Silaturahmi dengan Perwakilan Nelayan Seluruh Indonesia, 22 Januari 2019, di Istana Negara, Jakarta

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 22 Januari 2019
Kategori: Sambutan
Dibaca: 1.500 Kali

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim,
Alhamdulillahirrabbilalamin,
wassalatu wassalamu ‘ala ashrifil anbiya i wal-mursalin,
Sayidina wa habibina wa syafiina wa maulana Muhammaddin,
wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

Yang saya hormati Bu Menteri Kelautan dan Perikanan,
Bapak Koordinator Staf Khusus, Pak Teten Masduki,
Yang saya hormati Bapak-Ibu sekalian perwakilan nelayan tradisional Indonesia, perwakilan jaringan nelayan cantrang Pantura, perwakilan dari Serikat N0elayan Indonesia, perwakilan Serikat  Nelayan Teluk Lampung dan Banten, dan perwakilan Jaringan Perempuan Nelayan dan Pemindang Ikan, serta yang terakhir perwakilan dari para penambak,

Bapak-Ibu tamu undangan yang berbahagia.
Tadi Pak Iin sudah menyampaikan mengenai, yang pertama Bank Mikro Nelayan. Ini saya kira penting untuk dimanfaatkan para nelayan karena memang Bank Mikro Nelayan ini kita siapkan khusus untuk modal kerja, untuk modal investasi bagi nelayan. Sejauh ini yang sudah tersalur itu baru Rp132 miliar. Target kita tahun ini Rp975 miliar. Jadi masih jauh sekali. Tolong ini dimanfaatkan. Tapi kalau sudah mengambil ya mengangsur, menyicil. Harus itu. Dan setahu saya, bunga yang ada di Bank Mikro Nelayan ini juga sangat kompetitif. Saya enggak tahu berapa. Tiga persen, tiga persen ini kan jumlah yang kecil sekali.

Jadi manfaatkanlah Bank Mikro Nelayan ini sebaik-baiknya. Tapi gunakan untuk usaha, gunakan untuk modal kerja, gunakan untuk modal investasi, gunakan. Ini memang disiapkan untuk para nelayan. Bunganya sangat murah sekali, tiga persen, murah sekali. Tapi ya itu, kalau pinjam, kalau pinjam dapat misalnya Rp300 juta, yang Rp150 juta jangan untuk beli mobil. Atau dapat Rp30 juta, Rp15 juta untuk beli motor. Untuk  gagah-gagahan bisa menyetir mobil, keluar masuk kampung, gagah, enam bulan gagah. Enam bulan enggak bisa menyicil bank, ditarik, enggak bisa menyicil dealer, ditarik, ya sudah habislah kalau seperti itu. Hati-hati yang namanya pinjam itu hati-hati. Ada konsekuensi untuk mengangsur, untuk mencicil.

Jadi terus ini akan kita kembangkan Bank Mikro Nelayan ini sudah semakin gede, semakin gede, semakin gede dan  ini manfaatkan. Kita punya, kalau yang di pesantren punya Bank Wakaf Mikro. Nelayan punya Bank Mikro Nelayan. Gunakan. Sangat sayang kalau ini tidak dimanfaatkan. Tapi itu, kalau mau pinjam betul-betul dihitung, kalau mau pinjam  ya dikalkulasi. Kalau enggak masuk, kira-kira perkiraan kalkulasinya enggak bisa menyicil, ya jangan pinjam, jangan dipaksakan. Jangan dipaksakan.

Apalagi untuk budidaya. Mestinya ini bisa digunakan untuk budidaya. Kalau tiga persen ya murah banget ini. Juga untuk industri-industri pemindang ikan. Apa lagi yang di situ? Untuk pedagang-pedagang yang ada juga, manfaatkan ini. Yang penambak, manfaatkan ini. Tapi betul-betul, sekali lagi hati-hati kalau mau, saya titip. Memberikan peluang, tapi saya titip juga hati-hati penggunaannya. Harus hitung, harus dikalkulasi.

Yang kedua,  mengenai asuransi nelayan. Ini saya juga sudah perintahkan kepada Bu Susi, Menteri KKP untuk ini ditingkatkan terus, tambah terus agar yang dapat asuransi itu semakin banyak. Bapak-Ibu ini berada pada pekerjaan yang memiliki risiko yang tinggi, apalagi sekarang yang namanya cuaca itu enggak bisa dihitung, enggak bisa diprediksi.

Dan yang ketiga. Saya minta ini yang penambak. Ada enggak yang penambak, mana penambak? Ya penambak maju. Ya, maju penambak. Yang kedua, pemindang. Ada pemindang? Atau Jaringan Nelayan Perempuan ada? Ya Ibu maju. Kemudian yang dari Jaringan Nelayan Cantrang, Bapak maju cantrang.

Silakan kenalkan dulu namanya.

(Dialog Presiden RI dengan Perwakilan Nelayan)

Saya banyak menangkap banyak hal dari pertemuan siang hari ini, baik yang berkaitan tadi dengan cantrang, baik yang berkaitan dengan nelayan perempuan, baik yang berkaitan dengan Jatiluhur. Saya nangkep semuanya dan sudah semuanya kita catat.

Dan sekali lagi, saya mengharap agar fasilitas-fasilitas, terutama Bank Mikro Nelayan tadi betul-betul dimanfaatkan oleh para nelayan/penambak sehingga perkembangan kehidupan kesejahteraan nelayan itu betul-betul bisa kita lihat dari angka-angkanya. Saya kira kita melihat yang namanya illegal fishing/kapal-kapal ilegal itu sudah sejak 2014 yang ditangkap dan ditenggelamkan itu sudah 488. Jumlah yang sangat… Ini hampir semuanya kapal asing. Enggak pernah kita menangkap dan menenggelamkan kapal sebanyak ini dalam sejarah kita, enggak ada. Tapi tentu saja kita harapkan ini produksi ikan tangkap para nelayan juga bisa naik. Dari angka-angka yang kita dapatkan memang naik, tapi mestinya ini bisa naik drastis karena 7.000 kapal ilegal yang biasanya lalu lalang di seluruh perairan kita ini sudah sekarang betul-betul dapat dihilangkan, dikurangi sangat banyak sekali.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas seluruh masukan dari para nelayan tadi dalam rangka kita memperbaiki kebijakan yang ada sesuai yang dikehendaki oleh para nelayan di lapangan.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Terima kasih.
Saya tutup.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sambutan Terbaru