Seskab: Presiden Ingin Saat Ramadhan/Lebaran Harga Daging Rp 80.000/KG

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 26 April 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 27.249 Kali
Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers usai ratas, Selasa (26/4) sore. (Foto: Humas/Rahmat)

Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers usai ratas, Selasa (26/4) sore. (Foto: Humas/Rahmat)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan, pemerintah menyiapkan jauh-jauh hari untuk persiapan Lebaran, dengan menggelar Rapat Terbatas pada saat 2,5 bulan sebelum Lebaran.

Seskab mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekankan kepada para menteri untuk bisa menekan harga, bahkan harga-harga komoditas tertentu yaitu daging, dan kemudian minyak dan beras diminta harganya lebih rendah dari sekarang.

“Sebagai contoh misalnya, daging sekarang sekitar Rp120.000/kg, Presiden meminta untuk bisa diturunkan pada saat Ramadhan dan Lebaran itu di bawah Rp80.000,” kata Pramono kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/4) petang.

Menurut Seskab, tentunya penurunan harga itu harus ada upaya, terutama bagi birokrasi yang memberikan perizinan di kementerian tertentu. Yang mempersulit izin, memperlama izin, lanjut Seskab, Presiden telah memerintahkan untuk diganti, dicopot.

“Jadi tidak boleh bermain-main dengan hal yang berkaitan dengan ketersediaan untuk masyarakat dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, dan juga Idul Fitri,” terang Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Selain itu, lanjut Seskab, hal yang berkaitan dengan keamanan, transportasi, kemudian BBM dan energi juga diminta untuk dijaga.

Ia menyebutkan, akan diadakan ratas sekali lagi membahas evaluasi dari persiapan, terutama beberapa komoditas utama, yaitu daging, minyak, harga beras.

“Presiden telah memberikan instruksi diminta harganya lebih rendah dari harga sekarang,” tegas Mas Pram.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menambahkan, selain beras, daging, dan minyak, ada juga beberapa komoditi lain yang tidak sepenting beras, tetapi sangat banyak digunakan di rumah tangga yang harganya juga agak naik hari-hari ini.

Komoditi itu, kata Darmin, adalah bawang putih, bawang merah, cabai merah, dan cabai rawit. Itu karena harganya juga sedang meningkat.

“Itu diminta oleh Presiden untuk mulai dikendalikan dan dicarikan jalannya, apakah ini persoalan logistik, apakah ini persoalan pasokannya yang betul-betul kurang, itu harus dicari jalan untuk mengatasinya,” ungkap Darmin.

Layanan Digital
Mengenai Rapat Terbatas kedua yang membahas masalah keuangan inklusif, Seskab Pramono Anung mengatakan, telah diputuskan bahwa layanan keuangan digital ini akan menjadi sebuah metode baru yang akan terintegrasi secara keseluruhan.

“Intinya adalah untuk menghilangkan kebocoran, korupsi, penyalahgunaan salah sasaran, dan juga tentunya lebih efisien, lebih murah, lebih gampang,”jelas Pramono.

Ia menambahkan. pengalaman Presiden Jokowi pada waktu di Jakarta akan digunakan sebagai role model untuk menyelesaikan hal tersebut.

“Tadi Gubernur BI dan Ketua OJK telah menyampaikan secara clear dan jelas, Presiden nanti akan mengeluarkan perpres untuk mengakomodasi dari semuanya,” pungkas Pramono. (DND/FID/ES) 

Berita Terbaru