Soal Papua, Presiden Jokowi Kedepankan Pendekatan Dialog dan Pemartabatan

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 6 Maret 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 28.157 Kali
Staf Khusus Seskab Jaleswari Pramodhawardani dalam diskusi LKBN Antara, Jakarta, Kamis (5/3)

Staf Khusus Seskab Jaleswari Pramodhawardani dalam diskusi di LKBN Antara, Jakarta, Kamis (5/3)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian yang serius dalam menangani Papua, yang terdiri dari Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat. Presiden sudah menjanjikan akan mengunjungi daerah paling Timur Indonesia itu 3 (tiga) kali dalam setahun, dan akan lebih mengedepankan pendekatan dialog yang lebih mengangkat martabat rakyat Papua.

“Tidak seperti sebelumnya yang lebih mengedepankan pendekatan keamanan dan ekonomi dalam menangani masalah Papua, Presiden Jokowi lebih mengedepankan pendekatan dialog yang lebih meningkatkan martabat rakyat Papua,” kata Jaleswari Pramodhawardani, Staf Khusus Sekretaris Kabinet, dalam diskudi dengan tim redaksi kantor berita Antara, di Wisma Antara, Jakarta, Kamis (5/3) pagi.

Menurut Dani, panggilan akrab Jaleswari Pramodhawardani, bagi Presiden Jokowi, dialog adalah kunci untuk menyelesaikan masalah dan membangun Papua. Ia menyebutkan, dialog diperlukan untuk mengubah pola pikir pemerintah pusat dan masyarakat supaya lebih memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat Papua begitu pula sebaiknya.

Disebutkan Dani, permasalahan di Papua sangat kompleks karena banyaknya kelompok sehingga yang terpikir oleh Presiden adalah dialog dan berbicara dengan elemen masyarakat yang ada di Papua. Namun diakuinya, dialog yang akan dikedepankan tidak mungkin bisa berjalan secara instan sehingga diperlukan proses untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan di Papua.

Bagi Staf Khusus Sekretaris Kabinet itu, dialog yang dikedepankan di Papua akan berjalan efektif bila tidak ada pihak yang memaksakan keinginan dan kepentingannya. “Pihak-pihak yang berdialog harus mengedepankan pemahaman dan kepentingan bersama,” tutur Dani.

Kunjungi Papua

Dalam kesempatan itu Jaleswari Pramodhawardani juga menyampaikan rencana Presiden Jokowi untuk kembali mengunjungi Papua dan Papua Barat dalam bulan Maret atau April ini.

Dani mengingatkan, Presiden Jokowi tidak ingin kedatangannya ke Papua hanya simbolik saja, tetapi tematik. “Harus ada alasan mengapa Presiden mengunjungi wilayah satu dan bukan lainnya. Itu untuk membangun dialog dan menampung aspirasi banyaknya kepentingan di Papua,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Dani, kedatangan Presiden ke Papua juga akan menjadi simbol kehadiran negara di wilayah tersebut.

“Negara-negara lain sudah mulai bersuara negatif tentang Papua. Kedatangan Presiden sekaligus menunjukan bahwa negara hadir dan memperhatikan Papua,” papar Dani.

Saat mengunjungi kantor berita Antara itu,  Staf Khusus Sekretaris Kabinet Jaleswari Pramodhawardani didampingi oleh Staf Ahli Sekretaris Kabinet Yuli Harsono. (ES)

 

Berita Terbaru