Solo, Surabaya, Bandung, Jakarta Akan Jadi ‘Pilot Project’ Pengolahan Sampah Jadi Listrik

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 7 Desember 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 22.714 Kali
Menteri ESDM Sudirman Said

Menteri ESDM Sudirman Said (Foto: Setkab/Jay)

Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/12), agar dilakukan percepatan pengolahan sampah menjadi listrik, Menteri ESDM Sudirman Said mengemukakan, akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan Menteri Dalam Negeri  (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya untuk memilih kota-kota yang menjadi pelaksana dari pilot project ini.

“Jadi kalau kota sudah ditunjuk kemudian nanti ada tarif mengenai listrik sampah, PLN diberi penugasan. Mudah-mudahan bisa diselesaikan,” kata Sudirman Said usai Rapat Terbatas mengenai pengelolaan sampah menjadi energi itu.

Mengenai kota yang akan menjadi pilot project, Sudirman mengatakan kemungkinan akan di pilih 10 kota. Seperti Solo, Surabaya, Bandung, DKI Jakarta. “Nanti akan kita mendengar rekomendasi dari Mendagri karena Mendagri tahu betul peta di kota-kota,” lanjutnya.

Banyak Investor Tertarik

Disinggung mengenai jumlah investor yang tertarik terhadap proyek pengolahan sampah menjadi listrik itu, Menteri ESDM tidak menjawab angka pasti. Dia hanya menjelaskan jika ada banyak investor yang tertarik dengan pengolahan sampah menjadi energi ini. Tapi karena aturan dan regulasi belum cukup jelas maka project ini belum berjalan maksimal.

Berdasarkan hasil ratas tadi, Sudirman menjelaskan bahwa ada tiga tugas yang harus dilakukan. “Investor banyak tertarik tapi karena regulasinya belum cukup jelas, maka tadi tugasnya tiga. Satu regulasi diperjelas, disederhanakan, Yang kedua, tarif juga diperjelas supaya baik kota, investor, maupun PLN itu punya kejelasan, resikonya berapa yang mesti ditanggung. Ketiga institusi, institusi ini harus memilih pilot project supaya bisa diawasi, dimonitor dengan baik,” paparnya.

Adapun mengenai penentuan tarif, Sudirman mengatakan jika penentuan tarif juga termasuk menentukan besaran subsidi, karena menurutnya jika program seperti ini butuh subsidi pemerintah harus ambil.

Menurut Menteri ESDM, pembahasan mengenai regulasi juga menekankan jika perlunya mengambil langkah-langkah agar target 23% di tahun 2025 bisa tercapai. “ Jadi tadi payung besarnya adalah bagaimana sampah kota menjadi bersih tetapi juga pencapaian target energi terbarukan juga bisa tercapai dengan baik,” imbuhnya.

Dalam rapat terbatas tersebut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukan Luhut Panjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Hukum dan HAM Yasonna M. Laoly, Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri LH dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Ristek dan Dikti M. Nasir, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan Dirut PLN Sofyan Basyir. (FID/JAY/ES)

 

 

Berita Terbaru