Soal Wisma Atlit, Menko Puan Maharani Minta DPR Dukung Pelaksanaan Asian Games 2018

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 11 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 26.308 Kali
Menko Puan Maharani didampingi Menpora dan Gubernur Sumsel menjawab wartawan, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (11/12)

Menko Puan Maharani didampingi Menpora dan Gubernur Sumsel menjawab wartawan, di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (11/12) (Foto: Setkab/Nia)

Meskipun masih harus menyelesaikan sejumlah persiapan, pemerintah menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan pesta olahraga negara-negara Asia atau Asian Games tahun 2018 mendatang. Untuk itu, pemerintah meminta dukungan dari semua pihak khususnya dari DPR untuk bisa berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan Asian Games ini secara bergotong royong.

“Insya Allah siap. Bahwa presentasenya bagaimana, ini tinggal 2,5 tahun karena itu insya Allah bulan Januari segala sesuatu yang memang harus kami lakukan segera dilaksanakan,” kata Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani kepada wartawan seusai mengikuti rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/12).

Menurut Puan, hal pertama yang akan disiapkan adalah bagaimana kemudian wisma atlit bisa segera terbangun untuk bisa menampung 14.000 atlit dan official dengan 7.000 media yang diperkirakan akan hadir.

Juga perbaikan 35 venue yang akan menjadi tempat pelaksanaan Asian Games, di mana 25 di antaranya ternyata harus dibangun baru. “Itu kami akan berkoordinasi dengan Menpora, kemudian PU-Pera, dengan pihak GBK untuk bisa melaksanakan renovasi dan memperbaharui venuevenue yang akan melangsungkan Asian Games tahun 2018,” ungkap Puan.

Tentu saja, lanjut Menko PMK itu, kesiapan Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018 akan dicek oleh Olympic Council Asia (OCA) yang akan dilakukan pada bulan Januari mendatang. Merekalah nantinya akan melihat bahwa Indonesia memang benar-benar siap.

Puan menekankan, apa yang dilakukan oleh pemerintah harus didukung oleh legislatif dan kemudian pihak swasta agar semuanya ini berjalan dengan baik, karena ini membawa nama bangsa, kepentingan bangsa.

“Tentu saja kita harus siap untuk melaksanakan Asian Games tahun 2018, karena memang Asian Games yang pertama pernah dilakukan Indonesia itu tahun 1962. Jadi akan sangat baik buat Indonesia kalau kemudian pelaksanaan Asian Games ini bisa terlaksana dengan baik,” papar Puan.

Menko PMK menjelaskan,  sesuai dengan General Assembly OCA yang dilakukan di Turkmenistan pada bulan September diputuskan bahwa yang akan menjadi tuan rumah Asian Games itu adalah Indonesia, yaitu kota Jakarta dan Palembang. Namun, menurut Puan, insha Allah pembukaan dan penutupannya dilakukan dilakukan di satu tempat saja. “Jadi kita akan melaksanakan hal tersebut di Jakarta,” ujarnya.

Meski demikian Puan menilai,  kota Palembang dengan fasilitas olahraga di Jakabaring alhamdulillah sampai saat ini siap. Ia juga menyebutkan, saat rapat terbatas juga datang dan hadir Gubernur Sumatera Selatan, Gubernur Jawa Barat, dan Gubernur Banten, serta Wakil Gubernur DKI yang menyatakan kesiapannya untuk bisa bersama-sama dengan pemerintah  menyukseskan terselenggaranya Asian Games tahun 2018.

Tugaskan Mensesneg

Terkait soal hibah tanah di Kemayoran untuk pembangunan Wisma Atlit Asian Games 2018, Menko Puan Maharani mengaku telah meminta kepada Mensesneg Pratikno untuk segera melakukan komunikasi yang baik dengan DPR.

“Kami juga berharap dukungan dari DPR bahwa keberlangsungan Asian Games inikan tentu saja awalnya harus dimulai dengan dibangunnya wisma atlit yang akan insya Allah dibangun di Kemayoran,” terang Puan.

Sementara terkait soal hibah dan lain-lain, Puan  meminta pihak-pihak yang terkait khususnya Mensesneg, Kemenpora, dan Wagub atau Gubernur DKI untuk berbicara dengan DPR.

“Peruntukan dari Wisma Atlit ini nantinya akan kami peruntukan untuk kepentingan umum yaitu dipergunakan sebagai rusunawa masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Puan.

Adapun mengenai soal dana yang dibutuhkan, Menko PMK Puan Maharani menegaskan, yang penting adalah pembangunan wisma atlit dulu, kemudian perbaikan 35 venue. Ia menyebutkan, saat ini jumlah sedang dikaji dan dihitung ulang oleh Kemenpora, kemudian Kementerian PUPR, dan tentu saja keterlibatan dari semua Kementerian/Lembaga (K/L) yang ada ini juga sangat berpengaruh.

“Saya juga sudah meminta koordinasi dari Kemenkeu untuk bisa mengantisipasi alokasi dana anggaran berkaitan dengan pelaksanaan Asian Games ini. Jadi kita kaji, nanti semua K/L akan melaporkan kebutuhannya  masing-masing,” pungkas Puan. (UN/ES)

 

 

 

Berita Terbaru