Seskab: Tidak Mudah Menjadi Pegawai di Lingkungan Dekat Presiden dan Wakil Presiden

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Agustus 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 25.901 Kali
Seskab Pramono Anung saat menyerahkan door prize kepada pensiunan pegawai di lingkungan Istana Kepresidenan, Jumat (19/9) siang. (Foto: Humas/Agung)

Seskab Pramono Anung saat menyerahkan doorprize kepada pensiunan pegawai di lingkungan Lembaga Kepresidenan, Jumat (19/8) siang. (Foto: Humas/Agung)

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan bukan hal yang mudah menjadi pegawai di lingkungan yang terdekat dengan Presiden dan Wakil Presiden, pasti suasana politik juga mempengaruhi.

“Pergantian kekuasaan, pergantian pimpinan itu selalu mempengaruhi,” kata Pramono saat menghadiri acara ramah tamah antara para pejabat, para pensiunan dan paguyuban pensiunan di Lingkungan Lembaga Kepresidenan, di Gedung Krida Bhakti, Jakarta, Jumat (19/8) pagi.

Satu hal yang ditekankan oleh Seskab adalah pemimpin dan penguasa boleh bergantian. Tetapi rasa persaudaraannya harus tetap dijaga.

“Hanya tadi saya berpesan, lagunya jangan mellow-mellow lah seperti yang dinyanyikan tadi. Walaupun sudah pensiun, lagunya, beat-nya harus semangat, kata Seskab yang pada kesempatan itu juga tampil menyanyikan lagu Ku Tak Bisa yang biasa dinyanyikan Group Band Slank.

Meskipun rata-rata telah memasuki usia pensiun, menurut Seskab, kalau dilihat dari wajah-wajah mereka yang hadir sebenarnya wajah–wajah yang masih produktif hanya saja peraturan telah membatasi.

Karena itu, dengan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik, kesadaran untuk menjaga kesehatan dengan lebih baik, Seskab setuju agar usia pensiun perlu dipertimbangkan bisa bertambah.

Seskab memberikan contoh sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla. Di usia 74 tahun, Wakil Presiden Jusuf Kalla masih sangat fit dan masih bisa kesana-kemari memimpin bangsa dan negara. Apalagi dengan kombinasi Presiden dan Wakil Presiden yang tidak bisa diam dua-duanya yang sangat mobile.

“Saya meyakini bahwa sebenarnya perlu kita pikirkan kalau di tempat lain sekarang usia pensiunnya sudah 68, kita 58-60. Padahal ini usia masih produktif,” terang Pramono.

Terbiasa speed tinggi
Dalam acara yang berlangsung hangat dan akrab itu, secara spontan Seskab bertanya langsung kepada para pensiunan. Jawaban yang terlontar pun mengundang tawa tamu yang hadir.

Apresiasi tinggi diberikan Seskab kepada 82 pensiunan yang hadir. “Kita sudah terbiasa dengan speed yang tinggi. Ini baru bisa dilakukan sebenarnya atas apa? Atas Bapak/Ibu sekalian,” kata Mas Pram, panggilan akrab Pramono Anung.

Seskab meyakini bahwa sebagai birokrasi, mesin di Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, KSP, Sekmil, Kantor Wakil Presiden, itu sudah speed tinggi sebenarnya.

Sebagai contoh Seskab menceritakan, baru kemarin sore diputuskan oleh Presiden ratas mengenai poros maritim di Sumatera Utara. Kelihatannya perintahnya gampang, tapi turunannya itulah kalau tidak biasa juga akan tergapap-gagap.

Tetapi karena sudah relatif ini berjalan dengan baik, mengundang sejumlah menteri, kita sudah terbiasa dengan itu. “Dan ini bisa terjadi karena Bapak/Ibu sekalian mempunyai peran yang sangat besar,” tutur Pramono seraya mengatakan, dalam era kompetisi, era persaingan dulu orang tidak menyangka bahwa Kantor Kepresidenan, baik siapa pun dalam lingkaran ini ternyata  bisa mendukung perubahah kecepatan itu.

“Bapak/Ibu yang pensiun, kita doakan bersama untuk memulai kehidupan baru, di lingkungan yang baru, dan Bapak/Ibu tidak kehilangan kesempatan untuk berbakti kepada nusa dan bangsa dengan cara yang berbeda. Nanti kalau di undang acara-acara seperti ini mudah-mudahan tetap datang, karena inilah yang menyambung tali silaturahmi kita semua,” pungkas Seskab.

Sekretaris Menteri Sekretaris Negara, Setia Utama, menjelaskan acara ramah tamah ini diselenggarakan setiap tahunnya, menjadi tradisi  di lingkungan lembaga Kepresidenan untuk menghormati dan mengapresiasi para pensiunan pegawai Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet.

Pensiunan yang dilepas adalah mereka yang pensiun periode 1 Oktober 2015 – 1 September 2016.  Sejumlah 82 orang, meliputi pensiunan yang terakhir bertugas di Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara dan Kedeputian sejumlah 28 orang, petugas di Sekretariat Presiden 29 orang, Sekretariat Wakil Presiden 7 orang, Sekretariat Presiden 3 orang, Sekretariat Kantor Staf Presiden 1 orang, Sekretariat Wantimpres 2 orang, BLU Kemayoran 1 orang, dan Sekretariat Kabinet 11 orang.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sekretariat Kabinet Surat Indijarso, Deputi Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet Agustina Murbaningsih, Deputi Bidang Administrasi Aparatur Sekretariat Negara Cecep Sutiawan, Sekretaris Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Wakil Presiden M. Umar, serta Pejabat Eselon I, Eselon II di lingkungan Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. (DNA/EN/ES)

Berita Terbaru