Studi Penetapan Lokasi Bandara Perbatasan Mahulu Dilakukan 2015

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 9 Desember 2014
Kategori: Nusantara
Dibaca: 18.569 Kali

kalstarPermasalahan krusial yang masih dihadapi masyarakat perbatasan Kalimantan Timur, khususnya DOB (Daerah Otonomi Baru) Kabupaten Mahakam Ulu adalah aksesibilitas. Selama ini masyarakat masih mengandalkan jalur sungai dan udara dari atau menuju wilayah ini dari ibu kota provinsi di Samarinda ataupun ibukota kabupaten.

“Jalur sungai tidak selamanya bisa diakses dengan baik. Jika terjadi kemarau panjang Sungai Mahakam menjadi dangkal di beberapa tempat. Jalur udara, melalui penerbangan perintis meski harga tiket disubsidi pemerintah, tidak mampu memenuhi seluruh permintaan masyarakat,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, H Zairin Zain, di Samarinda, Kaltim, Selasa (2/12) pekan lalu.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Perhubungan Udara, kata Zairin, akan mengambil langkah strategis dalam mengatasi isolasi aksesibilitas ini, dengan melakukan studi penetapan lokasi bandara perintis di Kecamatan Long Apari, Mahulu tahun depan.

Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim Frederik Bid menyambut baik rencana Pemprov Kaltim itu. Ia menyebutkan, dua hal sangat penting untuk membuka isolasi di perbatasan adalah terpenuhinya infrastruktur transportasi dan telekomunikasi.

“Jika dua hal itu, terpenuhi maka pengembangan ekonomi menuju kesetaraan tingkat kesejahteraan akan mudah diformulasi,” kata Frederik.

Studi penetapan lokasi bandara perintis yang akan dilakukan, sejalan dengan instruksi Wagub Kaltim, HM Mukmin Faisyal saat memimpin rakor tindak lanjut kunjungan kerja Long Apari di Kantor Gubernur beberapa waktu lalu.

Pemprov Kaltim concern dengan segala bentuk pemenuhan kesejahteraan masyarakat di perbatasan. Salah satunya, pada 26 November 2014 lalu BTS ( Base Transceiver Station ) di Kampung Tiong Ohang, Long Apari sudah on air dan dapat dinikmati warga setempat. ( Desk informasi BPPD  Kaltim/ES)

Nusantara Terbaru