Sering Jadi Kendala, Presiden Jokowi Minta Pembebasan Lahan Jalan Tol Dibicarakan Baik-baik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 17 Juni 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 34.074 Kali
Presiden Jokowi melakukan groundbreaking ruas jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang, Jumat (17/6), Batang, Jawa Tengah. (Foto: Humas/Jay)

Presiden Jokowi melakukan groundbreaking ruas jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang, Jumat (17/6), Batang, Jawa Tengah. (Foto: Humas/Jay)

Mengakhiri kunjungan kerjanya di Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pencanangan pembangunan (groundbreaking) ruas jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang di desa Pasekaran, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (17/6) pagi.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengungkapkan, proyek pembangunan ruas tol ini harusnya sudah dimulai 20 tahun lalu, tetapi tidak bisa diteruskan karena ada masalah pembebasan lahan. Masalah pembebasan lahan ini, sebut Presiden, selalu dihadapi Indonesia dalam membangun apa saja, seperti pembangunan jalan, pelabuhan, maupun airport.“Padahal sekarang ini kita bersaing dengan negara lain. Negara lain sudah membuat tol puluhan ribu kilometer, kita baru membikin tol Trans Jawa saja tidak selesai, tidak sambung-sambung, lamban sekali karena masalah pembebasan lahan,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi berpesan kepada BUMN yang mengurusi pembebasan lahan agar mengajak masyarakat berdiskusi bahwa jalan yang akan dibangun untuk kepentingan jutaan orang, bukan untuk kepentingan para pejabat. “Bukan untuk kepentingan Menteri, Pak Wakil Gubernur, dan Pak Bupati,” tuturnya.

Presiden menambahkan, infrastruktur jalan sangat dibutuhkan untuk mengurangi disparitas harga di beberapa daerah. “Bensin di Wamena per liternya Rp60 ribu, di sini Rp6 ribu hingga Rp7 ribu,” ujarnya.

Menurut Presiden, setiap pembebasan lahan agar dibicarakan baik-baik, supaya cepat selesai dan konstruksinya bisa dimulai. “Nanti kembalinya ke masyarakat lagi sehingga harga barang-barang bisa murah,” katanya

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam laporannya menyampaikan, ruas tol Pemalang-Batang panjangnya 39,2 Km, sedangkan ruas tol Batang-Semarang panjangnya 75 Km. Pembangunan kedua ruas tol tersebut membutuhkan anggaran Rp15,85 triliun, dan ditargetkan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Seusai acara, Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri BUMN Rini Soemarno melakukan peninjauan ke titik lokasi proyek.

Dalam agenda groundbreaking ruas tol ini, Presiden secara simbolik juga menyerahkan sembako kepada perwakilan warga desa dari Kabupaten Batang, diantaranya dari Desa Pasekaran, Rawabelong, dan Cepoko Kuning. (DAN/ES)

Lihat juga:
Pidato Sambutan Presiden
Foto Kegiatan

Berita Terbaru