Sidak ke BKPM, Presiden Jokowi Sebut Sistem Perizinan Belum Integratif

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 Oktober 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 23.235 Kali

Sidak BKPMPresiden Joko Widodo (Jokowi) secara mendadak melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, di Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (28/10) sore.

Tanpa didampingi pejabat setingkat menteri, Presiden Jokowi langsung meninjau ke masuk ke tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Presiden langsung bertanya ke sejumlah orang yang sedang menguru izin invetasi. Selain itu, Presiden juga langsung menanyakan temuannya kepada Deputi Promosi BKPM Himawan Hariyoga yang mendampinginya selama sidak di BPKM itu.

Kepada wartawan yang menemuinya di Istana Negara, Jakarta, Presiden Jokowi mengatakan, sidak itu dilakukan untuk memastikan pelayanan terhadap investor telah baik dan cepat.

“Penampilan kantor (BKPM) sudah baik, tetapi kecepatan pelayanan masih belum bagus,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, sistem perizinan yang ada masih belum terbangun secara integratif. Presiden berharap agar proses perizinan dapat lebih mudah dan satu atap.

Untuk itu, lanjut Presiden Jokowi, ia akan mengumpulkan para menteri Kabinet Kerja untuk mempermudah perizinan seperti dalam mengurus usaha dan investasi. “Nanti menteri-menteri yang berhubungan dengan perizinan akan saya kumpulkan,” tegasnya.

Presiden mengingatkan, investasi adalah hal penting karena akan membuka lapangan pekerjaan dan memperbaiki infrastruktur seperti listrik yang masih kekurangan di berbagai daerah.

Mengenai tumpang-tindih perizinan antara pusat dan daerah, Presiden mengemukaka, bahwa  sebenarnya telah banyak daerah yang siap untuk perizinan investasi.

Presiden Jokowi juga berharap bahwa perbaikan terhadap pengurusan perizinan diharapkan dapat selesai dalam jangka waktu 3-6 bulan mendatang. (ANT/ES)

Berita Terbaru