Senang Melihat Kesiapan Para Pengusaha, Presiden: Jangan Takut Bersaing Di MEA

Oleh Alfurkon Setiawan
Dipublikasikan pada 24 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 18.764 Kali
Penyerahan Penghargaan

Presiden Jokowi menyerahkan penghargaan produktivitas Paramakarya tahun 2015 kepada 22 perusahaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/11).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kegembiraan dan rasa senangnya mendengar produk-produk dalam negeri siap bersaing di pasar internasional, khususnya menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2016.

“Sebulan lagi masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economy Community) akan buka. Artinya apa, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus siap menghadapi itu. Dan saya senang yang berkumpul di sini adalah yang siap,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya saat menyerahkan penghargaan Produktivitas Paramakarya tahun 2015 kepada 22 perusahaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/11).

Membesarkan hati kalangan pengusaha, Presiden Jokowi mengisahkan hasil pertemuannya dengan para pemimpin ASEAN yang mengkhawatirkan kebanjiran produk Indonesia.”Presidennya, perdana menterinya bisik-bisik ke saya. Waduh ini kalau dibuka ini yang untung Indonesia, barang-barangnya murah, macem-macem lagi. Jadi kalau kita takut keliru. Mereka takut kita, kok malah kita jadi takut mereka,” kata Presiden.

Presiden menambahkan kalau produk Indonesia ditawarkan tetapi tidak ada yang membeli, artinya produk kita kalah bersaing dengan negara lain.

“Ada tadi saya tanya keripik singkong masuk Korea, seneng saya. Ada tadi sarung golf masuk ke semua negara. Contoh-contoh seperti itu, artinya produk-produk kita bisa bersaing. Ada produktivitas, nggak bisa ditolak lagi sudah,” kata Presiden.

Visi Kompetisi

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa era sekarang adalah era persaingan, era kompetisi, yang melibatkan antar negara, bukan lagi antar perusahaan.

“Ke depan nanti akan ada yang lain lagi. Ada yang namanya Trans Pasific Partnership (TPP), ada yang namanya  Free Trade Agreements of the European Union (FTA-EU) mau nggak mau sudah…nggak bisa ditahan lagi, gimana kita menahannya,” kata Presiden.

Bila Indonesia menolak membuka diri terhadap MEA, ataupun TPP, maka Indonesia tidak akan  bisa berjualan ke negara-negara lain anggota TPP.

Dalam upaya memenangkan persaingan, baik di MEA, TPP maupun FTA-EU, Presiden sudah memerintahkan Menteri Perdagangan untuk menyiapkan Badan Promosi Ekspor khusus melakukan  penetrasi  ke pasar negara lain, dan  Dewan Penunjang Ekspor, yang akan mengurusi peningkatan citra produk dalam negeri untuk siap ekspor. (WID/JAY/ES)

Berita Terbaru