Soal Tawaran Bantuan Singapura, Seskab: Sementara ini Belum Ada Kata Sepakat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 28 September 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 118.289 Kali
Pemandangan di Singapura yang tertutup kabut asap dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera

Pemandangan di Singapura yang tertutup kabut asap dari kebakaran hutan di wilayah Sumatera

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengakui adanya upaya Pemerintah Singapura untuk memberikan bantuan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tanah air, yang telah menyebabkan terjadinya bencana asap di negara tersebut. Namun Pemerintah memutuskan, akan mengupayakan pemadaman itu dengan upaya kita sendiri.

“Memang ada upaya itu (pemberian bantuan, red) ya. Tetapi kita dari laporan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), dan juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) sampai sekarang kita masih mengupayakan apa yang kita bisa lakukan,” kata Pramono Anung kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9) sore.

Mengenai bantuan Singapura itu, lanjut Seskab, Presiden Jokowi menyerahkan langkah-langkah itu dalam koordinasi di lapangan, tetapi sekali lagi kita akan mengupayakan apa yang akan kita lakukan dengan upaya kita sendiri.

Jadi tawaran bantuan Singapura ditolak? “Sementara ini belum ada kata sepakat ya,” tegas Seskab Pramono Anung.

Belum Ada Perintah

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengemukakan, sebelum berangkat dalam lawatannya ke sejumlah negara di Timur Tengah pada 14 September lalu, Presiden Jokowi dalam rapat di Halim dengan beberapa pertimbangan telah memutuskan, kita akan menggunakan resources kita sendiri.

“Kita menghormati segala dukungan,” jelas Siti kepada wartawan di kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9) sore.

Dijelaskan Siti, yang akan diberikan oleh Singapura itu 1 (satu) water bombing yang 5.000 liter. Sementara kita pakai juga water bombing yang 4.500 liter ada 3-4 pesawat. “Dia mau minjemin satu, kita pakai 3-4 pesawat yang kapasitasnya sama,” jelasnya.

Selain itu untuk lebih lincah BNPB menyiapkan 17 pesawat water bombing yang kapasitasnya 500 liter. “Itu yang ditawarin Singapura katanya sudah siap, tanggal 14 September itu sudah mau diterbangkan,” jelas Siti.

Singapura juga menawarkan bantuan pesawat Cynook untuk mengangkut pasukan. “Pesawatnya besar, bagus, tetapi memang menurut menurut Kapolri makan BBMnya luar biasa juga,” ujar Siti.

Nah yang menjadi catatan Menteri LHK adalah Singapura juga akan mengirimkan namanya Tim Penilai dan Tim Perencana. “Saya ngga kebayang, kita kan kerjanya di semua  provinsi itu yang di lima kan, Riau, Kalbar, Sulsel, Jambi, Kalteng, itu masa kepada Tim Penilai kita mesti laporan? Itu yang sebenarnya ada faktor-daktor itu saya jelaskan situasinya seperti ini, dan kita akan seperti apa,” kata Siti.

Mengenai pernyataan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang mempersilahkan Singapura memberikan bantuan, Menteri LHK Siti Nurbaya mengaku belum mengetahuinya.

“Saya belum dapat perintah baru Wapres, dan kesimpulannya ya seperti sekarang masing berlangsung,” pungkas Siti.

Sebagaimana diberitakan sebelumnyaWapres Jusuf Kalla yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat mengatakan, pemerintah Indonesia terbuka kepada negara mana pun termasuk Singapura jika ingin membantu memadamkan kebakaran hutan di Tanah Air untuk menghilangkan asap.

“Silahkan saja kita terbuka. Singapura bisa ikut lihat sendiri. Singapura, silahkan kalau mau membantu. Jangan hanya bicara,” kata Wapres M Jusuf Kalla di New York, Amerika Serikat, Minggu (28/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Wapres Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Singapura K Shanmugam yang memprotes keras cara pemerintah Indonesia menangani kebakaraan hutan dan lahan yang menyebabkan bencana asap di Singapura. (DND/UN/ES)

 

Berita Terbaru