Siapkan Paket III, Presiden Jokowi Minta Bunga Bank Turun, Dan Fokus Proyek Padat Karya

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 1 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 56.869 Kali
Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10) siang

Presiden Jokowi memimpin rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10) siang

Setelah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I pada 9 September yang dilanjutkan dengan Paket Kebijakan Tahap II pada 29 September 2015, pemerintah dalam waktu dekat kembali akan meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap III.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Paket Kebijakan Tahap III  yang bisa dikeluarkan pada awal minggu depan ini, memiliki stimulus jangka pendek, insentif jangka menengah kemudian juga insentif-insentif untuk jangka panjang, sehingga bisa sangat cepat sekali dirasakan langsung oleh rakyat, langsung oleh dunia usaha.

“Saya kira paket ekonomi yang ke III ini jangka pendek ,coba dilihat apakah memungkinkan: yang pertama , bunga bank bisa turun dengan mengefisiensikan biaya-biaya yang ada di dalam bank, tolong dihitung,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas yang membahas masalah pemangkasan perizinan, di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10) siang.

Secara khusus yang berkaitan yang kedua untuk daya beli, proyek padat karya, menurut Presiden Jokowi, besok (Jumat, 2/10, red) harusnya sudah dikeluarkan.

“Saya kira di Kementerian PUPR ada yang berkaitan dengan irigasi dan dana yang diluncurkan ke daerah terutama  di desa. Di Kementerian Pertanian juga ada,  dana yang berkaitan dengan irigasi yang ini juga sudah sebagian besar dikerjakan tetapi sisanya segera diluncurkan,” pinta Presiden Jokowi.

Presiden juga menyebutkan, bahwa untuk kegiatan yang menyerap padat karya besar sebenarnya ini ada di dana desa. Untuk itu, Presiden Jokowi berharap Mendagri  betul-betul mengejar. “Ini fokuskan untuk padat karya saja. Entah membuat irigasi atau entah membuat jalan,” tutur Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga mengemukakan, saat meninjau proyek irigasi di Karawang, beberapa hari lalu, pekerjaannya betul dipakai untuk selokan irigasi kampung, tetapi orang yang  terlibat tidak banyak,kurang banyak.

“Kalau bisa melibatkan orang lebih banyak ratusan, lima ratusan, ribuan itu yang baru padat karya,” tegas Presiden Jokowi seraya menyampaikan saat dirinya menghitung kemarin hanya ada tujuh pekerja.

Presiden Jokowi juga menyoroti masalahrestrukturisasi untuk Usaha Kecil Menengah. Menurut Presiden, kalau memang di lapangan itu terjadi masalah, maka jangka-jangka pendek ini diperlukan untuk bisa ditangkap secara positif, bahwa ada upaya-upaya  pemerintah yang nyata , ada upaya-upaya pemerintah yang konkret.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Seskab Pramono Anung, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkeu Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Dirut Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto.

(DID/UN/SLN/ES)

Berita Terbaru