Silaturahmi dengan Karyawan PT Freeport Indonesia, di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, 31 Agustus 2022

Oleh Humas     Dipublikasikan pada 31 Agustus 2022
Kategori: Sambutan
Dibaca: 298 Kali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat malam,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati Presiden Komisaris PT Freeport Indonesia Mr. Richard Adkerson;
Yang saya hormati Ibu Kathleen beserta Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Bapak Tony Wenas, beserta seluruh jajaran direktur dan komisaris yang hadir;
Bapak-Ibu sekalian seluruh keluarga besar PT Freeport Indonesia yang malam hari ini hadir di ruangan ini.

Tadi pagi saya baru meresmikan yang namanya Papua Football Academy, yang 100 persen didukung oleh PT Freeport Indonesia. Saya perintahnya habis PON (Pekan Olahraga Nasional) bulan November tahun yang lalu. Malam itu saya undang Pak Presiden Direktur Tony Wenas, “Pak Toni, saya minta bantuan SDM (sumber daya manusia) di Papua agar muncul talent-talent di bidang olahraga, terutama sepak bola, agar stadion besar yang ada di Jayapura dan juga stadion yang ada di sini, di Mimika, itu semuanya bisa produktif semuanya. Tolong saya minta pelatihnya diambil pelatih asing yang paling baik, agar muncul nanti talenta-talenta sepak bola dari tanah Papua yang dari sekarang ini umur 12,13 (tahun) nanti bisa masuk ke [Tim Nasional Sepak Bola] U-14, masuk ke U-16, U-19, kemudian masuk ke elit nasional dan elit dunia di persepakbolaan.”

Jadi tadi pagi saya main sama anak-anak umur 12 tahun, 13 tahun. Kaosnya juga belum ganti. Saya sampai saat ini juga belum mandi. Belum mandi, saya mengaku saja. Jadi nanti kalau ada yang… Jadi saya tutup, saya tutup jaket karena ternyata saya kaget juga di sini ternyata dingin banget, enggak nyangka kalau ternyata di atas, di atas berapa? Di atas 2.000 [meter dari permukaan laut] ya.

Dalam keadaan dunia yang penuh ketidakpastian, pertama, karena habis COVID-19 dan semua negara belum selesai, yang kedua, karena perang sehingga menyebabkan krisis energi, krisis pangan, dan muncul krisis finansial. Hati-hati mengenai ini.

Jadi kita patut bersyukur negara kita Indonesia untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal  II, kita bisa tumbuh 5,44 persen dan inflasi bisa dikendalikan di angka 4,9 persen. Nanti saya mau bisik-bisik ke Pak Richard, berapa ya growth sama inflasi di Amerika. Saya yakin, masih lebih baik kita.

Yang kedua, saya senang karena pendapatan dari PT Freeport Indonesia di tahun lalu berada di sekitar, enggak tahu ini moga-moga enggak salah anu saya, di angka USD7,5 miliar. Ini juga angka yang gede banget.

Dan kita harapkan dengan telah masuknya 5G Mining, ini yang mau saya lihat seperti apa sih me-manage sebuah tambang dengan 5G System, saya mau lihat besok. Dan kita harapkan, saya hanya membayangkan dengan ketinggian setinggi ini, 2.000-3.000 meter dari permukaan laut, betapa sangat complicated-nya pada awal-awal membangun PT Freeport ini. Tetapi, ternyata bisa dilakukan. Tadi dari awal saya lihat, saya lihat, saya lihat, saya pikir yang hadir malam hari ini bule semuanya, ternyata yang banyak dari kita dan yang saya lihat juga, yang banyak dari tanah Papua.

Yang ketiga, saya senang bahwa PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) di Kabupaten Mimika itu 68 persen itu berasal dari Freeport. Jadi Bapak-Ibu sekalian memiliki kontribusi yang besar kepada Kabupaten Mimika 68 persen dan kontribusi terhadap PDRB di Papua itu sebesar 34 persen, juga gede sekali.

Ini saya titip Pak Tony Wenas, pengelolaan Freeport ini agar betul-betul hati-hati karena menyangkut tidak hanya yang ada di Freeport, tetapi yang ada di Mimika, tetapi juga yang ada di Provinsi Papua. Hati-hati mengenai ini. Begitu ini di sini turun, Papua ikut turun, Mimika ikut turun. Hati-hati, karena ternyata setelah saya cek angkanya, kontribusinya sangat besar sekali.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan di malam hari ini.
Kalau ada yang mau jaket, tunjuk jari. Enggak ada yang berani tunjuk jari ternyata. Mau diberi jaket saja, enggak mau. Enggak, enggak, tidak saya suruh menyebut nama-nama ikan kok. Tunjuk jari saja, yang semangat nanti langsung saya beri. Jaketnya yang saya pakai ini, kalau mau. Kalau enggak mau, ya sudah.

Yang badannya agak kurus kayak saya, jangan yang gemuk-gemuk ikut tunjuk jari. Percuma, enggak akan cukup. Terlalu gemuk, Pak. Semangatnya boleh. Kelihatannya itu pas, sudah dari tadi semangat. Yuk, masuk. Iya kan, hampir mirip saya? Pas, karena ini M kok. Ke sini, naik saja. Ini juga baru saya pakai tadi juga.

Saya rasa, itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Selamat bertugas, selamat bekerja, dan sekali lagi, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras Bapak-Ibu sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru