Silaturahmi dengan Alumni Penerima Kartu Prakerja, di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, 17 Juni 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 17 Juni 2022
Kategori: Sambutan
Dibaca: 296 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati Pak Menko Perekonomian, beliau ini motornya yang menggerakkan Kartu Prakerja, bersama dengan Bu Deni, dan Mas Hengki Sihombing tadi beserta seluruh PMO yang tergabung di dalamnya;
Yang saya hormati Bu Menteri Keuangan, Pak Kepala Staf Kepresidenan, Bu Menteri Ketenagakerjaan;
Yang saya hormati Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat yang hadir, Pak Pangdam, Kapolda; serta yang saya hormati para alumni program Kartu Prakerja;
Bapak-Ibu hadirin yang berbahagia;
Yang saya hormati pimpinan Komisi IX DPR RI.

Saya sangat senang sekali terhadap program ini, Program Kartu Prakerja, karena saat itu saya ingat awal Maret, tanggal 2 Maret, kita masuk yang namanya COVID-19, pertama kali masuk tanggal itu. Kemudian sebulan setelah itu mungkin tanggal-tanggal 11 April Kartu Prakerja ini dimulai, sehingga suasananya saat itu adalah suasana COVID-19. Bagaimana menyiapkan sebuah program tetapi suasananya adalah PSBB dan PPKM, bayangkan.

Tapi yang saya sangat apresiasi, yang daftar itu sampai saat ini sudah 115 juta, yang terverifikasi 84 juta, yang diterima 12,8 juta. Besar sekali. Ini angka yang tidak kecil 12,8 juta yang produktivitasnya meningkat, skill-nya meningkat, pengalaman kerjanya karena pelatihan ini menjadi meningkat, 12,8 juta. Apa bisa cara-cara ini kita lakukan kalau kita tidak menggunakan platform digital? Enggak mungkin, iya ndak? Bener ndak?

Platform yang dibangun yang saya senang, tadi seperti yang disampaikan Pak Airlangga, tidak ada yang lewat uang itu, anggaran itu ke kementerian, ke provinsi, ke kabupaten, ke kota,  baru ke peserta. Ini langsung dari Menteri Keuangan transfer langsung ke peserta, coba.

Platform seperti ini dihasilkan oleh anak-anak muda, yang sudah tua kayak seperti saya ndak mungkin bisa membikin platform yang bagus seperti ini, sehingga tadi Mas Hengki Sihombing bercerita mengenai itu dan teman-temannya muda-muda semuanya. Yang sebetulnya saya tahu, saya berikan contoh Mas Hengki ini, ini kerja di korporasi gajinya sudah di atas Rp 150juta, mau bergabung dengan PMO yang gajinya saya enggak tahu hanya berapa, saya malu menyebutkan karena yang gaji pemerintah, mungkin 1/3 (atau) 1/4 nya. Mau, mau, bayangkan. Yang muda-muda, saya sudah kenal banyak yang di PMO yang muda-muda yang menyiapkan sistemnya yang menyiapkan platform aplikasinya dan yang paling penting manfaatnya betul-betul ada.

Oleh sebab itu, saya minta yang dari timur maju satu, yang merasa Kartu Prakerja ini ada manfaatnya. Kalau merasa enggak ada manfaatnya, maju untuk apa. Saya pengin anak-anak yang optimis. Silakan.

Ada yang dari Indonesia bagian barat? Satu laki-laki. Silakan, silakan silakan. Ya. Balapan. Satu saja jangan dua, satu yang saya minta. Satu. Ini dua. Satu. Satu. Satu saja loh ini.

Satu lagi. Enggak, karena semangat kelihatannya enggak mau kembali ya sudah dua enggak papa. Satu lagi yang dari Indonesia yang bagian tengah. Satu lagi, ya boleh. Jangan ada yg maju lagi. Sudah, stop.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, yang pertama tadi. Dari mana, nama dulu dari mana?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Baik. Terima kasih Bapak Presiden.
Perkenalkan saya Pudencia.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Siapa?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pudencia. Pudencia.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pudencia?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Iya. Iya, Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Panggilannya?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Panggilannya Dea.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pudencia, panggilannya Dea? Kok bisa? Pudencia, panggilannya Dea. Enggak sambung sebetulnya tapi enggak apa-apa. Dea, dari mana tadi?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya dari Ende, Flores, NTT.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dari Ende, Flores, NTT. Gimana jadi tahu soal Prakerja ini dari mana? Mendaftarnya seperti apa? Pelatihannya apa yang dipilih?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Baik. Terima kasih, Bapak.

