Sudah Bebas Terbuka, Presiden Jokowi Minta Media Jangan Timbulkan Pesimisme Masyarakat

Oleh Humas
Dipublikasikan pada 19 Desember 2014
Kategori: Berita
Dibaca: 21.403 Kali
Presiden Jokowi menerima penghargaan Live Achievement Award dari Dirut LKBN Antara Saiful Hadi, di Jakarta, Kamis (18/12) malam

Presiden Jokowi menerima penghargaan Live Achievement Award dari Dirut LKBN Antara Saiful Hadi, di Jakarta, Kamis (18/12) malam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, saat ini media sudah terbuka dan bebas sekali, apa pun dan siapapun bisa diberitakan, ada yang dapat berita baik, jelek dan sedang-sedang saja. Namun demikian, Presiden mengingatkan, berita media jangan melukai, menusuk.

“Berita media boleh menggigit tapi jangan melukai, menggigit tapi yang mendidik bukan yang membuat berdarah-darah,” pesan Jokowi saat menghadiri acara puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara di Wisma ANTARA, Jalan Medan Merdeka Selatan 17, Jakarta, Kamis (18/12) malam.

Menurut Kepala Negara, saat ini media sudah jadi industri sehingga yang dilihat adalah kebutuhan pasar. Diakuinya, pasar senang yang sensasional ya yang disampaikan yang sensasional. Namun untuk kebaikan Bangsa, Kepala Negara meminta agar media bisa menggerakan masyarakat ke arah yang mencerahkan dalam hal apa pun.

Untuk itu, lanjut Presiden, peran media sebagai sosial kontrol memang diperlukan. Namun Presiden mengharapkan agar hal itu jangan sampai menimbulkan rasa pesimisme di masyarakat.

Presiden meyakini, ke depan, Indonesia akan cerah, meski pun banyak hadangan, rintangan, dan hambatan. Karena itu, kalau ada yang masih pesimis itu tidak benar.

“Jangan sampai kita tiap hari disuguhi hal-hal yang menggigit, melukai, tajam tapi tidak mendidik, kalau hal seperti itu diteruskan yang terbangun adalah sebuah persepsi negara yang negatif, jadi sering pesimis padahal yang ingin kita bangun adalah harapan penuh optimisme,” kata Presiden.

Dalam acara tersebut, secara khusus Presiden Jokowi meminta agar Antara tidak sekedar mengikuti selera pasar.

“Antara adalah PR pemerintah maka semestinya Antara punya tanggung jawab dalam membangun opini baik, utamanya dalam rangka kemanfaatan menggerakan dan mengorganisir masyarakat menuju hal-hal baik,” pesan Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo yang hadir didampingi Menkominfo Rudiantara menerima Antara Achievement Award yang diserahkan oleh Direktur Utama LKBN Antara Saiful Hadi.

Dalam acara yang berlangsung di Audiotorium Adhiyana Wisma Antara, sejumlah tokoh, termasuk enam kepala daerah juga menerima penghargaan Antara Award. Keenam Kepala Daerah itu  Plt Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Wali Kota Bandar Lampung Herman, Wali Kota Serang Haerul Jaman, dan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy.

(*/ANT/ES)

Berita Terbaru