Serahkan KIP dan PKH, Presiden Jokowi Ingatkan Tidak Boleh Untuk Beli Rokok

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 15 Januari 2018
Kategori: Berita
Dibaca: 13.228 Kali
Presiden Jokowi saat menghadiri acara di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (15/1) siang. (Foto: Humas/Jay).

Presiden Jokowi saat menghadiri acara di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (15/1) siang. (Foto: Humas/Jay).

Usai mengikuti acara pembukaan Muktamar 12 Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al Mutabaroh An Nahdliyyah (JATMAN),  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (15/1) siang.

Menurut Presiden, penerima KIP memperoleh  Rp450 ribu untuk yang SD, SMP Rp750 ribu, serta SMA dan SMK Rp1 juta. Namun Presiden mengingatkan, agar dana tersebut dipakai untuk kepentingan sekolah, bukan yang lain. 

“Dana yang ada di kartu untuk kepentingan sekolah, tas sekolah, seragam, buku sekolah, sedangkan untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau ada yang ketahuan, kartu akan dicabut,” tutur Presiden.

Untuk PKH, lanjut Presiden, ada 1.000 penerima di Kabupaten Pekalongan. “Pengambilan untuk PKH bisa diambil pada bulan Februari yang berisi uang Rp1.890.000,” ungkap Presiden seraya menyampaikan jika anggaran lebih akan ditambah.

Penggunaan PKH, menurut Presiden, tidak untuk digunakan membeli rokok, namun untuk kebutuhan sehari-hari dan pendidikan sekolah.

Presiden juga berpesan agar penggunaan dana PKH dan KIP dilakukan sesuai aturan.

Favorit
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa SMA Negeri 1 Kajen termasuk yang favorit di Kabupaten Pekalongan. Mendikbud menyampaikan bahwa ada 1.784 siswa yang memperoleh KIP yang hadir hari ini.

Para siswa tersebut terdiri atas pelajar SD sebanyak 669 siswa, SMP 458 siswa, SMA 200 siswa, SMK 301 siswa, dan jenjang program kesetaraan 156 siswa.

“Untuk penerima KIP se-Jawa Tengah 2.591.741 siswa dengan total bantuan dari Pemerintah Rp1,3 triliun,” kata Mendikbud.

Penerima khusus untuk Kabupaten Pekalongan, menurut Mendikbud, sebanyak 64.993 siswa dengan total anggaran Rp31 miliar. Untuk PKH, penerima yang hadir adalah 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM), untuk kabupaten Pekalongan total KPM 21 ribu dengan total bantuan Rp40 miliar. Sedangkan keluarga penerima manfaat 953.573 KPM di Jateng dengan total bantuan Rp1,8 triliun lebih.

Tampak hadir dalam acara penyerahan PKH dan KIP itu diantaranya Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Mendikbud Muhadjir Effendy, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (EN/ES)

Berita Terbaru