 persen yang menggunakan internet. Kemudian rentang 20 hingga 24 tahun sebesar 88,5 persen, lalu rentang usia 25 sampai 29 tahun sebanyak 82,7 persen.

Dengan gelombang informasi yang begitu besar mempengaruhi generasi milenial, menurut Ketua Umum Bakohumas itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk membentengi mereka dengan karakter kebangsaan yang teguh.

Ia mengingatkan, sejatinya karakter tidak dapat diwariskan, melainkan harus dibangun dan dikembangkan secara sadar dan terus-menerus melalui proses panjang yang tidak instan.

“Karena itu, seluru unsur pemerintah, utamanya humas dari seluruh K/L dan BUMN perlu melakukan sinergitas yang kuat  dalam upaya mempercepat proses diseminasi informasi melalui kanal informasi yang dimiliki oleh instansi pemerintah,” jelas Widodo.

Forum Tematik Bakohumas MPR RI itu dihadiri oleh perwakilan seluruh humas dari kementerian/lembaga (K/L) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (HEN/RAF/ES)

Berita Terbaru