Kemarin saya tahunya dari internet, dari google. Dari Google kebetulan melihat pelatihan itu, saya langsung tergerak untuk mencoba. Saya mencobanya dari gelombang 1 tapi lulusnya sampe gelombang ke-13.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Artinya peserta ini betul-betul terseleksi. Bener ndak? Tidak sembarangan bisa masuk. Karena nyatanya daftarnya pertama diterimanya di gelombang ke-13.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Iya, Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ampun. Sebelumnya bekerja di mana atau kuliah di mana atau sekolah di mana?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya mengikuti pelatihan Prakerja itu waktu masih honorer di puskesmas. Kami di NTT kalau honorer itu tidak digaji, jadi…

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus daftar?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Setelah itu saya mengikuti pelatihan Prakerja melalui internet. Di kampung kami juga jaringannya masih susah, jadi saya harus ke kota untuk mendaftar waktu itu. Mendaftar dari gelombang 1 sampai gelombang 13 itu saya ikut, tapi tidak pernah lolos-lolos. Nah gelombang ke 13 lolos, puji Tuhan, saya langsung mengikuti pelatihan di platform Karier.mu dan Sekolah.mu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, mengambil platform Karier.mu? Ya. Oke.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Setelah dari situ saya mengikuti pelatihan, pelatihannya pelatihan ada tiga pelatihan yang pertama Microsoft Excel, Word, dan apa ya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pertanyaan saya sekarang, transfernya komplet?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Komplet.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Diterima?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Diterima, Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tidak ada kurang serupiah pun?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Tidak ada.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Kan seingat saya ada yang untuk Rp1 juta untuk pelatihan, dan Rp600 (ribu), Rp600 (ribu), Rp600 (ribu), Rp600 (ribu) empat kali betul?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Siap ya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Diterima komplet?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Diterima, Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Setelah itu ada lagi tambahan? Ndak? Oke. Berarti benar? Nggak. Ini dicek benar harus dicek. Dicek. Jangan ada yang belok ke rekeningnya yang lain-lain nanti. Oke. Sudah benar.

Sekarang dapat manfaat apa setelah ikut?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Setelah ikut puji tuhan saya diterima di bandara terkecil di NTT yaitu di Bandara Sabu Raijua, Bandara Tardamu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Begitu ikut langsung diterima di bandara?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Belum Pak. Waktu itu saya mengikuti pelatihan dan saya kebetulan ada loker saya ikut, dan ditelepon katanya, “Kamu mau tidak kerja di pelosok gitu?” Saya kan dari Ende kalau ke Sabu itu harus naik kapal atau pesawat, tidak ada jalan darat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terus?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Di sana Sabu. Mungkin tidak tahu Sabu ya, Sabu soalnya tidak termasuk dalam peta Indonesia.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Coba dilepas (maskernya), saya kadang-kadang terdengar, kadang-kadang tidak.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Gugup saya.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Terakhir usulnya apa untuk Kartu Prakerja?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Usul maksudnya gimana Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya usul. Pak, Kartu Prakerja ini dibubarin saja, Pak. Enggak ada manfaatnya. Boleh saja kalau berani. Ya kan? Sudah dapat manfaat usulnya gitu, lah bisa saja. Ya namanya usul. Usulan?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Baik. Terima kasih. Usulnya maunya Prakerja jangan sampe di sini, maunya biar meskipun Bapak ke depannya tidak menjadi Presiden kita lagi, lanjut terus sampai seumur hidup.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ramai ini, ramai, ramai, ramai. Hati-hati. Hati-hati. Sudah stop, nanti ramai ini. Ganti ke sini.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pak, bisa tambah lagi?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Masih apa?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Ada salam dari Ende, Pak. Terima kasih sudah mengunjungi Ende. Bapak Presiden nginap di Ende itu tiga hari. Karena Bapak Presiden bilang, ini baru di Ende Bapak Presiden mengunjunginya sampai tidurnya dua malam tiga hari. Terima kasih banyak, Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nggih. Silakan nama, dari mana?

Perwakilan Penerima Kartu Prakerja (Niam Al-Muzaki)
Nama saya Niam Al-Muzaki, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Niam? Niam Al-Muzaki? Panggilannya?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Niam.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Niam. Dea, Niam.

Ya ceritakan mengenai tadi. Jadi tahu Kartu Prakerja dari mana, daftarnya seperti apa? Mudah atau sulit?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Baik. Pada saat bulan pembukaan itu, Pak, saya buka waktu itu saya masih di pesantren  jadi pengurus.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pesantren?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Ya betul, Pak. Jadi pengurus pesantren.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Jadi Niam Pengurus pesantren?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Betul, Pak. Saat itu lagi buka-buka gitu loh. berita-berita pemerintah. Nah ada pembukaan Prakerja, kemudian saat itu saya mendaftar di yang pertama, alhamdulillah lolos ke-19, periode 19.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Lolos di gelombang yang ke 19? Ini tadi 13 Dea, ini 19, ebih pintar di sini berarti. Lebih beruntung, bukan pintar, lebih beruntung. Oke. Silakan.

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Ya saat itu saya mendapatkan keterangan lulus, saya langsung ikut untuk pendaftar manajemen perkantoran, Pak, pada saat itu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pelatihannya manajemen perkantoran. Oke.

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Administrasi perkantoran.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Administrasi perkantoran. Oke. Kenapa memilih administrasi perkantoran?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Karena pada saat itu saya di bagian kesekretariatan seperti itu Pak, dan suka menghitung.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Suka menghitung. Apa hubungannya suka menghitung dengan administrasi perkantoran?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Mendata jumlah santri berapa, jumlah pengurus yang akan masuk keluar.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sambung, sambung, sambung. Oke, sambung. Terus yang Rp1 juta, yang Rp600 (ribu), Rp600 (ribu), Rp600 (ribu), Rp600 (ribu) komplet masuk ke rekening?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Komplet masuk rekening.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nggih. Itu yang paling penting. Sekarang apa manfaat?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Ya manfaatnya setelah itu saya mencoba mendaftar-mendaftar di wilayah. Saya dari Cirebon, Pak. Ya, saya mendaftar di berbagai PT dan CV, alhamdulillah saya masuk di mitra kerja PT Pertamina EP Cirebon Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, bagus.

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Bidang procurement atau pengadaan tender seperti itu, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Karena pelatihan. Ini berarti disertakan sertifikatnya? Dan itu yang kelihatannya dilihat oleh mereka gitu? Oleh Pertamina? Salah satunya?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Salah satunya, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bagus. Bagus. Usulan?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Usulannya agar kepada para alumni ini, Pak, kita ingin didampingi seperti itu Pak. Artinya tidak hanya pada saat mendaftar ikut pelatihan selesai, tetapi ada pendampingan sehingga bisa meningkatkan semangat.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini usul bagus Pak Menko. Usul bagus. Bu Deni, usul bagus. Bagus. Ya, terima kasih.

