Kendalikan Harga Pangan, Presiden Jokowi Luncurkan Operasi Pasar Beras Ke 5 Provinsi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 2 Oktober 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 92.604 Kali
Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN dan Dirut Bulog melepas Operasi Pasar Beras, di Gudang Bulog, Jakarta Utara, Jumat (2/10)

Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN dan Dirut Bulog melepas Operasi Pasar Beras, di Gudang Bulog, Jakarta Utara, Jumat (2/10)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (2/10) pagi,  meluncurkan operasi pasar beras sebannyak 1.034 ton untuk 5 (lima) provinsi, yaitu DKI Jakarta, Medan (Sumut), Bandung (Jabar), Semarang (Jateng), dan Surabaya (Jatim).

Presiden Jokowi mengatakan, operasi pasar ini dilakukan untuk stabilisasi harga. Dengan cara ini diharapkan akan mampu menjaga harga kebutuhan pokok yang terjangkau oleh masyarakat.

“Kita ingin agar harga yang terjangkau itu betul-betul ada di pasar dan stoknya ada,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, lanjut Presiden, Pemerintah juga ingin menunjukkan supaya nanti tidak hanya di gudang sini (Jakarta) saja, di gudang yang lainnya juga dilihat karena memang stok kita ini ada.

“Jangan sampai ada isu-isu bahwa stoknya, stok ada stok seperti tadi yang disampaikan oleh Kepala Bulog 1,7 juta ton, dna kita masih melakukan penyerapan lagi dan petani dan pedagang yang ada di daerah-daerah,” tutur Presiden Jokowi.

Sementara Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti dalam laporannya mengatakan, operasi pasar ini dilakukan serentak di Jakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya, dengan total beras  mencapai 300.000 ton. Namun, bersamaan dengan itu juga dilakukan  pendistribusian 1.034 ton beras uintuk kelima provinsi itu.

Rincian pendistribusian beras kelima provinsi itu adalah 110 ton beras melalui 11 truk ke Medan, DKI Jakarta 480 ton beras dari 60 truk ke, Bandung 144 ton beras dari 18 truk, Semarang, 130 ton beras melalui 12 truk, dan Surabaya 170 ton beras dari 17 truk.

“Operasi pasar ini dimaksudkan untuk stabilisasi harga pangan, sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah selalu siap dan hadir, dan membantu beban rakyat pada masa-masa yang tidak cukup menggembirakan,” jelas Djarot.

Menurut Djarot, Operasi Pasar Bulog ini juga bertujuan untuk mencegah ruang spekulasi yang dimanfaatkan di musim panen gaduh yang menurun.

Mengenai stok, Dirut Bulog meyakinkan juga akan mengoptimalkan panen gaduh untuk menumpuk stok beras yang ada, sehingga masyarakat tidak khawatir mengenai stok dan harga beras.

“Bulog siap layani penyaluran beras untuk masyarakat,” tukas Djarot.

Dalam Operasi Pasar ini, beras premium dijual dengan harga di kisaran Rp 8.700/kg – Rp 9.700/kg. Adapun Operasi Pasar dilaksanakan oleh Satuan Tugas (Satgas) yang telah ditunjuk, selanjutnya didistribusikan ke pasar untuk dijual langsung atau melalui pedagang.

Bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Pasar itu, lanjut Djarot, Bulog juga menyalurkan atau menggelontorkan tambahan alokasi beras sejahtera (Rastera) 13 dan 14.
(SKT/AGG/ES)

Berita Terbaru