Semarakkan Pilkada Serentak, KPU Gagas Acara ‘Election Visit’

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 3 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 20.966 Kali
Ketua KPU Husni Kamil Manik didampingi pimpinan Bawaslu dan DKPP menyampaikan keterangan pers, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11)

Ketua KPU Husni Kamil Manik didampingi pimpinan Bawaslu dan DKPP menyampaikan keterangan pers, di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11)

Guna menyambut puncak pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana menyelenggarakan kegiatan internasional yang melibatkan pemantau-pemantau internasional, baik KPU atau penyelenggara pemilu negara sahabat, kantor perwakilan negara sahabat yang ada di Jakarta, serta lembaga-lembaga nasional yang punya perhatian terhadap Pemilu.

“Kami mengemas suatu kegiatan election visit untuk Pilkada,” kata Ketua KPU Husni Kamil Manik kepada wartawan seusai bersama pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11) pagi.

Menurut Husni, pihaknya telah mengajukan kepada Presiden Jokowi agar proses pembukaan election visit tersebut resmi bisa dilaksanakan di Istana Negara, dan dibuka langsung oleh Presiden.

Kegiatan tersebut, jelas Husni, direncanakan pada 8 Desember dalam bentuk pembukaan dan workshop. Selanjutnya, pada tanggal 9 Desember para delegasi akan dibawa mengunjungi tempat pemungutan suara yang terdekat dari Ibukota Jakarta. yaitu Pilkada Depok (Jabar) dan Tangerang Selatan (Banten).  “Selanjutnya,dari lapangan akan ada diskusi untuk evaluasi,” ujarnya.

Keriuhan Pilkada

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kurang riuhnya sambutan masyarakat terhadap pelaksanaan Pilkada serentak yanh sudah memasuki tahapan kampanye, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan waktu yang tersisa dalam waktu 1 (satu) bulan untuk melakukan sosialisasi dengan strategi direct selling.

“Petugas kami  PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang sekarang ada digerakkan menyasar para tokoh masyarakat di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Ketika KPPS terbentuk diakhir bulan november, mereka juga digerakkan untuk langsung bertemu pemilih di alamat rumahnya karena ada kewajiban kami untuk memberitahukan kepada pemilih formulir C6,” kata Husni seraya menyebutkan, dalam kesempatan  itu petugas KPPS tidak hanya sekedar mengantarkan surat pemberitahuan tapi juga berdialog untuk memastikan tidak seorangpun pun pemilih tidak tahu akan ada Pilkada.

Husni berharap agar pemerintah juga mendukung. Seluruh kantor pemerintah itu juga punya aktivitas partisipasi untuk sosialisasi untuk menambah kesemarakan Pilkada serentak itu.

Ketua KPU itu meyakini, pada 2 (dua) minggu ke depan akan kelihatan kegiatan yang bisa mengundang perhatian masyarakat karena pelaksanaan Pilkda akan masuk pada lap terakhir. Ia memperkirakan, dalam sisa waktu itu pasangan calon maupun penyelenggara Pemilu akan memanfaatkan waktu ini untuk menunjukkan kemeriahan.  (UN/AGG/ES)

 

 

Berita Terbaru