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Baik. Terima kasih.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sana dulu, silakan. Nama, dari mana?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Mohon izin, Pak, buka masker.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, silakan dibuka.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Bismillah. Nama saya kayak menterinya Bapak, Sandi Noviandi Samiaji.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Seperti siapa maksudnya?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Menteri, masa Bapak lupa. Menparekraf.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sandi?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Noviandi Samiaji. Sandi Noviandi Samiaji.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sandi Noviandi Samiaji.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Sama Sandi-nya doang.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sandi-nya doang.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Tapi bukan menteri, Pak. Doain, entah kabinet apa.
Oke. Saya mau cerita.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Dari mana?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya tuh kan makanya maju, perwakilan warga lokal Bogor. Kang Emil, saya warganya. Kalau mau di-posting enggak apa-apa.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bogor. Bagus.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Bismillah Pak, saya mau menceritakan masalah Prakerja tapi saya dalam arti tidak seperti yang lain mainstream. Saya awalnya pesimis, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Pesimis?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pesimis itu ketika melihat Bapak kampanye waktu di Debat Presiden kan, yang tadi ada tuh gambarnya tuh Kartu Prakerja gitu kan, saya pikir, “Ah enggak akan mungkin terjadi gitu kan.” Saya tunggu setahun, dua tahun gitu, bahkan saya gak lolos, Pak. Saya tadinya mau bikin #percumakartuprakerja. Saya gak dapat gitu kan, sebagai golongan yang enggak dapat gitu kan.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini nanti akhirnya, usulannya dibubarkan ini nanti. Silakan.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Oke, dari situ saya akhirnya tapi kan tadi yang gelombang 13, 19, mungkin saya yang paling pinter enggak tahu yang situm saya yang (gelombang) 9 Pak, 9 kali berturut-turut.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Gelombang ke-9 diterima?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Gelombang ke-9, Pak, insyaallah mudah-mudahan. Nah setelah itu, saya lihat pelatihan apa yang paling menarik kan. Nah karena nama saya mirip, Pak, kebetulan kan Pak Sandi itu kan punya Rumah Siap Kerja, Pak. Rumah Siap Kerja mana? Ini perwakilannya loh. Rumah Siap Kerja pembinanya Pak Sandiaga Uno, kebetulan di situ pelatihannya yang menurut saya menarik karena saya suka hidroponik, Pak, hidroponik.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Hidroponik?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Hidroponik itu sayuran dalam air seperti itu. Saya ikutan. Yang bikin saya menarik ya karena saya wiwitan tanaman. Yang kedua, itu mungkin salah satu program yang ada timbal baliknya Pak. Saya dapat kit starter-nya. Kalau yang lain kayaknya video online doang, Pak, ini saya jujur, Pak. Tapi itu menarik tuh, pelatihan, alhamdulillah kalau ditanya manfaatnya. Setelah itu saya ikut pelatihan, tahu sedikit ilmunya, alhamdulillah saya sedikit menjadi semacam kayak trainer untuk pelatihan hidroponik seperti itu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oh, bagus.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya suka membuka kelas walaupun belum ramai, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Malah membuka kelas?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Malah membuka kelas, membuka kelas belum ramai, Pak. Mungkin kalau dengan ini bisa ramai, Pak. Hidroponik yang mau ke saya Bogor, Jawa Barat bisa kontak saya di bawah ini. Nah ketika itu saya alhamdulillah dapat dan sebagian saya gunakan untuk membeli modal alat, dan sebagian lagi saya buat untuk membeli bakso sama mi ayam. Lumayan. Alhamdulillah, akhirnya manfaat dan saya yang tadinya pesimis jadi optimis seperti itu. Apalagi ketika ada telepon gitu kan, dan saya tujuan saya pokoknya saya datang ketemu Pak Jokowi kalau dapat bonus sepeda, alhamdulillah. Saya hanya ini aja doa ya, Pak, namanya doa kan kadang-kadang dikabulkan, bisa tidak. Atau diganti yang lain enggak apa-apa, Pak.

Oke, dan saya itu alhamdulillah saya pesimis jadi optimis dan ada menghasilkan seperti itu dan alhamdulillah bisa kebanggaan saya juga. Kalau sepeda jangan dianggap, Pak, saya ketemu Bapak saja sudah bangga begitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Usulan-usulan?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Usulan, jujur Pak ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, bahwa satu usulannya itu kalau bisa ini program Bapak diperpanjang untuk Prakerja-nya, bukan hanya tanda kutip karena ini program kerja Bapak. Walaupun nanti Bapak tidak dilanjutkan atau dilanjutkan, tapi program ini kalau bisa dilanjutkan, karena bukan masalah presidennya tapi masalah manfaatnya seperti itu. Satu.

Yang kedua, kalau bisa, mungkin ada beberapa hal dan ini pun kalau bisa, tadi Ibu Deni atau Pak Hengki kalau posting-an tentang yang jelek-jelek prakerja itu dicatat Pak. Kayak contohnya saya masukin saudara saya juga kan, gagal terus karena setting-an alamat itu gagal terus gagal terus gitu, saya enggak tahu apakah KTP-nya di situ error atau memang sudah Prakerja-nya seperti itu.

Yang ketiga, kalau bisa kenapa ini dilanjutkan Pak, bukan hanya masalah presidennya, tapi masalahnya ini bentuknya ini bukan beralih lagi, karena kan insyaallah katanya kita mau jadi endemi gitu kan COVID-19 yang tadinya offline menjadi online, Pak.

Dan saya pun berharap, jujur saya ada satu permasalahan yaitu yang tadi saya sampaikan ke Bapak, masalah pemasaran, Pak. Ibarat kita sudah dilatih Pak, sudah dilatih sudah bisa, saya pusing Pak kadang-kadang ngejualnya kemana. Saya punya kampung Pak, sampai 10-20 kg gitu kan, enggak ada yang beli Pak, saya kasih ke tetangga hargamya mahal gitu, “Apa ini di pasar cuma goceng, ini kok Rp30 ribu?”

Saya bilang, “Ini hidroponik dari Prakerja.” Tetap mereka tidak mau, Pak. Jadi kalau bisa saya ke Bu Deni dan Pak Hengki, mohon dicatat kalau ada pulpennya, itu kalau bisa kita pengalaman saya, kalau bisa yang online itu jadi offline. Terus yang kedua, pemasarannya sangat dibantu Pak. Kalau bisa saya dari Rumah Siap Kerja, endorse lagi ini, Rumah Siap Kerja diperpanjang ibaratnya dan pemasarannya dibantu jangan hanya dikasih gitu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Didampingi terus gitu ya?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Didampingi sampe selesai gitu Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Didampingi, dicatat Bu Deni.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Didampingi. Terima kasih sebelumnya Pak. Mudah-mudahan bisa berlanjut terlepas siapapun presidennya saya dukung program ini. Mudah-mudahan menjadi kebaikan untuk Bapak, keluarga, dan seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Aamin.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya pun sama kayak beliau Pak. Saya dari pondok pesantren juga Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Oke. Terima kasih. Tadi minta sepeda, saya beri sepeda. Sudah.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Terima kasih banyak, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang lain yang tidak minta ya saya …

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pak, saya sudah jauh-jauh dari Ende masa…

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pak, saya minta tanda tangan khusus spesial ya, Pak, ya. Saya sudah bawa spidol.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sepedanya dulu diberikan. Mana? Bawa ndak?

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pak izin, Pak. Bapak, saya sudah jauh-jauh dari Ende masa tidak dapat apa-apa?

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Tahan dulu, tahan dulu, bagian saya dulu, bagian saya dulu. Tenang-tenang ibu-ibu. Ibu-ibu tahan dulu. Emak-emak tahan dulu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tadi enggak minta,  ini tadi minta.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya berdoa Pak. Tadi saya enggak minta, saya hanya berdoa saya, Pak, tadi.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Satu. Satu saja, satu.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Satu saja, Pak, jangan banyak-banyak. Buat yang lain, di tempat lain saja.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Satu berikan. Sudah. Silakan, sudah diambil langsung.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Ini sekarang, Pak? Sesi foto saja dulu. Enggak akan hilang ini, Pak. Sesi foto yang paling penting sebenarnya, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya, sekarang terakhir.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Terima kasih, Pak. Salam sukses. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Walaikum’salam warahmatullahi wabarakatuh.
Silakan.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Mohon izin, Bapak Presiden dan Ibu Menteri, saya lepas masker dulu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nama?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Walaikumsalam

Perwakilan Penerima Kartu Prakerja (Ida Nuklimah)
Perkenalkan namanya Ida Nuklimah. Saya berasal dari Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Mbak Ida dari Brebes? Brebes?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Nggih.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nggih.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Saya alumni Prakerja gelombang ketiga. Awal,Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Gelombang ke berapa?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Gelombang ketiga.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Gelombang ketiga?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Iya. Awal-awal dari adanya COVID-19. Alhamdulillah saya baca dari IG-nya Prakerja dan juga dari media-media, bahwasanya ada Prakerja. Kebetulan saat itu saya adalah seorang freelance dan juga seorang ibu dari dua orang anak, Pak. Jadi saya berharap, apalagi saya seorang ibu, seorang perempuan, ingin membantu perekonomian keluarga supaya perempuan itu bisa berdikari, tidak hanya berpangku tangan kepada suami-suami kita. Makanya saya mendaftar, dan alhamdulillah pada gelombang ketiga bisa masuk.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Yang Rp600 ribu empat kali sama Rp1 juta terpakai dan sampai semuanya?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Alhamdulillah terpakai. Kebetulan karena kesukaan saya yang sejak saya di bangku pendidikan itu suka menulis, suka memasak, dan juga suka utak-atik komputer, Pak, yang pertama ada beberapa pelatihan yang saya ambil. Yang pertama, yaitu tentang pembuatan fudgy brownies dari Baking World.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Apa? Pembuatan?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Brownies, Pak. Brownies. Kue brownies.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Baik. Nggih.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Terus yang kedua, yaitu tentang tata cara pemasarannya. Bagaimana saya bisa memasarkan apa yang saya buat itu dari rumahm yaitu dengan mengikuti pelatihan usaha online dari rumahan yang dibimbing oleh Cariilmu. Dan yang ketiga, kebetulan background saya sebetulnya pendidikan tapi karena saya ibu rumah tangga saya kepengin juga dong ilmu saya enggak mandek di situ, saya masuk di Sekolahmu.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya. Iya.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Di Sekolahmu, tentang bagaimana kurikulum Merdeka Belajar. Di situ.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Iya. Iya. Ada usulan?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Ada Pak. Kebetulan saya membawa produk saya. Mohon izin saya bisa mengambil, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini minta di-endorse ini pasti.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Mohon izin boleh diambil nanti Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya boleh, boleh.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Mohon izin saya ambil dulu apa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti saja.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Siap, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Boleh. Boleh.

