Soal Hubungan Dengan Jepang, Presiden Jokowi Harap Manfaatnya Dirasakan Masyarakat ASEAN

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 September 2016
Kategori: Berita
Dibaca: 22.279 Kali
Sesi Foto Bersama KTT ASEAN - Jepang ke-19, Rabu (7/9), di NCC, Vientiane, Laos. (Foto: Setpres/Laily)

Sesi Foto Bersama KTT ASEAN – Jepang ke-19, Rabu (7/9), di NCC, Vientiane, Laos. (Foto: Setpres/Laily)

Usai menghadiri Retreat KTT ASEAN ke-29 dan KTT ASEAN – RRT ke-19, Presiden Joko Widodo melanjutkan agenda hari ini dengan menghadiri KTT ASEAN – Jepang ke-19, di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos, Rabu (7/9). Berbicara dalam pertemuan tersebut, Presiden mendorong hubungan ASEAN – Jepang yang sudah terjalin kokoh selama 43 tahun untuk dapat memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan keamanan bagi kawasan.

Terkait kerja sama ASEAN – Jepang, Presiden menekankan dua fokus dalam pernyataannya. Pertama, kerja sama di bidang maritim karena Jepang sangat aktif untuk kerja sama di bidang maritim.

“Indonesia memberikan apresiasi kepada Jepang dengan adanya perluasan kerja sama untuk infrastruktur berkualitas yang tentunya inisiatif ini akan dapat mendukung masterplan ASEAN di dalam konteks konektifitas,” ujar Presiden sebagaimana dikutip Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai dalam keterangan persnya, Rabu (7/9), di NCC, Vientiane, Laos.

Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers mengenai KTT ASEAN - Jepang ke-19, Rabu (7/9), di NCC, Vientiane, Laos. (Foto: Humas/Edi N)

Menlu Retno Marsudi memberikan keterangan pers mengenai KTT ASEAN – Jepang ke-19, Rabu (7/9), di NCC, Vientiane, Laos. (Foto: Humas/Edi N)

Kedua, ujar Menlu, Presiden menekankan kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia dimana Jepang memiliki kekuatan diantaranya di bidang kejuruan dan teknologi. Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap program yang dilakukan oleh Jepang, yaitu Program JENESYS 2.0 yang diluncurkan pada bulan April 2005 sebagai pengganti program sebelumnya.

“Untuk tahun 2016 akan dimulai dengan alokasi untuk Indonesia 250 peserta, mahasiswa se-Indonesia. Ini merupakan salah satu perekat dari hubungan antara ASEAN dengan Jepang, yaitu melalui pendekatan JENESYS,” ujar Presiden.

Menutup pernyataannya, Presiden juga menyinggung tentang kepopuleran komik manga Jepang di Indonesia, yang menjadi negara pembaca komik manga terbesar di dunia setelah Finlandia.

“Ini hanya untuk menunjukkan bahwa bagaimana dekatnya hubungan antar manusia (people-to-people contact). Tetapi jangan sampai berhenti pada masalah urusan komik manga, tetapi kerja sama ASEAN – Jepang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia. Nilai utamanya adalah bahwa kerja sama ASEAN – Jepang harus secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan masyarakat ASEAN,” kata Menlu mengutip pernyataan Presiden pada KTT ASEAN – Jepang ke-19. (EN/ES)

Berita Terbaru