Seskab: Tidak Ada Agenda Pembahasan Freeport Dalam Kunjungan Presiden Ke AS

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 25 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 23.405 Kali
Seskab Pramono Anung bersama Presiden Jokowi

Seskab Pramono Anung bersama Presiden Jokowi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengemukakan,  tidak ada agenda pembahasan Freeport di Indonesia dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Amerika Serikat (AS), Sabtu – Kamis (24-29 Oktober) mendatang.

“Menteri ESDM Sudirman Said tidak jadi berangkat, jadi tidak ada spekulasi mengenai Freeport,” kata Pramono menjawab wartawan saat mengantar keberangkatan Presiden Jokowi dari Bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, Sabtu (24/10)  malam.

Menurut Seskab, dalam kunjungan ke AS itu, Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan ke bagian barat dan bagian timur negara itu.

Di bagian timur, jelas Pramono, secara resmi Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden AS Barack Obama, pimpinan parlemen, menteri dan kelompok pelobi, untuk membahas bagaimana peran Indonesia-AS dalam percaturan global.

“Tentunya juga masalah yang menyangkut politik, ekonomi, kerja sama dan penandatanganan beberapa nota kesepahaman dan kerja sama bidang hankam, perhubungan dan macam-macam lainnya,” papar Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Sementara di bagian barat, lanjut Seskab, Presiden Jokowi akan mengunjungi silicon valley untuk bertemu dengan pelaku usaha digital dan kreatif, kemudian bertemu dengan beberapa CEO mulai dari Google, Microsoft, Apple dan sebagainya.

“Dua tempat ini, yang satu sangat formal dan lainnya informal. Jadi itulah memang yang jadi keinginan Presiden supaya ke AS ini tidak hanya kunjungan kenegaraan tetapi juga membahas persoalan kemajuan ekonomi kreatif dan digital kita,” ujar Pramono.

Pramono menyebutkan Presiden berkeinginan agar desa-desa di Indonesia mulai memahami dan juga terlibat dalam penggunaan teknologi digital. “Karena itu,  Menteri Desa akan berangkat ke sana, dan memang Google berkeinginan untuk membantunya,” katanya.

Pramono menyebutkan sekarang ini ada dana desa yang cukup besar. Untuk itu, upaya masyarakat di desa itu terbuka keinginan, minat dan pengetahuannya terhadap teknologi digital, lanjut Pramono, maka secara spesifik Presiden Jokowi berkeinginan betul agar desa itu melek dengan teknologi digital.

Diakui Seskab, dalam kunjungan ke AS ini, Presiden membawa sejumlah pelaku usaha kreatif dan digital seperti pendiri gojek, tokopedia dan kaskus. “Mereka anak-anak muda yang kreatif di bidang itu sehingga diajak agar memiliki wawasan yang lebih luas, karena silicon valley itu sekarang betul-betul merajai dunia,” ungkapnya. (*/ANT/ES)

Berita Terbaru