Saya rasa sudah jelas semuanya manfaat dan memang dari hasil survei BPS menyebutkan 88,9 persen penerima mengaku bahwa program Kartu Prakerja ini meningkatkan keterampilan. Artinya hasilnya ketemu 88,9 persen, ini yang harus saya mengapresiasi Pak Menko beserta seluruh tim, dan kita harapkan terus dievaluasi, dikoreksi, diperbaiki. Masukan-masukan saya kira banyak diterima, tadi bagus yang harus didampingi, saya kira juga baik. Nanti kalau ada yang minta di-endorse lagi ya di-endorse, satu-satu enggak apa-apa semuanya, produknya kalau perlu.

Karena memang situasi dunia sekarang ini bukan situasi yang gampang. Semua negara mengalami kenaikan inflasi, semua negara mengalami kenaikan harga pangan, semua negara mengalami kenaikan harga BBM, semuanya. Sehingga saya titip ya kita semuanya harus produktif, harus produktif. Oleh sebab itu, upskilling dan reskilling itu sangat penting sekali bagi negara kita.

Kuncinya kemajuan negara ini adalah di sumber daya manusia (SDM), bukan di sumber daya alam. Sumber daya alam banyak tetapi kalau SDM-nya tidak mendukung nggak ada artinya. Tapi kalau sumber daya alamnya ada, didukung oleh SDM yang baik seperti yang ada di kanan kiri saya ini, didukung, inilah yang akan nanti membuat negara ini maju.

Ya foto sebentar, silakan. Tadi minta foto ini. Yang foto mana? Nanti diminta fotonya.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pak izin, boleh izin selfie enggak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sudah diambil dari kamera di sana, masih minta tambah selfie.

Perwakilan Penerima Kartu Prakerja
Boleh ya, Pak? Izin.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ya ambil, cepat.
Sepeda sudah, yang tiga saya beri pilihan. Mau sepeda?

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Mau, Pak. Kebetulan ada pesanan dari anak, katanya kalau ketemu Bapak Jokowi, minta dibeliin sepeda.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sepeda, oke sepeda lagi. Satu keluarkan, kalau masih ada sepeda.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Bapak, saya karena laptop saya rusak, saya boleh minta laptop, Bapak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti ada yang minta pesawat, minta mobil, waduh. Minta laptop, oke saya luluskan, ya boleh.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Terima kasih, Bapak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Tapi yang laptop saya enggak bawa, nanti saya kirim, oke.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Kirimnya ke Ende, Bapak, ya? Kirimnya ke Ende apa?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Nanti enggak tahu, sore ini atau besok sudah bisa diterima pokoknya.

Pudencia (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Terima kasih banyak, Bapak.

Ida Nuklimah (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Bapak, sama satu lagi boleh tidak, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sudah, setop.
Terakhir?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Minta motor, Pak.

Sandi Noviandi Samiaji (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Kalau minta motor, saya demo bertiga. Kita demo, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Ini lebih parah lagi, motor. Sepeda berikan tadi, laptop berikan.
Terakhir, sekali lagi?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Motor.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Motor itu untuk apa?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Untuk kerja, Pak. Bolak-balik, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Bolak-balik? Selama ini?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Pakai KK, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Sekali lagi, saya tanya yang terakhir minta apa?

Niam Al-Muzaki (Perwakilan Penerima Kartu Prakerja)
Sepeda untuk istri saya, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo)
Berarti sepeda, oke sepeda bisa diterima. Tiga sepeda keluarkan.
Sudah, makasih semuanya.

Saya pikir tadi ada yang minta jaket saya, ternyata enggak ada. Selamat jaket saya.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Ini sebuah pertemuan yang sangat baik dan kita harapkan ada evaluasi, ada koreksi untuk Kartu Prakerja, untuk memperbaiki SDM-SDM Indonesia.

Terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru