Senang Injakkan Kaki di Pulau Rote, Presiden Jokowi: Tidak Ada Daerah Yang Dianaktirikan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 8 Januari 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 18.204 Kali
Presiden saat menghadiri acara di Auditorium Tilangga, Rote, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/1) sore. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden saat menghadiri acara di Auditorium Tilangga, Rote, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/1) sore. (Foto: Humas/Rahmat)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat Pesawat Kepresidenan RJ-85 yang ditumpanginya mendarat di Bandar Udara DC Saudale, di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/1) sore.

“Dengan menginjakkan kaki saya di Pulau Rote, saya sudah lengkap melihat Indonesia dari ujung ke ujung, dari ujung ke ujung, ujung barat ke ujung timur, ujung utara ke ujung selatan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden) Tahun 2018, di Auditorium Tilangga, Rote, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/1) sore.

Presiden mengisahkan, sebelum Rote, tiga tahun lalu dirinya datang ke Sabang yang merupakan pulau paling barat Indonesia. Kemudian ia juga ke Merauke sebanyak dua kali. Setelah itu yang ketiga ia ke Pulau Miangas, pulau yang sangat kecil yang hanya dihuni oleh 230 KK.

“Karena hari ini kita sedang berada di Rote, saya sampaikan salam eta esa, kita adalah satu, satu dalam persaudaraan, satu dalam kebinekaan, satu bangsa, dan satu tanah air,” ucap Presiden yang disambut gemuruh tepuk peserta Rakornas Bara JP.

Kepala Negara mensyukuri betapa memang negara ini adalah negara yang sangat besar dan beragam, memiliki 714 suku dan 1.100 bahasa daerah serta 17.000 pulau.

Kepala Negara mengaku betul-betul sangat berbahagia sekali bisa bertemu dengan semuanya di Kabupaten Rote Ndao. Semula, Kepala Negara memperkirakan harus naik helikopter untuk sampai ke Pulau Rote, namun ternyata bandara Rote bisa didarati oleh pesawat yang digunakannya. Hal itu, lanjut Presiden, terjadi karena tiga tahun yang lalu ia telah memerintahkan Menteri Perhubungan untuk memperpanjang runway serta memperbaiki terminal di Bandara Saudale serta memperbaiki pelabuhan yang ada di Rote.

“Artinya, Pulau Rote ini sudah bisa turun pesawat-pesawat yang lumayan besar, seperti yang tadi sore saya bawa,” ujar Kepala Negara.

Tidak Ada Yang Dilupakan
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi mengatakan, untuk menuju ke negara maju, Indonesia harus dibangun dari sebelumnya Jawasentris menjadi Indonesiasentris. Bukan hanya membangun Jawa saja, bukan hanya Sumatera saja, tetapi dibangun seluruh pelosok tanah air dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote. 

“Tidak ada daerah yang dilupakan, tidak ada daerah yang dikesampingkan, tidak ada daerah yang dianaktirikan dan dianakemaskan. Semuanya adalah anak kandung ibu pertiwi,” tegas Presiden.

Daerah-daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), sambung Presiden tidak boleh dilupakan. Demikian juga daerah-daerah perbatasan tidak boleh ditelantarkan. “Di NTT telah kita bangun tiga pos lintas batas yang dulunya kayak kantor kelurahan,” ungkapnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (UN/ES)

Berita Terbaru