Selain KTT US-ASEAN, Menlu: Presiden Jokowi Akan Bertemu 3 CEO Perusahaan Amerika

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Februari 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 26.911 Kali
Menlu diwawancarai wartawan usai menyambut kedatangan Presiden Jokowi di California Amerika (14/2). (Foto:Humas/Uni)

Menlu diwawancarai wartawan usai menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Indian Wells, California, Amerika. (Foto:Humas/Nia)

Senin (15/2), Presiden Joko Widodo akan memulai acara dalam rangka kunjungan kerja ke Amerika, yang utamanya adalah untuk menghadiri KTT Khusus ASEAN-US pada tanggal 15-16 Februari 2016 di Sunnylands, California. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, sebelum acara Pembukaan KTT dimulai pada hari Senin (15/2) waktu setempat, Presiden Jokowi akan mengawali acara hari pertama kunjungan kerja dengan dua pertemuan bilateral.

“Pertama adalah dengan Presiden Laos, kedua adalah dengan Perdana Menteri Vietnam,” ujar Menlu Retno. Mengenai topik yang akan dibahas, Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa topiknya tidak bisa diantisipasi karena pertemuan belum dilakukan.

 
“Tetapi kan saat ini Laos memegang keketuaan ASEAN, jadi saya kira diskusi  Presiden (RI) dengan Presiden Laos juga tidak akan terlepas dari masalah Keketuaan Laos di dalam ASEAN. Baru-baru ini, saya juga baru saja berkunjung ke Laos dan kita bicara juga mengenai masalah Keketuaan ASEAN, mulai dari saya, pada level saya,” pungkas Menlu.

Sedangkan, Perdana Menteri Vietnam sudah beberapa kali meyampaikan kepada Presiden (Jokowi) untuk berkunjung ke Vietnam.

“Saya kira, besok mungkin akan disampaikan lagi mengenai undangan tersebut. Mengenai isu-isu yang lain, nanti kita lihat besok bagaimana pembicaraan antara pemimpin,” tutur Menlu.

Untuk KTT US-ASEAN, acara akan dimulai pukul 3.30 (sore) waktu setempat, dengan retreat pertama yang topiknya adalah Promoting Innovative Entrepreneur ASEAN Eonomic Community. Jadi di dalam pembahasan retreat I (satu) antara lain akan dibahas mengenai masalah UMKM, information technology, digital economy, dan lain-lain.

Menlu menambahkan, pada bagian terakhir dari retreat I, akan ada 3 CEO yang diundang oleh Presiden Obama untuk bergabung dengan para leaders (pemimpin negara) dan berdiskusi dengan para leaders.

“Ketiga CEO tersebut adalah IBM, Microsoft, dan Cisco. Jadi akan ada interaksi antara leaders dengan 3 CEO dari 3 perusahaan tersebut,” jelas Menlu.

Mengenai overaching theme atau tema yang diusung Indonesia adalah partnership di antara Amerika dan ASEAN atau ASEAN dengan Amerika, ini ditujukan untuk perdamaian dan kesejahteraan.

“Itu adalah overaching theme-nya sehingga di dalam setiap retreat itu misalnya retreat besok heavy-nya adalah ekonomi, kita bicara bagaimana ASEAN dan Amerika bisa bekerja sama dan berkontribusi pada kesejahteraan baik kesejahteraan ASEAN maupun kesejahteraan Amerika,” jelas Menlu.

Lebih penting lagi, pada KTT tersebut Indonesia akan mengangkat UMKM. Karena UMKM dari persentase yang ada, banyak ekonomi Indonesia yang bergantung kepada UMKM dan sekaligus  ingin menutup gap development.

“Presiden berkali-kali mengatakan bahwa gap developement, gap pembangunan ini harus ditutup sehingga kalau kita bicara pembangunan, pembangunan yang harus bermanfaat bagi kita semuanya,” ujar Menlu mengutip arahan Presiden.

Setelah retreat pertama selesai, pada malam harinya akan diadakan working dinner dengan tuan rumah tentunya adalah Presiden Obama.

Menurut Retno Marsudi, di  dalam working dinner sekali lagi yang ingin ditekankan oleh Presiden Obama adalah interaksi dari pembicaraan yang akan dilakukan dengan tema regional strategic outlook dan dinner akan berlangsung sampai sekitar pukul 9 malam dengan komposisi leaders +1.

Dalam hal ini Indonesia, Presiden akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri. Sementara pada saat retreat I, Presiden akan didampingi oleh 4 delegasi yaitu Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, KSP, dan satu lagi adalah Wakil Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN.

“Jadi itulah acara yang akan dilakukan oleh Presiden besok, dua pertemuan bilateral, satu retreat dengan dua komponen/dua segmen yaitu hanya di antara leaders, kemudian masuk tiga CEO. Terakhir adalah working dinner dengan ASEAN dan tentunya Amerika,” simpul Retno. (SLN/EN)

Berita Terbaru