Sistem Integrasi Pembayaran Tol Cipali Mulai Diuji Coba

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 14 Juni 2016
Kategori: Nusantara
Dibaca: 13.381 Kali

Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di jalan tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (15/7). Pada puncak arus mudik H-2 Lebaran, ribuan kendaraan terjebak macet hingga 38 km antara jalan tol Cipali hingga tol Palikanci. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ed/aww/15.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah melakukan uji coba integrasi sistem pembayaran jalan tol di Gerbang Tol Palimanan, Senin (13/6) kemarin. Dengan dimulainya uji coba integrasi ini para pengguna jalan tol dari Jakarta dan Bandung yang akan mudik, hanya perlu melakukan transaksi pembayaran di gerbang tol tujuan.

“Pengguna jalan tol tidak perlu lagi bertransaksi di Gerbang Tol Cikopo, Gerbang Tol Plumbon, Gerbang Tol Ciperna dan Gerbang Tol Mertapada,” kata Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, di Palimanan, Indramayu, Senin (13/6).

Integrasi sistem pembayaran jalan tol itu dibagi menjadi 2 cluster yaitu Cluster I meliputi Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Jasa Marga), Jalan Tol Cipularang(Jasa Marga), Jalan Tol Padaleunyi (Jasa Marga) serta Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Lintas Marga Sedaya).

Sedangkan untuk integrasi Cluster II meliputi Jalan Tol Palimanan-Kanci (Jasa Marga), Jalan Tol Kanci-Pejagan (Semesta Marga Raya), dan Jalan Tol Pejagan-Pemalang (Pejagan Pemalang Toll Road).

“Uji coba tanggal 13 Juni tidak dibatasi waktu. Apabila ada yang kurang akan dilakukan evaluasi,” jelas Herry.

Wakil Dirut PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arryanto selaku badan usaha jalan tol Cikopo-Palimanan menambahkan, integrasi tersebut dilaksanakan mulai dari sistem dan alatnya yang dibuat selaras. Upaya lainnya untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di Gardu Keluar Tol Palimanan, dengan menggandakan jumlah gardu tol dari semula 11 gardu menjadi 26 gardu tol. Sebanyak 21 gardu akan melayani kendaraan dari arah Jakarta dan 5 gardu akan melayani pengguna tol dari arah sebaliknya.

Mengenai besaran tarif, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna menegaskan bahwa tarif yang berlaku tetap seperti yang ada sekarang. “Yang pasti untuk golongan I dari Jakarta-Palimanan Rp 109.500, dengan rincian tarif Jakarta- Cikampek Rp 13.500 dan Cikopo-Palimanan Rp 96.000,” ujarnya.

Berikut mekanisme pembayaran tol dimaksud:

  1. Untuk Jalur Keluar Jakarta/mudik, pengguna jalan akan mengambil kartu (KTME) di GT (Gerbang Tol) Cikarang Utama 1 dan menyerahkan KTME sekaligus melakukan pembayaran transaksi tol di GT Palimanan untuk ruas Cluster I. Setelah melakukan pembayaran di GT Palimanan, pengguna jalan selanjutnya mengambil KTME untuk Cluster II dan akan membayarkan tarif tol di gardu-gardu keluar sesuai asal tujuan (sistem tertutup).
  2. Untuk Jalur Menuju Jakarta/Balik, pengguna jalan mengambil KTME Ruas Cluster II pada gardu masuk Ruas Palimanan – Brebes Timur kemudian menyerahkan KTME sekaligus membayar tarif tol Ruas Cluster II sesuai asal tujuan (Sistem Transaksi Tertutup) pada gardu keluar GT Palimanan. Khusus transaksi Pada GT Palimanan. Selanjutnya pengguna jalan mengambil KTME untuk ruas Cluster I dan melakukan transaksi di gardu keluar ruas Jakarta-Cikampek (mis. GT Cikarang Utama 2 atau 3) atau ruas Cipularang-Padaleunyi.
  3. Implementasi pembayaran transaksi tol elektronik (E-Toll) melalui Bank Himbara (Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN) dan BCA untuk Cluster I, sedangkan transaksi tol elektronik untuk Cluster II sementata hanya akan melalui Bank Himbara saja, BCA akan bergabung di Cluster II setelah Lebaran nanti.

Lebih lanjut Herry menjelaskan bahwa salah satu titik kemacetan berada di Gate Tol Brebes Timur. Di sana terdapat 8 gardu tol keluar dan 3 gardu tol masuk, selain itu terdapat pengurangan lajur setelah Gerbang Tol Brebes Timur menuju arteri, hal tersebut potensial menjadi simpul kemacetan.

“Operator Jalan Tol sudah menyiapkan segalanya, dan juga mengefisienkan pembayaran. Diprediksi, pembayaran setiap kendaraan itu 8 detik supaya tidak tejadi antrean kendaraan yang lama dan panjang,” jelas Herry.

Namun Herry mengimbau kepada pemudik yang akan membayar tol untuk menggunakan uang pas. Hal ini akan membantu estimasi waktu saat membayar di pintu tol.

Sementara itu mengantisipasi kemacetan di gerbang tol Cikarang akibat arus mudik,  pihak Jasa Marga sudah menyiapkan  tambahan petugas untuk jemput kendaraan yang kapasitasnya bisa 2 kali lipatnya dimana  biasanya hanya 350 kendaraan bisa 500 kendaraan per jam.

Di gerbang tol Cikarang telah disiapkan 13 gardu masuk. Selain itu, kalau ada antrian panjang maka gardu yang fungsinya exit dirubah menjadi entrance. (Biro Komunikasi Kementerian PUPR/ES)

Nusantara Terbaru