Seskab Tegaskan Tidak Ada Rekayasa Dalam Dialog Presiden Jokowi Dengan Suku Anak Dalam

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 November 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 30.200 Kali
Presiden Jokowi berdialog dengan Suku Anak Dalam, dalam kunjungan ke Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10) lalu.

Presiden Jokowi berdialog dengan Suku Anak Dalam, dalam kunjungan ke Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10) lalu.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung meluruskan perbincangan di media sosial terkait dialog antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Suku Anak Dalam, di Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10) siang, sebagai telah disetting atau direkayasa sedemikian rupa, dengan menampilkan dua buah foto yang mengesankan adanya pengarahan atau settingan itu.

“Kami ingin menyampaikan juga kepada rekan-rekan seklalian, karena beredar di sosial media cukup luas, hal yang berkaitan dengan kunjungan Presiden ke suku Anak dalam,  yang seakan-akan ada rekayasa dalam foto,  perlu kami tegaskan bahwa tidak ada sama sekali yang dilakukan  oleh Presiden seperti yang dituduhkan,” kata Pramono kepada wartawan dalam keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Senin (2/11) sore.

Seskab menjelaskan, bahwa memang ada satu orang yaitu Husni Thamrin yang  bertindak sebagai penerjemah yang bisa  berbicara dengan Suku Anak Dalam, yang ada di 2  tempat tersebut, dan memakai baju batik.

Menurut Seskab, jarak antara Presiden Jokowi yang mengunjungi Suku Anak Dalam yang mereka turun gunung atau keluar dari hutan dengan lokasi tempat penampungan itu kurang lebih sekitar 600-800 meter. Karena itu, Seskab menilai, apa yang dikembangkan beberapa orang melalui media sosial seperti sudah di luar etik.

“Karena betul-betul Presiden dan beberapa teman-teman media juga beberapa hadir pada waktu itu di lapangan sama sekali tidak ada rekayasa foto atau apapun, dan itu sama sekali bukan karakter Presiden kita,” tegas Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Seskab menegaskan, bahwa PresidenJokowi  ingin apa adany. Dalam setiap kunjungan, lanjut Seskab, Presiden ingin menegaskan bahwa  jangan ada hal yang sekan-akan diperlihatkan baik. “Beberapa acara yang sudah disusun, yang ternyata penyiapannya baru satu atau dua hari, begitu dilaporkan kepada Presiden pasti langsung dibatalkan,” tambahnya.

Disampaikan Seskab Pramono Anung, bahwa Presiden Jokowi lebih berharap bahwa beliau bisa mengunjungi tempat-tempat yang  memang  membutuhkan kebijakan, policy, keputusan dari Presiden.

Ia menunjuk contoh rumah singgah yang di Palembang, ternyata sama sekali bukan hal  yang rekayasa, tempatnya memang di tempat kumuh, dan itulah hal yang menjadi perhatian Presiden selama ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah menteri Kabinet Kerja mengunjungi Suku Anak Dalam, di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam kesempatan itu, selain berdialog dengan warga Suku Anak Dalam dan menyerahkan paket bantuan berupa sembako dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Presiden Jokowi juga menyempatkan diri mengunjungi perumahan orang rimba dan memberi mereka bantuan, termasuk menawarkan rumah tinggal bagi mereka. (DID/ES)

Berita Terbaru