Silaturahmi dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia, 14 Januari 2019, di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Januari 2019
Kategori: Sambutan
Dibaca: 2.565 Kali

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati para Menteri Kabinet Kerja,
Yang saya hormati Kepala Staf Kepresidenan yang hadir,
Yang saya hormati Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang diketuai oleh Bapak Mujito,
Yang saya hormati, yang saya banggakan Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara semuanya para perangkat desa yang pagi hari ini hadir.

Pertama-tama, saya ingin mengucap terima kasih yang sebesar-besarnya karena Bapak-Ibu semuanya Persatuan Perangkat Desa Indonesia yang sudah berjuang siang malam dalam melayani masyarakat di desa. Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Yang kedua, yang ingin saya sampaikan, bahwa perhatian pemerintah sekarang kepada desa, ini perlu saya sampaikan, di tahun 2015 telah kita berikan Rp20,7 triliun kepada desa, 2016 kita berikan Rp47 triliun kepada desa, 2017 kita berikan Rp60 triliun kepada desa, 2018 kita berikan Rp60 triliun kepada desa, dan tahun ini kita berikan Rp70 triliun kepada desa. Totalnya sampai tahun 2019 ini kita telah gelontorkan Rp257 triliun kepada desa-desa di seluruh Tanah Air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote. 74.000 desa kita berikan dalam lima tahun ini sudah Rp257 triliun.

Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin titip agar uang Rp257 triliun itu selalu berputar dari desa ke desa di desa-desa yang kita berikan. Jangan sampai kembali ke kota apalagi kembali ke Jakarta. Saya titip supaya Bapak-Ibu perangkat desa ini tahu, kenapa uang itu diberikan kepada desa. Kesejahteraan itu, ini teori ekonomi, kesejahteraan itu dihitung kalau perputaran uang semakin banyak di sebuah wilayah, semakin banyak di daerah, atau semakin banyak di sebuah desa itu kesejahteraan dipastikan akan meningkat. Itu teori ekonomi. Sehingga saya titip yang Rp257 triliun itu supaya tetap berputar-putar di desa terus. Jangan biarkan uang ini masuk ke kota atau masuk apalagi ke Jakarta.

Caranya, bisa Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sampaikan ini kepada kepala desa maupun kepada pendamping desa. Jadi Dana Desa itu maupun ADD (Alokasi Dana Desa) kalau ingin buat jalan, pertama,  beli materialnya dari desa setempat. Semen, dari toko yang ada di desa itu. Beli batu, dari batu yang ada di desa itu. Kalau enggak ada, desa sebelahnya. Kalau enggak ada, desa sebelahnya. Beli pasir, beli di desa itu atau enggak beli di desa sebelahnya, beli di desa sebelahnya. Supaya uang itu muter terus. Kemudian yang kedua, kalau ingin bikin jalan, bikin irigasi, gunakan tenaga kerja asli dari daerah, dari desa setempat. Jangan, sekali lagi, mengambil dari kota apalagi. Kenapa? Sekali lagi agar uang itu beredar di desa terus-menerus.

Perlu saya sampaikan, bahwa data yang saya peroleh, dari Rp257 triliun dikurangi Rp70 triliun berarti Rp187 triliun sudah terealisasi sampai akhir 2018 sudah menjadi banyak sekali barang. Contoh, jalan desa. Sudah dibangun dari Dana Desa, itu menjadi realisasinya dalam 138.000 kilometer jalan desa. Panjang sekali, 138.000 kilometer itu panjang sekali. Juga sudah dibangun 6.500 pasar-pasar kecil yang ada di desa, 6.500 pasar di desa. Dan juga telah dibangun 11.500 posyandu dari Dana Desa, 18.000 PAUD dari Dana Desa, 791.000 meter jembatan yang ada di desa-desa. Artinya Dana Desa ini betul-betul sudah terealisasi dan bermanfaat bagi desa. Bapak-Ibu semuanya merasakan enggak bahwa ini bermanfaat? Artinya, Dana Desa ini akan kita teruskan, akan kita tambah, akan kita tambah, akan kita tambah terus setiap tahun.

Sekarang yang berikutnya, yang kedua mengenai Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian. Kemarin saya dengar, saya diberi tahu, kan sudah selesai, sudah dibicarakan oleh Menteri Keuangan, oleh Mendagri, Kepala Staf Kepresidenan, oleh MenPAN-RB, sudah rampung. Kok katanya hari Senin masih mau demo? Itu yang saya dengar. Sehingga tadi malam saya sampaikan, katanya mau demo di depan Istana, “Enggak usahlah, ini musimnya musim hujan”. Jadi saya sampaikan ,”sudahlah, kita terima, saya nanti yang terima sendiri, Presiden yang terima sendiri tapi di Istora Senayan saja”. Sehingga acara pagi ini adalah acara yang sangat dadakan. Jadi tadi kalau MC-nya dari sana pindah ke sini… Dadakan.

Tetapi yang paling penting sudah kita putuskan bahwa penghasilan tetap perangkat desa segera disetarakan dengan golongan IIA. Yang kedua, PP-nya, ini ada PP Nomor 43 dan PP Nomor 47 akan segera direvisi. Saya sudah perintah paling lama dua minggu setelah hari ini. Jadi Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian, ditunggu dua minggu nanti akan segera kita keluarkan revisi PP-nya sehingga segera bisa dilaksanakan dari perintah PP yang ada. Kita harapkan juga, yang ketiga, tadi saya juga sudah diberikan informasi bahwa BPJS juga akan diberikan kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa. Jadi setelah kita bertemu di sini, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sekalian tidak usah demo di depan Istana.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Saya ingin menyampaikan marilah kita semuanya kembali ke daerah masing-masing dan berdoa semuanya agar kita selamat sampai ke tempat tujuan.

Itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.
Terima kasih.
Saya tutup.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru