Stabilkan Harga, Pemerintah Siap Buka Kran Impor 300 Ribu Ekor Sapi

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Agustus 2015
Kategori: Berita
Dibaca: 25.641 Kali
Mendag Thomas Lembong didampingi Mentan Amran Sulaiman dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf memberikan penjelasan soal kebijakan impor sapi, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/8)

Mendag Thomas Lembong didampingi Mentan Amran Sulaiman dan Ketua KPPU Syarkawi Rauf memberikan penjelasan soal kebijakan impor sapi, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (19/8)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memanggil Menteri Perdagagan Thomas Lembong, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf terkait tindak lanjut mengenai penendalian harga daging sapi, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/8) siang.

Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong mengatakan, bahwa pihaknya siap mengguyur pasar degan impor bila diperlukan untuk menstabilkan harga. “Saya juga setuju bahwa itu pilihan terakhir. Idealnya tertib pasar dulu dan kelakuan baik dulu. Tapi tentunya kami juga memperhatikan laju inflasi tingkat harga pangan,” kata Thomas kepada wartawan di kantor Kepresidenan, Jakarta.

Mengenai jumlah yang diekpor, menurut Mendag masih dibicarakan di tingkat teknis. Tetapi ia memperkirakan kira-kira 200 ribu – 300 ribu ekor sampai akhir tahun.

“Tapi tentunya kita harus fleksibel melihat kondisi pasar. Kalau misalnya harga mulai turun dengan sendirinya ngapain kita impor. Juga misalnya ada cukup banyak ide inovatif dari Pak Mentan, misalnya bisa datangkan sapi dari wilayah lain,” terang Thomas.

Dengan tambahan impor, Mendag memperkirakan dalam waktu sebulan, 2 bulan, 3 bulan ini gejolak harga daging sapi di pasar akan  reda.

Stok Cukup

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) Amram Sulaiman mengemukakan,  bahwa baru-baru ini pihaknya telah mengecek stok sapi di feedlotter  (penggemukan) Jabodetabek, dimana didapatkan persediaa 198 ribu ekor, dan itu cukup untuk 3-4 bulan.

Untuk meyakini bahwa ini cukup, kata Mentan, pihaknya juga mengecek langsung feedlotter di Banten, dimaa di  satu tempat ada 21 ribu ekor dan siap salur ada 4 ribu ekor.

“Artinya stok aman. Kemudian kami dengan perdagangan ini sangat kompak. Dikatakan insya Allah ada rencana impor, itu adalah pilihan terakhir kita. Kita kaji bersama, kita mengimpor sesuai kebutuhan bukan keinginan. Jadi sesuai kebutuhan dalam negeri. Kemudian insya Allah kami libatkan BUMN yang menjadi stabilisator,” terang Mentan.

Menurut Mentan, saat ini ada stok 198 ribu ekor sapi, sementara kebutuhan tiap bulan mencapai 40 ribu ekor. Dengan demikian, semestinya stok yang ada bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama 4 (empat) bulan.

Mentan juga menjelaskan, bahwa 4 (empat) hari lalu ada 35 feedlotter  yang sudah menandatangani pernyataan dan menyampaikan ke dirinya  bahwa mereka ikut pemerintah.

“Sekarang harga sudah turun,” jelas Mentan.

Kartel

Adapun Ketua KPPU Syarkawi Rauf menyampaikan, bahwa proses monitoring yang dilakukan KPPU terhadap daging ini sebenarnya sudah lama, sejak tahun 2013. Dan kemarin, KPPU sudah mengumumkan ke publik perusahaan yang memang terindikasi melakukan kartel.

“Jadi pasokan ditahan, membuat kelangkaan, harga menjadi tinggi. Insya Allah minggu depan atau paling lambat 2 minggu depan, awal September kita akan menyidangkan perusahaan-perusahaan yang terindikasi melakukan kartel,” terang Syarkawi.

Menurut Syarkawi, KPPU sudah memeriksa 24 perusahaan di Jabodetabek. Mereka sangat dominan untuk impor, terlebih impor sangat banyak untuk suplai daging di domestik kita.

“Jumlah pastinya ada dipenyidik kita. Awal september itu dilihat. Modusnya sama, mereka menahan pasokan, membuat kelangkaan, harga menjadi naik. Polanya sejak 2013 sampai sekarang itu sama, meskipun pemain ada yang berubah,” terang Syarkawi.

Mengenai bentul sanksi, Ketua KPPU itu mengatakan, macam-macam. Bisa berupa denda administrasi, bisa berupa kita mengajukan pencabutan izin ke instansi terkait. (UN/DNK/ES)

Berita Terbaru