Soal Laut China Selatan, Presiden Jokowi Tegaskan Kesiapan Indonesia Jadi Mediator

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 24 Maret 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.811 Kali
Presiden Jokowi didampingi Seskab Andi Widjajanto menjawab wartawan, di Hotel Imperial, Tokyo, Selasa (24/3)

Presiden Jokowi didampingi Seskab Andi Widjajanto di Hotel Imperial, Tokyo, Selasa (24/3)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan penjelasan terkait pernyataannya mengenai Laut China Selatan yang dikutip kantor berita Reuters, dan diberitakan sejumlah media Jepang, termasuk Yomiuri, Senin (22/3).

“Perlu saya sampaikan bahwa Indonesia tidak berada pada pihak yang bersengketa di situ. Kita hanya ingin mendorong agar Code of Conduct, CoC itu bisa diimplementasikan, dan ada finaslisasi,” kata Presiden Jokowi saat dicegat wartawan di Hotel Imperial, Tokyo, Selasa (24/3).

Presiden menegaskan, kalau memang diperlukan, Indonesia siap menjadi mediator yang baik terkait sengketa Laut China Selatan itu. Selama ini Laut China Selatan memang dipersengketakan sejumlah negara, termasuk RRT dan tetangga-tetangga Indonesia di Asia Tenggara, seperti Vietnam, Filipina, Kamboja, dan Brunai Darussalam.

“Kalau diperlukan, kita juga siap menjadi mediator yang baik,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, surat kabar Jepang, Yomiuri mengutip Reuters memberitakan sikap Presiden Jokowi yang mengatakan, bahwa klaim teritorial China di Laut China Selatan tidak memiliki dasar dalam hukum internasional.

“Kita membutuhkan perdamaian dan stabilitas di wilayah Asia Pasifik,” kata Jokowi dalam wawancara dengan sejumlah media Jepang, Minggu (22/3).

Sebagaimana diketahui, selama ini Laut China Selatan dipersengketakan sejumlah negara, termasuk China dan tetangga-tetangga Indonesia di Asia Tenggara.

Menurut Presiden Jokowi, stabilitas politik dan keamanan penting untuk pertumbuhan ekonomi. “Jadi kami mendukung Code of Conduct di Laut China Selatan, dan juga dialog China (RRT) – Jepang, China (RRT) – ASEAN,” kata Jokowi, yang tengah melawat ke Jepang selama empat hari.

Saat ditanya apakah sudah ada klarifikasi dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait pernyataannya mengenai Laut China Selatan itu, Presiden Jokowi mengaku tidak ada.

Berarti keberangkatan besok ke Beijing apakah akan menjelaskan mengenai pemberitaan tersebut? “Kalau ditanya kan kita memang statement-nya, nggak ada yang lain,” jelas Jokowi.

(Humas Setkab/ES)

Berita Terbaru