Seskab Tegaskan: Perjalanan Luar Negeri Presiden Prabowo Efisien, Tertib, Efektif dan Sesuai Prosedur

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 3 Februari 2026
Kategori: Berita
Dibaca: 55 Kali
Seskab Teddy menegaskan bahwa informasi mengenai penggunaan dua pesawat kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan luar negeri tidak benardalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.

Seskab Teddy menegaskan bahwa informasi mengenai penggunaan dua pesawat kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan luar negeri tidak benardalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa informasi mengenai penggunaan dua pesawat kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perjalanan luar negeri tidak benar. Penegasan tersebut disampaikan oleh Seskab Teddy dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026.

“Jadi ada yang menyampaikan dan menanyakan bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri itu sekarang menggunakan dua pesawat kenegaraan. Saya jawab enggak ada itu. Itu tidak benar,” tegas Seskab Teddy,

Lebih lanjut, Seskab Teddy menjelaskan bahwa dalam perjalanan luar negeri jarak jauh selama satu tahun terakhir, Presiden Prabowo menggunakan maskapai nasional Garuda Indonesia dengan pesawat Boeing 777. Penggunaan pesawat tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengedepankan efisiensi serta kebanggaan terhadap maskapai nasional.

“Sudah satu tahun ini Presiden Prabowo keluar negeri jarak jauh selalu menggunakan pesawat satu. Apa itu? Maskapai nasional kebanggaan kita Garuda Indonesia Boeing 777,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan pesawat Garuda Indonesia juga menjadi bagian dari upaya menunjukkan Indonesia sebagai negara besar yang memiliki maskapai nasional berkelas dunia. Pesawat yang digunakan pun tidak mengalami perubahan konfigurasi dan tetap menggunakan standar komersial tanpa perlakuan khusus kepresidenan.

“Di dalamnya pun pesawat 777 Garuda itu konfigurasinya masih seperti apa adanya. Tidak ada berubah, tidak ada khusus kepresidenan, VIP dan sebagainya. Masih sama. Itu aja kira-kira,” jelasnya.

Seskab Teddy juga menekankan bahwa jumlah perangkat kepresidenan yang mendampingi Presiden dalam perjalanan dinas luar negeri saat ini makin dibatasi. Hanya unsur yang benar-benar diperlukan sesuai ketentuan yang ikut mendampingi Presiden, sebagai bagian dari kebijakan efisiensi dan penataan ulang protokol perjalanan.

Sementara itu, terkait adanya pesawat cadangan, Seskab Teddy menyebut bahwa hal tersebut merupakan prosedur standar yang berlaku di seluruh dunia. Hal tersebut berkaitan dengan aspek pengamanan dan keselamatan kepala negara.

“Di mana pun namanya kepala negara, pemerintahan itu pasti punya pesawat cadangan. Jangankan pesawat, mobil pun harus dua, harus ada cadangannya, harus ada backupnya. Dan Anda lihat kalau mobil rangkaian dulu banyak sekarang maksimal 8. Salah satunya ada mobil cadangan. Pesawat juga begitu,” ujarnya.

Dengan demikian, Seskab Teddy menegaskan bahwa perjalanan luar negeri Presiden Prabowo dilaksanakan secara efisien, tertib, efektif dan profesional, tanpa pemborosan, serta tetap mengedepankan aspek keselamatan. (BPMI Setpres)

Berita Terbaru