Seskab: Polri Akan Tindak Tegas Aksi ‘Sweeping’ dan Konflik SARA Pada Libur Natal dan Tahun Baru 2020

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 13 Desember 2019
Kategori: Berita
Dibaca: 131 Kali

Seskab Pramono Anung menyampaikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Persiapan Natal dan Tahun Baru 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/12) sore. (Foto: AGUNG/Humas)

Menanggapi perintah Presiden Joko Widodo agar aparat bisa menghadirkan rasa nyaman dan aman pada liburan panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan, Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis telah melaporkan kesiapan Polri  mengamankan, memberikan rasa aman termasuk hal-hal yang berkaitan dengan ancaman-ancaman yang ada.

“Termasuk kalau ada sweeping atau pun juga aksi tolak peribadatan dan lain-lain, konflik SARA dan tawuran, tadi dilaporkan oleh Bapak Kapolri dalam hal ini Polri akan mengambil tindakan tegas terhadap hal-hal yang seperti itu,” kata Seskab Pramono Anung dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas tentang Persiapan Natal dan Tahun Baru 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (13/12) sore,

Seskab menegaskan, Presiden telah meminta kepada Polri agar dalam  menyambut Natal dan Tahun Baru ini aksi-aksi yang seperti itu (sweeping atau pun juga aksi tolak peribadatan dan lain-lain, konflik SARA dan tawuran, red) tidak ada lagi.

Menurut Seskab, Kapolri juga melaporkan bahwa Operasi Lilin telah mulai dijalankan pada tanggal tepatnya tanggal 19 Desember dan akan berakhir sampai dengan 2 Januari. Yang melibatkan sejumlah personil hampir 191.000 baik itu dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan secara total. Sehingga dalam hal ini menyambut Natal dan Tahun Baru, baik Polri dan jajaran lain telah siap.

Cukup

Sementara terkait ketersediaan bahan bakar untuk menyambut liburan panjang Natal dan Tahun Baru 2020, Seskab Pramono Anung yang didampingi Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani mengemukakan, untuk kendaraan umum maupun kendaraan transport publik, pada prinsipnya tersedia dengan cukup.

“Apabila ada kemacetan seperti 2-3 tahun yang lalu, maka Pertamina akan proaktif untuk mengirimkan bahan bakar tersebut melalui yang dikelola secara langsung oleh Pertamina,” terang Seskab.

Sedangkan terkait listrik, menurut Seskab, Plt. Dirut PLN Sripeni Inten Cahyani melaporkan bahwa periode 18 Desember – 8 Januari semua pembangkit milik PLN akan beroperasi, dan tidak ada black out seperti yang lalu.

Ditambahkan Seskab, dalam ratas tersebut Menteri Perdagangan Agus Suparmanto telah melaporkan, tidak ada indikasi harga akan naik di luar yang sudah diprediksi. Sampai per hari ini secara umum inflasi kita 2,37%. Masih dalam target yang direncanakan, yaitu 3,5 persen plus minus satu.

“Jadi artinya, inflasi sampai dengan tanggal hari ini semuanya terjaga dengan baik, termasuk inflasi bahan makanan sekarang ini 3,47 persen, artinya masih di bawah atau pun dalam dalam batas range yang ada,” terang Seskab,

Sehingga dengan demikian, lanjut Seskab Pramono Anung, secara keseluruhan hal yang berkaitan dengan menyambut Natal dan Tahun Baru dari sisi keamanan, sisi transportasi, kemudian ketersediaan bahan pokok dan sisi bahan bakar, listrik insyaallah akan berjalan dengan baik. Apalagi dengan telah dioperasikannya ruas Cikampek elevated kemarin diharapkan betul-betul bisa mengurangi kemacetan lalu lintas yang ada.

(FID/AGG/ES)

 

Berita Terbaru