Soal Tol Laut, Presiden Jokowi: Harus Mampu Angkut Barang Dari Daerah Terpencil ke Daerah Lain

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 5 Januari 2017
Kategori: Berita
Dibaca: 43.006 Kali
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan sebuah dokumen kepada Presiden Jokowi, saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1) sore. (Foto: JAY/Humas)

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunjukkan sebuah dokumen kepada Presiden Jokowi, saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1) sore. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kembali mengenai prioritas  pembangunan infrastruktur transportasi yang menjalin konektivitas antar kota, antar kabupaten, antar provinsi, antar pulau, dan antar wilayah,  khususnya untuk daerah-daerah yang masih sulit terjangkau.

Ia menyebutkan,  tujuan utamanya adalah untuk pemerataan pembangunan serta mempersempit ketimpangan antara kota dengan desa, antar daerah dengan daerah, antar wilayah dengan wilayah di seluruh pelosok tanah air.

Karena itu, Presiden mengingatkan, bahwa membangun konektivitas bukan hanya semata-mata membangun infrastruktur transportasi, tapi juga dikaitkan dengan sistem logistik dan distribusi multi moda.

“Itu artinya, kita tidak cukup hanya membangun pelabuhan dan bandara. Dan tidak cukup hanya menyediakan angkutan barang di laut maupun di udara dengan kewajiban mengangkut barang-barang kebutuhan pokok dari dan ke daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan daerah perbatasan,” tegas Presiden Jokowi dalam rapat terbatas tentang Pengembangan Tol Laut dengan Pos Logistik dan Jembatan Udara, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (5/1) sore.

Menurut Presiden, pemerintah juga harus memastikan barang-barang yang diangkut melalui tol laut maupun jembatan udara bisa sampai ke daerah-daerah pedalaman, daerah-daerah terpencil, dan pulau-pulau terluar. Karena saudara-saudara kita di daerah tersebut bukan hanya harus membayar dengan harga yang berlipat, berpuluh kali lipat lebih mahal dengan yang ada di Jawa, namun juga sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok.

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta agar moda tol laut maupun jembatan udara ini harus betul-betul terintegrasi bukan hanya dengan kawasan industri, namun juga dengan sentra-sentra logistik.

Presiden juga mengingatkan agar program tol laut dan jembatan udara harus mampu menggerakkan ekonomi daerah. Sehingga, lancar konektivitas antar daerah, tidak hanya membawa barang ke daerah pedalaman, terpencil, dan terdepan. Tapi sebaliknya, juga harus mampu mengangkut balik barang-barang yang dihasilkan daerah-daerah tersebut ke daerah-daerah yang lain di seluruh pelosok tanah air.

Rapat terbatas tersebut dihadiri antara lain oleh Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Perhubungan Budi K. Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Sandjojo, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FID/SM/EN/JAY/DNA/ES)

 

Berita Terbaru