Silaturahmi dengan Mitra Juara Gojek 2019, 11 April 2019, di Econvention Ancol, Provinsi DKI Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 April 2019
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.462 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat malam,
Salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati Bapak Nadiem Makarim, founder dan CEO Gojek beserta seluruh Manajemen Gojek yang hadir pada malam hari ini,
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja yang hadir,
Yang saya hormati para Mitra Gojek: para Driver, seluruh Warung Makan/Restoran, Ibu-ibu Rumah Tangga yang berbisnis, Penyedia Jasa yang hadir,
Bapak-Ibu tamu undangan yang berbahagia.

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat terlebih dahulu kepada Gojek yang menurut CB Insights telah menjadi decacorn yang pertama di Indonesia, dengan valuasi lebih dari sepuluh miliar US Dollar. Memang ekonomi digital ini ke depan sangat memberikan harapan kepada pertumbuhan ekonomi kita. Kita tahu, di tahun 2018 kue ekonomi digital telah mencapai 27 miliar US Dollar, sebuah angka yang sangat besar sekali. Dan kita lihat bagaimana ekonomi digital menciptakan peluang-peluang bagi usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah di negara kita untuk berkembang dan ini disambungkan antara ekosistem offline dan ekosistem online.

Sehingga kita lihat, contohnya Gojek, tidak bisa mencapai seperti saat ini tanpa dukungan jutaan mitra UMKM, mitra-mitra baik pengemudi dan jutaan pekerja di belakang produksi usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah yang kita miliki. Contoh yang lain tadi sudah ada di depan kita, lebih dari lima ribu warung makan tradisional/warteg sekarang terhubung melalui platform digital Wahyoo.com, untuk memesan bahan baku setiap hari dan mendapatkan pelatihan hingga akses permodalan. Juga Halosis yang membantu lebih dari tiga ribu UMKM kita, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah yang mayoritas ibu rumah tangga yang berjualan online dengan menyediakan asisten virtual yang didukung oleh teknologi digital, teknologi artificial intelligence. Kemudian Du’Anyam, kerajinan anyaman hasil karya ribuan perempuan di Indonesia Timur, di NTT dipasarkan melalui Du’Anyam hingga ke Amerika, Denmark, Belgia dengan memanfaatkan teknologi web dan mobile.

Ini semuanya adalah bukti-bukti bahwa teknologi digital menciptakan banyak manfaat bagi masyarakat luas. Oleh sebab itu, kita jangan terbelenggu oleh teknologi-teknologi lama. Wahyoo, Halosis, dan Du’Anyam adalah contoh anak-anak muda yang bekerja keras serta mengolaborasikan teknologi digital dan kreativitas sehingga menghasilkan valuasi bisnis yang bernilai puluhan miliar rupiah. Inilah saatnya startup Indonesia scale-up ke regional dan ke pentas dunia. Ini sudah dilakukan oleh Gojek.

Dalam empat setengah tahun pemerintah bekerja ada tiga hal pokok yang kita kerjakan dalam mendukung ekonomi digital untuk tumbuh lebih cepat lagi. Yang pertama, penyediaan infrastruktur digital, baik lewat broadband kecepatan tinggi maupun kita bangun Palapa Ring dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. Yang kita harapkan nanti akan selesai seratus persen insyaallah di pertengahan tahun 2019 ini. Yang kedua, kita juga mengerjakan yang namanya penciptaan ekosistem yang mendukung. Artinya apa? Iklim usaha yang nyaman bagi ekonomi digital. Dan yang ketiga, kita telah mulai membangun peningkatan kualitas sumber daya manusia di dunia digital. Inilah tiga hal besar yang telah kita kerjakan.

Dan kita juga minta perusahaan-perusahaan yang sudah maju di ekonomi digital seperti Gojek, saya minta juga mendukung anak-anak muda kita untuk go online dan mengadopsi teknologi digital.

Tadi ada yang menanyakan kepada saya kan, apakah saya pernah memakai Gojek atau Go-Food. Kalau di sini ada yang pernah mengirimkan pesanan satai ke Istana, kalau hadir di sini saya beri hadiah. Silakan maju ke depan, mengantar satai atau gado-gado ke Istana Bogor. Itu pesanan saya, Ada? Enggak ada kan? Enggak hadir berarti. Ya sudah. Kalau ada sebetulnya tadi saya spontan mau saya beri hadiah, tapi enggak ada ya alhamdulillah, berarti hadiahnya saya bawa pulang lagi. Benar ada? Benar? Saya cek dulu dong, mengambilnya ke tukang satai siapa, mengantarnya ke Istana di sebelah mana?

Terakhir saya mengajak anak-anak muda Indonesia, entrepreuner, inovator-inovator muda untuk selalu berinovasi. Saya yakin dengan semangat optimisme kita akan bisa melahirkan lebih banyak lagi unicornunicorn Indonesia, startup-startup Indonesia, UMKM-UMKM baru di Indonesia, dan decacorndecacorn baru di Indonesia. Ciptakan terus karya, ciptakan terus kreativitas untuk Indonesia maju dan lebih baik.

Saya rasa itu yang bisa sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Ada benar? Silakan maju ke sini. Saya cek dulu benar ndak. Sini. Saya, saya mau mengecek dulu, mengecek dulu saja. Saya mengecek dulu. Namanya dulu, nama?

Nasrul Kamal
Nama saya Nasrul Kamal, masih saudara Lula Kamal Pak.

Presiden Republik Indonesia
Nasrul Kamal ya oke. Sekarang, pernah mengantar pesanan saya ke Istana Bogor apa?

Nasrul Kamal
Sate Senayan.

Presiden Republik Indonesia
Sate Senayan. Itu kapan itu? Tahun lalu? Tahun ini?

Nasrul Kamal
Tahun ini, tahun ini.

Presiden Republik Indonesia
Tahun ini.

Nasrul Kamal
Iya, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Satainya satai ayam? Satai kambing?

Nasrul Kamal
Satai ayam.

Presiden Republik Indonesia
Satai ayam. Nganternya di pintu sebelah mana? Ya, Istana ada pintunya, ada pintu di kiri, di kanan, di timur. Malam atau sore atau pagi?

Nasrul Kamal
Sore, Pak.

Presiden Republik Indonesia
Sore. Oh ya benar, sudah. Sebentar, benarnya baru satu, pintunya di sebelah mana?

Nasrul Kamal
Pintunya di sebelah kiri kayaknya Pak.

Presiden Republik Indonesia
Sebelah kiri yang dekat apa?

Nasrul Kamal

Dekat apa ya? Pokoknya ada pohon beringin itu Pak, saya ingatnya.

Presiden Republik Indonesia
Oh ya sudah betul-betul. Karena ada pohon beringinnya ya betul. Ya sudah berarti benar. Ya sudah, selamat. Nanti akan saya kirim hadiahnya sepeda. Saya kirim langsung ke rumah. Sudah, tenang saja, besok sebelum sore sudah sampai sepedanya. Sudah, urusan jauh-dekat pasti sampai ke rumah. Nanti tolong diberi alamatnya ya. Terima kasih, terima kasih.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Terima kasih.
Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru